
Setelah sore, semua acara nya pun selesai. Kevin pun menghampiri Mela di panggung belakang.
" Hai, Mela " Sapa Kevin yang berdiri di belakang Mela.
" Hai juga, Kevin. Kapan kau datang? " Tanya Mela sambil berbalik badan.
" Kemarin. Kau sedang sibuk? " Tanya Kevin yang hendak membantu Mela.
" Tidak. Aku sudah selesai berberes beres tadi " Jawab Mela.
" Mau tidak ikut denganku? " Ajak Kevin.
" Baiklah " Jawab Mela sambil berjalan dengan Kevin ke arah Taman Kamboja.
Sampai di tempat itu, Mela pun Duduk di kursi besi yang berwarna putih.
" Kevin, kau mau mengatakan apa kepadaku? Sangat penting ya? " Tanya Mela.
Di balik dinding lukisan hijau, ternyata ada Meli Callysta dan Sashi yang mengintip.
" Hei Gaes! Kakak mau balikkan nih kaya nya " Kata Sashi yang suka kepoin Kak Kevin dan Kak Mela.
" Aku, aku mau ngasih ini. Semoga kamu suka ya, Mela. Kamu masih inget kan, masa masa ini? " Kata Kevin sambil memberikan buket bunga ungu yang cantik.
" Terimakasih, Kevin. Aku menyukai nya. Masa itu, masih kuingat " Kata Mela.
" Kau, mau balikkk dengan ku? Mela " Tanya Kevin sambil memegang tangan Mela seperti kisah Cinderella 😆.
" Emh? Aku sebenarnya masih takut. Tetapi, boleh kupikir dahulu? " Kata Mela ragu.
" Baiklah, aku akan menunggu jawaban mu 2 hari setelahnya " Kata Kevin.
" Aku akan mengantar mu pulang, Mela " Kata Kevin.
" Baiklah terimakasih " Jawab Mela.
Di tengah jalan saat sedang ada mobil yang terburu buru. Mereka sedang menyebrang mobil itu tidak berhenti melainkan mengklakson mereka.
Tut tuttt!!!
" Mela! Awas! " Kata Kevin sambil menarik tangan Mela.
Sontak karna tarikkan Kevin mereka jadi saling peluk deh 😝.
" Kau tidak apa apa kan? Ada yang luka? " Kata Kevin khawatir.
" Enggak kok. Cuma pusing sedikit " Kata Mela sambil terhuyung huyung. Dan ah.
" Mela! Mela! Bangun Mel! " Kata Kevin mengoyang ngoyangkan tubuh Mela yang dingin.
__ADS_1
" Aduh!! Bawa ke kamar istirahat aja " Kata Kevin sambil mengendong dan membawa Mela ke kamar itu.
Di lapangan.......
" Kamu yakin nggak mau ke tempat latihan? Kan lumayan bisa jadi ketua disana " Kata Arfa yang memaksa Sashi.
" Arfa! Aku nggak mau! Anggota nya nggak ada yang perempuan, aku nggak suka, Arfa! " Kata Sashi sebal.
Di arah belakang Arfa, ada yang melempar sumpit listrik dan langsung di tangkap Sashi.
" Hiyak! Hei kamu! Siapa kamu?! " Bentak Sashi sambil menangkap sumpit listrik itu.
KIRANA ITU PANGGILAN SEPESIAL GAES 😝.
Dan 1 2 3 4 5 6 sumpit itu terus berdatangan.
" Jaga jaga, Mel! Cepet lari ke pelabuhan! Dan ajak Callysta dan Arfa! " Kata Sashi sambil melempar balik sumpit listrik itu kearah pria bertopeng putih seperti HANTU.
" Hah, hah, hah lega banget. Orang nya harusnya udah pergi " Kata Sashi terengah engah.
Sumpit itu pun mengenai meterial yang di sederi Sashi dan awww.
" Hup! Ngga kena " Kata Sashi dan malah sumpit nya netreum kesebar.
" Drrrftggg, aduuh "Kata Sashi yang langsung jatuh.
" Hei kau!!!!! Kau tidak pernah sekolag ya! Dasar menyebalkan!! " Kata Callysta sambil melempar kan pita rambut nya yang menjepit dan melemparkan sumpit itu balik.
Boomm, bola itu ternyata berisi asap.
" Ayo pergi! " Katanya sanbil berleri dengan mereka.
