
" Kami belum lapar, Kak Astri " Jawab Meli.
" Dari pada nungu macet sampai malem, mendingan kita pakai Maps Google aja yah, Kak. Nanti kita sampai nya kemalaman kaya waktu ke Kalimantan " Usul Sashi yang malas ribet.
" O iya ya. Dek, hp Kakak lagi habis batrai. Hp kamu nyala enggak? Kalau boleh Kakak pinjem ya " Tanya Astri yang hp nya sedang lobed.
" Baiklah. Kak, hp Kakak aku cas pakai colokan cas yang ada di mobil boleh ngak? " Tanya Sashi yang hendak mengecas hp Kakak nya itu.
" Jangan ya, Dek. Nanti Aki mobil nya boros " Jawab Astri.
" Oke deh " Sahut Sashi.
Macet pun mulai reda, dan mereka pun langsung melanjutkan perjalanan. Karna sudah pukuk 12.00, maka mereka berhenti sebentar untuk makan siang.
" Kita makan siang dulu ya. Kalian boleh bebas pilih menu makanan nya " Kata Astri sambil membelokkan mobil nya ke arah kanan.
" Iyah, Kak " Jawab mereka dengan kompak.
Sesampai nya di restauran, mereka langsung memanggil pelayan yang sedang membawa buku menu.
" Mbak, saya mau pesan " Kata Astri sambil mengayunkan tangan nya ke arah pelayan perempuan itu.
" Baik. Mau pesan apa? " Tanya Mbak pelayan sambil bersiap membawa pulpen untuk mencatat pesananan mereka.
" Mel, Cal, Dek. Kalian pada mau pesan apa? " Tanya Astri sambil memberi buku menu itu kepada mereka bertiga.
" Kak Astri. Aku mau pesan ayam goreng pakai lalapan sama minumnya teh manis panas " Kata Sashi sambil menunjuk ke bagian menu yang bertuliskan ayam goreng lalapan dan minuman teh manis panas.
" Kalo Meli sama Callysta? " Tanya Astri.
" Kita pesan soto Betawi sama minumannya teh manis hangat, Kak Astri " Jawab Meli mewakili Callysta.
" Iya, Kak. Itu saja kok " Kata Callysta.
" Kalo gitu untuk makanan nya kita pesan, Soto Betawi nya 2, Ayam Goreng Lalapan 1, Seefood goreng tepung 1, ya Mbak. Kalau minuman nya, Teh manis panas 3, Es Jeruk 1. Itu aja Mbak " Kata Astri.
" Baik. Mohon di tunggu ya " Kata Mbak Pelayan.
__ADS_1
" Baik " Jawab mereka.
" Kak, kita mau cuci tangan dulu ya " Kata mereka.
" Oke. Kalian udah tau kan, tempat cuci tangan nya? " Tanya Astri yang takut mereka kesasar.
" Udah tau kok, Kakak enggak perlu hawatir " Kata Sashi menyakinkan.
" Yaudah, hati - hati ya. Jangan kesasar lho " Kata Astri menngingatkan.
" Oke " Jawab mereka.
Di lain tempat, Sena malah sedang bermesraan di bar bersama Liam yaitu mantan kekasihnya Mela.
" Liam, lama sekali yah kita tidak bertemu. Aku sangat merindukan mu. Kapan kau akan kembali ke Australia? " Kata Sena dengan licik.
" Yang pasti, aku tidak akan kembali kesana lagi. Aku takut bertemu dengan orang tuanya Mela " Kata Liam yang jawaban nya sangat memuasakan di dengar Sena.
Di Rumah Mela..
" Sena, Sena. Kamu ini terlalu bodoh. Kamu pikir dengan segitu nya aku akan melepaskan mu dari cengkeraman ku? Tidak, Sena " Kata Mela yang melihat Sena sambil tertawa - tawa karna melihat Sena yang begitu payah.
" Kamu mau nggak, balikan sama aku? Kaya dulu waktu kita pacaran ".Kata Sena.
" Boleh. Kamu inget nggak, waktu kamu jatoh di pinggir got di jalanan? " Tanya Liam.
" Ish. Kamu mau goda aku ya? Udah ah, jangan di inget mulu. Oiya, sama waktu itu kan lagi kemping, terus aku kepleset di hutan. Kan kamu tarik tangan aku, dan gak sengaja kita pelukan " Kata Sena yang membuat Liam tak sadar.
Di restauran..
" Iih, Sashi. Kita kan janji mau ke tempat cuci tangan, kok sekarang malah ke parkiran sih? " Kata Callysta yang takut jika ada yang menculik mereka.
" Yaudah. Kalian ke sana aja, biar aku yang ke mobil. Bilang aja, aku lagi ambil minum. Jangan ngadu ke Kak Astri, nanti dia khawatir lagi sama aku " Kata Sashi sambil ke tempat mobil mereka berada.
" Yaudah deh, kita ke sana ya. Kita gak akan bilang kok, kalau kamu kesana " Kata Meli yang takut di marahi Sashi.
" Pinter " Kata Sashi sambil mengajungkan jempol kepada mereka berdua.
__ADS_1
" Dia mulai aneh ya, sejak tadi " Bisik Callysta.
" Iyah. Aku juga takut sih "
" Ekhem, ekhem. Kalian ngomongin aku ya? " Tanya Sashi sambil pura² batuk.
" Enggak kok. Ayo, Meli. Cepat!!!! " Kata Cllysta terburu - buru.
Di mobil..
" Kak Kevin. Sini, udah aman kok " Bisik Sashi sambil menengok ke bagian belakang mobil itu.
" Ok. Dek, kakak kamu udah enggak ngawasin kamu kan? " Tanya Kevin sambil menengok ke arah kanan dan kiri.
" Udah, tenang aja Kak. Semuanya udah aku atur dengan beres. Kak Sena enggak akan bisa kabur dari cengkeraman kita. Hi hi hi hi hiii " Kata Sashi sambil ketawa - tawa dengan senang.
" Dek, jangan keras² ketawanya. Nanti keselek lho " Kata Kevin mengingatkan.
" Oiya, maaf² " Kata Sashi malu²..
Karna Liam yang merebut Mela dan menjebak Mela, aku jadi tidak bisa bersama nya. Liam menculik dan merebut Mela dari ku.
Cerita lama on#
Malam itu, adalah malam terindah di hidup Mela. Malam itu dia datang ke acara pertunangan Adik Ipar Nika Anjani, yaitu teman Kevin.
" Hai, Mela. Maukah temani aku ke Aula Gedung? " Tanya Liam.
" Boleh. Tidak lama kan? Aku akan bertemu Kevin sebentar lagi.
" Tidak kok " Jawab Liam.
Gampang sekali menipu mu!
" Kau duduk saja di sini " Kata Liam.
" Aku akan ke kamar mandi dahulu ya. Uhhh ummh uhukk uhuk " Kata Mela yang mulut jya tiba - tiba di bekap Liam.
__ADS_1
" Bagaimana Liam? Apakah sudah beres? " Tanya Sena.
Sudah.