Teman Terbaik

Teman Terbaik
Banyak Cerita..


__ADS_3

" Kakak nggak apa apa kan? Kakak tadi kok bisa hampir ketabrak? " Tanya Sashi khawatir.


" Nggak apa apa kok, Dek. Tadi Kakak cuma nggak liat jalan aja pas nyeberang jalan " Jawab Mela.


" Tangan kamu kenapa? Kok di perban? Jatuh ya? " Tanya Mela.


" Enggak, Kak. Tadi ada sumpit listrik yang kana tangan " Jawab Sashi.


" Tapi nggak apa apa kan? Udah di obati kan? " Tanya Mela.


" Udah, Kak. Tadi Sashi ketemu sama Arfa, temen Sashi yang lama " Kata Sashi.


" Araf yang mana? Yang asli Cikarang? Yang bisnis Ikan Lele? Apa yang kamu kenal itu? " Tanya Mela yang bingung dengan nama Arfa yang ada tiga orang.


" Yang aku kenal lah, Kak. Kakak lucu deh. Arfa nya kan emang ada tiga. Tapi yang aku kenal 1 " Kata Sashi.


" Oiya ya. Kakak lupa " Kata Mela.


" Kak, Kakak pernah nggak ketemu Kak Ray? Tadi aku lihat Kak Raya ada di rumah putih yang gelap banget itu lho " Kata Sashi yabg takut.


" Oiya? Rumah putih? Rumah itu memang serem, Dik. Di rumah itu sebenernya agak angker " Kata Mela.


" Hah? Angker? Aku denger denger dari orang, katanya rumah itu adalah rumah dimana tempat kenangan manis Kak Raya " Kata Sashi sambil memikirkan masalah itu.


" Orang orang itu bener, Dik. Tempat itu memang tempat dimana Dik Raya punya kenangan yang tak pernah sekali pun dia lupakan dalam hidup nya. Raya bahkan selalu berbicara dengan ruangan yang sangat gelap dan serem itu. Karna, ruangan itu ada makna nya bagi Dek Raya " Kata Mela sambil memandangi foto foto saat Raya kecil yang sedang duduk di pangkuan Ibu nya.

__ADS_1


" Ooh. Ternyata itu semua bener bener kenangan terindah bagi Kak Raya ya, Kak. Aku bahkan nggak ngira kalau Kak Raya itu ternyata juga pernah ngalamin hal itu ya, Kak " Kata Sashi sambil mengingat ketika Raya masih 10 tahun.


" Iya, Kakak juga bahkan masih saja kurang percaya tentang semua itu. Raya itu sebenernya adalah seorang wanita yang cantik, berhati baik, dan wanita yang amat tangguh dalam menghadapi berbagai macam ujian dan permasalahan lho" Kata Mela yang sedih karena itu.


" Kak, dimana rumah Kak Raya? Katanya rumah Kak Raya deket sama.gedung pernikahan itu " Kata Sashi .


" Memang, Dik. Kamu kalau mau kesana harus sama bodyguard yang kemarin ya. Karna, daerah itu ada pereman nya " Kata Mela yang was.was terhadap itu.


" Baiklah. Kakak, kapan kita pulangnya? " Tanya Sashi.


" Besok, Dik. Oiya, Dik Meli sama Dik Callysta dimana Dik? Nanti Kakak kasih obat aja ya, biar tangan kamu cepet sembuh " Kata Mela sambil turun dan berdiri dari tempat tidur itu.


" Oiya! Callysta sama Meli masih tempat cadangan aku, Kak. Tadi awalnya aku ketemu sama Arfa di rumah nya yang lama. Terus ada orang yang tiba tiba lempar sumpit berikutnya enggak ketangkap, Kak. Terus waktu aku ke kamar sebelah itu, aku pergi lagi sama Callysta Meli dan Arfa. Ada lagi malah yang ngelemparin sumpit listrik ke arah Arfa. Yaudah deh aku tangkep sumpitnya biar nggak kena Arfa. Terus kita lari ke pelabuhan dan sumpitnya ke material di belakang ku. Yaudah tapi nggak kena sih, Kak. Ternyata nyetrum juga " Kata Sashi menjelaskan panjang lebar.


