
" Aku mau tidur dulu ya, Sas. Met bobo " Kata Meli.
" Yaaa, met bobo juga. Mel " Jawab Callysta.
Bukan tidur Sashi malah pergi ke luar Hotel. Hari Pernikahan, ssbenarnya diadakan 1 hari lagi. Tetapi, Sashi pun bukan pergi ke Acara Panggung Pernikahan tetapi ke Perumahan Indah Puri di kilo meter 89.
" Pak Raldi, ayo jalan. Soal Kak Astri gampang kok " Kata Sashi sambil merapihkan rambutnya.
" Baik, Non. Tapi saya tidak akan di pecat kan, kalau saya antar Non ke rumah Mas Kevin? " Kata Pak Supir yang takut dipecat.
" Beres " Kata Sashi.
Mobil pun melaju kencang. Sesampai nya di Puri, Sashi pun meminta Pak Supir untuk menunggu di depan pagar.
" Pak, nanti saya kesini lagi kok. Pak Raldi, jangan kemana - mana lho " Kata Sashi sambil melambaikan jari telunjuj nya.
" Iya, Non " Jawab Pak Raldi.
" Permisi. Kak Kevin " Kata Sashi sambil mengetuk pintu.
" Iya, sebentar. Adek kok kesini sih, nanti kalau Kakak kamu khawatir gimana? " Tanya Kevin sambil mengajak Sashi masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Iih, Kak Kevin! Kan aku udah susah payah dateng kesini, mana lagi jalannya ada cor - cor an lagi " Kata Sashi yang sebal sambil memencongkan bibir.
" Iya, iya. Kakak salut kok, sama kamu yang susah payah kesini " Kata Kevin sambil tertawa kecil.
" Oiya, Kak. Kak Mela juga dateng lho ternyata. Malahan ini bukan rencana aku lho, tapi gak tau tuh rencana siapa " Kata Sashi yang ikut bingung.
" Kak Sena juga ikut berarti? Jangan kamu samperin Kak Sena lho. Dia tuh kalau sudah marah, di ajak ngobrol 2010 kata pun gak mau jawab apa lagi denger. Tambah lagi, kalau udah patah hati, ancemannya gak tau batas " Kata Kevin sambil mengambil segelas teh hangat.
" Owalah. Serem banget tuh. Dia kejam banget lagi, sampe - sampe Kak Sena ngamuk waktu putus sama pacar ke 4 atau 5 nya. Pacar nya banyak benget Kak, aku aja sampai lupa pacarnya ada berapa " Kata Sashi yang diam - diam sering meledek Sena.
" Kamu bilang waktu itu pernah ambil dokumen kepalsuan hak Warisan Keluarga yang di palsuin Sena, mana barangnya? Jangan di simpen lama2, kalau Sena sampai tahu, kamu pasti di geprek jadi tahu ulek " Kata Kevin menakut - nakuti.
" Makasih Dedek imut ku " Kata Kevin.
" Iyahh " Jawab Sashi.
" Kamu nyadar gak si, kalau map milik Alm. Tante Rita itu agak janggal. Karna kan kalau memang kematian Tante Rina itu benar karna gagal ginjal, harusnya surat keterangannya dong " Kata Kevin sambil membuka map itu.
" Jangan - jangan Mama nya Kak Mela itu, " Sashi tidak melanjutkan kata² nya dan langsnung menunuk ke arah Kevin. Kevin pun sama.
" Di bunuh! " Kata mereka bersamaan.
__ADS_1
" Kamu bener juga, Dek. Masalahnya Mela enggak lihat langsung kematian Tante Rina. Dan saat itu " Kata Kevin sambil bercerita.
Cerita lam on#
"Jangan sakiti Mela, Sena, Faris! Apa yang kalian mau, akan aku turuti. Asalkan, jangan pernah sentuh ataupun menyakiti anakku! " Kata Rina sambil mundur ke arah belakang.
" Baiklah! Aku mau, bilanglah ke anak Tante yang menyebalkan itu! Jika Liam tidak pantas untuk dia! Melainkan untuk aku! " Kata Sena sambil mendorong Rina..
" Ah, baiklah " Kata Rina.
" Dan kau! Berikan surat tanah yang asli kepadaku dan Sena! Dan kau, kau harus terbunuh agar kau tak membocorkan itu " Kata Faris.
" Ayah, bunuh dia segera! " Kata Sena sambil membawakan pedang kepada Faris ayahnya.
" Baiklah! Ucapkan selamat tinggak pada anak mu yang sial itu, Rina!! " Kata Faris sambil menusukkan pedang itu kepada Rina.
" Faris! Kau, kau akan kena balsannya pasti " Kata Rina sambil tergeletak lemas.
Setelah di bunuh, Rina pun di lempar ke bawah gedung, jarak nya sekitar 2 meter dari situ.
Cerita lama off #
__ADS_1