Sampai di tempat yang Sashi sewa, semua langsung terbaring. Tingggal Arfa yang di kamar sebelah.
" Kamu nggak papa waktu habis kesetrum seumpit itu? Karna kan, waktu aku lihat kamu kaya mau klepek klepek gitu " Kata Callysta sambil memebrsihkan tanggan nya yang kotor dengan tanah.
" Nggak kok. Heh, aku kan nggak *a**u* kali! Sakit sih iya! Tapi aneh tau! Dari tadi dia ngikutin aku terus " Kata Sashi.
" Tadi juga dia berusaha nglempar bom cabai yang bikin mata perih! Sekarang sumpit listrik! Nah, nanti apa lagi coba? " Kata Sashi sambil mengobati pergelangan tangan nya yang luka karna sumpit itu.
" Hii, aku mah nggak pinter pinter nya lho kalau nangkep sumpit lah, nglempar bom asap lah, dan sevagainya " Kata Meli yang takut.
" Tenang. Semasa di Jakarta, aku sering nemuin yg gitu gituan " Kata Sashi teringat saat menendang bola yang mau meledak itu.
" Ih, setrum nya gede banget lho. Bahkan sampai sekarang masih terasa. Kata Sashi terasa pusing.
Kamar istirahat......
" Dokter, dia nggak apa apa kan? " Tanya Kevin.
" Dik Mela tidak apa apa kok. Dia cuma syok dan kelelahan aja " Kata Dokter yang menangani.
__ADS_1
" Syukurlah, terimakasih Dok " Kata Kevin.
Dokter pun langsung meninggalkan ruangan itu.
Di tempat tadi...........
Sumpah, sebenarnya sakit banget. Tapi nggak apa apa lah, cuma sumpit gituan. Nggak mungkin bikin yang aneh aneh.
" Aku mau keluar sebentar ya " Kata Callysta.
" Hai, Arfa. Kamu sama Kirana itu gimana? " Tanya Callysta yang membuat Arfa bingung.
" Dia, dia udah move on kayanya " Jawab Arfa.
" Ooh. Kalian tadi ngapain? Aku lihat dia sangat terburu buru melompati dinding beriawat yang didekat permahan itu " Kata Callysta ketika melihat Sashi berlari dan melompati pagar kawat yang tebal itu.
" Dia nemuin aku, terus ada sumpit dia kena " Kata Arfa mempersingkat cerita.
" Emmh, kamu tahu nggak kalau dia itu bukanlah cewek yang bener bener bisa tahan apa yang dia rasain lho " Kata Callysta sambil mengingat ketika Sashi membantu Callysta yang hanpir jatuh dari tebing akibat perlakuan Sena.
" Apa? Maksud mu dia nggak bener bener kuat? Maksudmu dia cuma menahan yang dia rasain? " Tanya Arfa kaget.
" Kamu iget kan, insiden kebakaran gedung? Waktu itu kamu juga hampir ke runtuhan api. Dan dia yang narik kamu keluar lewat lantai atas supaya kamu nggak mati disitu. Kamu sedang pingsan saat itu. Dia pun kemudian juga nggak bertahan lama dia masuk rumah sakit lagi " Kata Callysta memperjelas.
" Kalian lagi ngomongin siapa? Lagi ngomongin aku ya? " Tanya Sashi tiba tiba.
" Enggak! " Sahut mereka.
" Ohh. Yaudah, aku mau beli minum " Kata Sashi sambil memutar lehernya yang pegal.
" Aku mau nyusulin dia ya, Cal! Bye bye " Kata Arfa.
" Bye bye " Jawab Callyata.
Aneh, biasanya juga ambil minum di hotel, kenapa malahan keluar hotel. Tunggu! Dia kan nggak suka matahari! Nanti kalau mimisan, aku yang cepot!
" Kiran! Tunggu sebentar " Kata Arfa.
" Iya? Kenapa Fa? " Sahut Sashi.
" Aku ikut ya. Aku juga haus nih " Kata Arfa beralasan.
" Oke " Jawab Sashi.
Sampai di acara.....
" Kak Kevin! Kakak ngapain? " Tanya Sashi penasaran.
" Emmh, Kakak tadi nganterin Kak Mela. Kak Mela hampir aja ketabrak mobil.
" Astaga?! Yaudah, makasih ya Kak " Kata Sashi terburu buru.
__ADS_1
" Kamu Arfa kan? Temen Kirana? " Tanya Kevin.