" Aduh! Kok bisa masih disana? Tadi kalian kenapa kesini nya nggak barengan? " Tanya Mela yang khawatir dengan Meli, Callysta dan Arfa.


" Iya, Kak. Nanti aku ajak mereka deh " Jawab Sashi sambil menyiapkan baju yang akan dia pakai.


Setelah mandi dan bersiap, mereka langsung pergi kerumah sebelah dan mengemasi barang barang yang masih ada di Hotel Permata.


" Hai teman teman. Maaf ya, tadi aku meninggalkan kalian di sini " Kata Sashi sambil duduk di kursi samping.


" Ah santai saja. Ee, Sashi. Tadi kita mandi di sini. Maaf ya " Kata Callysta yang tidak enak dengan Sashi.


" Ya ampun. Kalian mau mandi ya mandi aja kali. Nggak usah pakai ijin ijin segala " Kata Sashi yang tertawa melihat Callysta dan Meli.

__ADS_1


" Emmh, Arfa dimana? Dia udah balik kesini belum? " Tanya Sashi.


" Belum tuh. Tadi dia katanya mau ke Bandara buat jemput maminya " Kata Callysta.


" Ke Bandara? Kamu yang bener dong ngomongnya " Kata Sashi mengambil hand phone nya dan langsung pergi ke arah Bandara.


" Maaf ya, Dik Callysta. Sashi emang emosional. Jangan di masukkin ke hati ya, Dik " Kata Mela minta maaf karna Sashi yang berteriak ke arah Callysta.


" Ngga papa, Kak. Bisa lah, dia kan kalau mendengar yang tidak tidak emang gitu. Callysta nggak marah kok " Kata Callysta yang sudah terbiasa dengan sifat dan sikap Sashi yang emosional tinggi.


" Kalau begitu Kakak akan pergi ke Hotel yang kemarin ya. Kalian jaga diri ya. Nanti kita tidur nya di rumah ini, udah nggak di Hotel " Kata Mela sambil mengarahkan laju mobil nya ke seberang jalan Slamet.


" Iya, Kak " Jawab mereka dengan kompak.


" Teman kita itu memang keras kepala ya. Sudah dibilang jangan keluar malem, masih aja keluar rumah di malam hari " Kata Callysta yang heran dengan sikap Sashi yang kadang aneh juga.


" Kak Mela udah berangkat lagi ya? " Sahut Arfa dari belakang mereka.


" Huaaaaa!!!!! Kamu kok disini sih, Arfa!? Kan tadi kamu ke Bandara nyusulin Mami mu! " Kata Callysta kaget.


" Emang, tapi Mami ku ternyata nggak jadi balik ke Jakarta " Kata Arfa.


" Terus My Friend dimana dong ????!!! " Kata Callysta kebingungan.


" Yang mana? Yaudah lah nanti aku dusuk dia " Jawab Arfa yang membuat Callysta amat lega ketika mendengarnya.

__ADS_1


" Kalian udah pada liat film terbaru yang berjudul ( Lexy In The Series ) belum? Aku bawa tau film nya. Ya, walaupun cuma sekali sih putarannya tapi kan Sashi sungguh yang paling ok pokoknya " Kata Meli bersemangat.


HAI PARA PEMBACA! MAAF YA, KALAU AUTHOR NULIS NYA ADA YANG SALAH. KEYBOARD PUNYA AUTHOR AGAK ADA MASALAH, JADI KALAU ADA KATA² YANG SALAH DI MOHON MAAPIN YAK >3< SALAM SAYANG DARI AUTHOR.


__ADS_2