Teman Terbaik

Teman Terbaik
Kebohongan Sena


__ADS_3

"Sen, berkas pentingnya udah ketemu nih" Kata Mela sambil memegangi selembar kertas..


" Nah, kalo gitu mendingan kita copy dulu aja, biar kesebar" Kata Sena dengan yakin..


" Jangan di sebar dulu, kita kan belum tahu kepastian nya " Kata Mela kurang yakin..


" Aku akan telpon mama ku dulu ya, sambil ke depan liat Sashi udah dateng apa belum " Kata Sena beranjak pergi..


Ok..


Tiba - tiba, bel rumah itu pun berbunyi, tanda ada tamu datang..


Ting tong..


Ting tong..


"Iyah sebentar!" Jawab Mela..


............


" Halo Kakak, aku sudah datang " Sapa Sashi dengan ramah..


" Oww iya Adikku, halo juga..


Mari masuk..


Di dalam, ada banyak kue kue manis


lho..." Kata Mela dengan manis...


" Emmh?? apa ada kukis? kue bolu? dan biscuit? " Tanya Sashi dengan penasaran...


" Ahh tentu, semuanya ada kok " Kata Mela sambil senyum - senyum ....


Sesampai nya didalam, Mela langsung menyuruh Sashi untuk duduk,dan menanyakan soal berkas yang Mela minta pada Sashi..


" Dek, berkas DNA dan sebagainya yang kakak minta di mana? " Tanya Mela...


" Tadi aku taruh di tas, Kakak..


Sebentar ya, aku cari dulu..


" Ok, tidak usah buru - buru, Adik ku" Kata Mela sambil menuju ke ruang tengah..


" Kakak, ini sudah ketemu DNA nya..


Ku taruh di atas meja ya, Kak" Kata Sashi sambil menaruh berkas - berkas tersebut..

__ADS_1


" Aduuh, kok aku kebelet ya " Kata Sashi sambil memengangi perut nya..


"Kakak , aku ke kamar mandi dulu ya " Ucap Sashi..


" Iya Dek, ati - ati, kamar mandi nya licin tuh " Kata Mela..


" Iya, Kak " Jawab Sashi..


10 menit kemudian 🕘......


" Kak, berkas pembagian harta nya ada di sini, sebentar ya ku ambilkan " Kata Sashi sambil membuka tas nya..


" Hah?! dokumen pembagian harta nya kamu foto copy juga ya, Dek? " Kata Mela dengan kaget..


" Iya, aku juga bawa, Kak. Soalnya kalau ga di bawa takut di butuhkan sama, Kakak" Jawab Sashi dengan jujur..


" Ah kamu emang pinter deh, makasih ya adek ku yang palingg gemesin se dunia " Kata Mela dengan ramah..


" Iya, Kakak " Jawab Sashi..


Tiba - tiba datang lah Sena..


Dan raut wajah mereka langsung berubah...


" Kok ada Kak Sena, sih Kak? " Tanya Sashi heran..


" Lho?, kok bisa sih? " Kata Sashi kaget..


" Ya bisa lah, aku kan manusia, bukan binatang, ha ha ha " Kata Sena tertawa terbahak bahak..


" Kak Sena, perkataan mu tidak lucu tau " Kata Sashi cemberut mendengar jawaban Sena..


" Sudah - sudah, ayo makan siang, ini kan sudah hampir jam 11.30 " Kata Sena..


" Iya,Kak " Jawab Sashi..


" Oky, kamu duluan aja Mel, nanti aku nyusul ke meja makan kok " Kata Sena sambil memainkan ponsel nya..


" Oke deh, tapi janji lho, jangan kabur! " Kata Mela sambil menunjuk ke arah Sena...


" Iya - iya, aku tahu, aku kan bukan anak kecil, Mel " Kata Sena cemberut.


" Ok, deh " Kata Mela sambil pergi menuju ke meja makan...


" Kak Sena, DNA Kakak mana? " Tanya Sashi..


" Emh, mungkin ada di laci, Dek " Jawab Sena dengan sikap dingin..

__ADS_1


" Oke, aku boleh liat? " Tanya Sashi..


" Boleh, tapi berkas lainnya jangan kamu sebar - sebar lho " Kata Sena sambil menarik hidung Sashi...


" Iya - iya " Kata Sashi patuh..


Di taman belakang...


" Memang enak ya Mel , untuk menipu mu, tidak sulit untuk melakukan nya " Kata Sena licik..


" Sebenarnya, aku yang telah memalsukan dokumen mu, itu " Kata Sena sambil membuka berkas yang berada di dalam map biru milik Mela..


...4 tahun yang lalu.....


" Ayah, apa kita perlu mengelabuhi Mela? " Tanya Sena kepada Faris ayahnya.


" Jangan, Sena. Lebih baik kita ikuti saja alur permainan nya " Jawab Faris..


" Baiklah, tapi berjanjilah, setelah kita menukar berkas - berkas tanda bukti itu, Ayah harus membuang bukti - bukti nya, sebelum DNA itu bocor pada Si Anak Cerewer itu ya, Yah! " Kata Sena yang memangil Sashi anak cerewet..


"Kamu tidak perlu khawatir, Nak.


Sebelum ada perjanjian ini, ayah sudah menghapus rekaman pembunuhan Ibu nya Mela" Jawab Faris sambil tertawa jahat..


"Berita ini harus sepenuhnya tershooting dengan reka adegan lain, seperti ketidaksengajaan kebakaran, itu yang paling cocok, Yah" Jawab Sena dengan senyuman sinis..


"Kamu memang smart, Sena" Jawab Faris memuji..


" Thanks, Ayah " Jawab Sena..


Stop dulu....


Jadi aku tak perlu khawatir lagi, tentang pembunuhan Tante Rina, karna Ayah sudah membuang dan menghapus bukti - bukti reka adengan pembunuhan Tante Rina...


Tiba - tiba, datanglah Mela, dari kebun belakang. Sena pun kaget dan langsung berdiri dan menyembunyikan map biru milik Mela..


" Eh, Sena. Kamu ngapain di sini?" Tanya Mela..


"Ah itu, aku habis, habis nyiramin taneman, Mel " Jawab Sena ragu - ragu..


Hampir saja aku ketahuan, Mela, lihat saja nanti, akan aku lakukan apapun untuk menjatuhkan mu. Karna kau,kau sudah merebut Lian, pacarku.


BERSAMBUNG...............


JANGAN LUPA UNTUK : VOTE


RATE

__ADS_1


KOMEN...


__ADS_2