
Arfa pun pergi dan menyusul Sashi di Bandara. Dia melihat Sashi berada di belakang pohon mangga yang tidak tinggi tidak pendek juga.
" Kirana, kamu ngapain disini sendirian? Nggak takut ada hujan apa ? " Kata Arfa .
" Eh. Tidak. Mau hujan datang ataupun tidak datang, semuanya tidak akan merubah sesuatu apapun. Lagi pula, untuk apa kamu kesini? " Kata Sashi sambil melihat sebuah foto yang sedang ia genggam erat di tangan.
" Kamu kok kelihatan kaya sedih gitu sih, kalau ngeliat foto ini? Apakah, foto ini berarti banget buat kamu? " Tanya Arfa sambil melihat foto itu.
" Foto ini adalah foto saudara ku. Tapi, sekarang aku sudah tidak bisa bertemu dengannya sekalipun. Karna dia sudah tidak ada di dunia " Kata Sashi sambil memeluk foto itu.
" Sudahlah. Jangan sedih. Kamu kan bisa pergi ke makam nya suatu hari kalau tidak sibuk " Kata Arfa sambil memegang bahu Sashi dan berkata.
" Jangan lupa tentang hari ini " Kata nya.
" Hah? Hari ini hari yang spesial ya? Emang apa sepesialnya? " Kata Sashi yang bertanya tanya tentang hari ini.
" Huh, sudah lupa ya? Yaudah deh, nggak apa apa " Kata Arfa cemberut.
Ihi hi hi hi. Ini kan hari *adi** nya kita waktu itu. Hampir deket sama ulang tahun ku.
" Hei! Arfa, jangan marah dong! Nanti cepet tua lhooo " Ledek Sashi sambil berlari mengejar Arfa.
Setelah sampai di rumah. Mereka langsung membersihkan diri dan makan malam di ruang makan.
" Kak, Kak Kevin tadi lagi sama Kakak ya? Terus sekarang kemana? Kakak di ajak kemana tadi? " Tanya Sashi bersamaan.
" Emmh. Tadi Kakak di ajak pergi ke taman. Kalau Kevin, Kakak nggak tahu dia lagi kemana sekarang " Jawab Mela sambil melanjutkan makannya.
__ADS_1
" Begitu ya. Aku akan pergi ke kamar dahulu " Kata Sashi sambil membereskan piringnya di meja dan langsung naik ke atas di kamarnya.
" Dia sangat terlihat aneh akhir akhir ini " Kata Callysta.
" Kalian tidak melanjutkan makan? Sedang memikirkan dia? Jangan dipikirkan, dia memang sudah terbiasa pergi ke kamar atas kalau ada perasaan yang ia pendam " Kata Mela yang sudah terbiasa dengan adiknya.
" Ooh jadi begitu ya, Kak. Mungkin sedang memikirkan ulang tahunnya " Kata Meli yang amat amat yakin dengan perkataannya.
" Ulang tahun Sashi, bukankah tanggal 21 November? Kak Mela, saat ulang tahun yang ke 9 Sashi tidak merayakannya bukan? Itu karna kasus nya Tante Rina " Kata Arfa.
" Iya, benar sekali. Saat itu, saat yang amat menegangkan. Dia bahkan tidak sempat pulang ke rumah " Kata Mela mengingat ingat kejadian itu.
" Kakak. Boleh aku ke atas sebentar? " Tanya Meli dan Callysta sambil membersihkan meja itu dan membereskan piring mereka.
" Ya,silahkan " Jawab Mela.
Di dalam kamar tidur milik Sashi. Mereka pun mengajak bicara dengan Sashi.
" Iya, aku baru di atas " Sahut Sashi dari arah atas.
" Kamu kesitu? Emang kita bisa masuk? " Tanya Callysta.
" Sini! " Kata Sashi.
" Waahh, ternyata pemandangannya bagus ya. Di sini kita bisa lihat bintang dan langit lagi " Kata Meli yang kagum ketika melihat pemandangan yang indah tampak dari balkon rumah Sashi yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.
" Tentu saja indah. Aku selalu kesini ketika memikirkan sesuatu yang menganjal. Sebenarnya. Bukan ulang tahun yang kupikirkan, tetapi masalah tanggal *a***n aku sama dia " Kata Sashi yang sedang galau.
" Ooo, ternyata My Best Friend pernah punya mantan " Kata Callysta.
__ADS_1
*Kamu pikir nggak beneran apa. Ini kan gara gara kejadian meninggal nya Tante Rina. Waktu itu kalau Kak Mela nggak lagi sedih aku bahkan udah mau lepas tangan sama perjodohan Papi. Idih! Awalnya aku tuh amat amat nggak pernah setuju buat punya temen deket. Semua temen ku semuanya, ah sumpah deh! Mlempem kaya kerupuk keras!*
" Tungu.. Kamu kok makin cemberut dan kaya tambah gabut gitu setelah aku ngomong tadi " Kata Callysta yang memelototi Sashi terus.
" Sudah lah. Soal ini jangan dibahas lagi. Aku bahkan nggak pernah punya sahabat dekat " Kata Sashi.
" Apaaaaaaaaaaaaaaaaaa????!!! Serius kamu?! Aku pikir kamu emang deket sama si Arfa! Jadi kamu cuma fix boongan doang ama dia?! " Tanya Callysta syok.
" Gausah lebay kali. Sebenernya aku nggak pernah suka sama siapapun, tapi semenjak perjodohan itu aku jadi suka sama dia. Bahkan, aku enggak pernah pengen punya yang namanya kekasih " Kata Sashi.
" Aku bahkan tau. Apa yang sebenarnya dilakukan Kak Sena padaku selama ini! Dan aku, aku benci sama dia!!!!." Teriak Sashi yang meluapkan kemarahannya.
" Semangat selalu ya. Kita sebagai Your Best Friend, akan selalu mensuport dan mendukungmu dari belakang " Kata Callysta sambil memeluk Sashi dan Meli.
" Thanks semuanya! I Love You Callysta, Meli! " Kata Sashi.
" Iya! " Balas Callysta sambil mengekap Sashi dan Callysta.
Ruang makan........
" Mel, jangan lupa minum obat ya. Jangan kecapean kalau bekerja. Inget kan waktu kamu hampir jatuh dari tangga waktu jagain anak Tante Sabrina " Kata Kevin yang sering mengingatkan Mela kalau lupa minum obat.
"Suuuut!! Dasar kakek kakek! Udah lupa ajah! Jangan keras keras!" Sentak Mela.
"Okee!!!" Teriak
"Hhiiiih!!!! Diem dong!😤" Sebel
"Hehehehehe" Ketawa ngakak.
__ADS_1
mereka pun masuk ke kamar nya masing masing dan tidur.
~Selamat malam~