Teman Terbaik

Teman Terbaik
Pergi ke Jakarta..


__ADS_3

Di pagi hari, semua sudah berada di tempat makan. Sashi pun ikut tinggal di rumah Mela, karena mama nya sedang pergi dan menitipkan adik jya itu.


" Selamat pagi, Kak Mela " Kata Sashi.


" Pagi juga, Dek. Kamu jadi kan, pergi ke Jakarta? " Tanya Mela sambil mengambil potongan paha ayam di atas meja makan.


" Jadi kok, Kak. Kakak sudah berkemas belum? " Tanya Sashi sambil mengunyah makanannya..


" Kakak enggak jadi ikut, ada temen kakak yang mau datang ke rumah" Jawab Mela.


" Yah, sayang banget. Kak, nanti Callysta dan dan Meli ikut sama aku ke Jakarta buat kondangan. Soalnya Queen dan Liani gak mau aku ajakin, katanya takut di marahin mama dan papa nya" Kata Sashi menjelaskan.


" Oke deh" Kata Mela mengacungkan jempol..


Di kediaman Callysta dan Meli...


" Cal, Sashi jadi nya jemput kita di sini apa kita yang ke tempat dia? " Tanya Meli..


" Ya kita-lah yang dateng ke rumahnya" Jawab Callysta.


" Biaya makan, terus bensin mobil, dan keperluan lainnya dia yang tanggung kan?? " Tanya Meli yang sangat cerewet..


" Aduuh, Meli. Di mana - mana kalo diajak itu ya yang tanggung bayarannya ya Sashi lah " Kata Callysta yang sedang kesal..


" Oke - oke, jangan marah dong" Kata Meli..


Oke..

__ADS_1


Di kediaman Mela...


Setelah mereka selesai sarapan, Mela pun mengantar dan membantu Sashi membawa koper yang besar.Saat di depan pintu.


Tok tok tok, permisi.


" Callysta, Meli. Mau masuk dulu apa? " Sapa Sashi..


Ma/Tidak usah terimaksih.


" Baiklah, Sashi, Callysta dan Meli. Nanti di sana juga sudah ada Kak Sena ya " Kata Mela..


" Baiklah " Jawab mereka kompak.


Dan di dalam mobil itu ternyata juga ada orang lain, dan ternyata orang itu adalah.


" Lho, Kak Astri?! " Kata Sashi dengan kaget.


" Hai Sashi. Nagaimana kabar mu, Nak? " Tanya Astri alias kakak sepupu Sashi.


" Tentu saja sangat baik! " Jawab Sashi dengan senang.


Mereka pun berangkat..


Di perjalanan, mereka pun sangat senang mengobrol dan saling bercanda.


" Ekhem - ekhem, dari tadi kita di belakang gak kamu tanyain sama sekali, Sas " Kata Callysta dengan cemberut..

__ADS_1


" Aduh, maaf ya, Callysta, Meli. Ohiya, Cal, Mel. Kalian sudah pernah ke tempat pancuran putih dekat gedung Hijau tidak?" Tanya Astri.


" Kami belum pernah kesana, Kak Astri " Jawab Callysta..


" Nah, kalau begitu bagaimana kalau besok kita pergi ke sana? Oh iya, disana juga ada kulineran dan permainan seperti - Water Boom, Pancuran air, Jungkat - jungkit, dll - " Kata Astri.


" Boleh Juga, Kak. Tetapi, biaya tambahan nanti kita yang tanggung saja ya. Kami tidak mau merepotkan kalian..


" Hei, repot dari mana? Santai saja Callysta " Kata Sashi sambil menyeruput minumannya..


" Baiklah. Kalau begitu terimakasih banyak " Kata Callysta..


Aku harap, kau akan jatuh kali ini. Sena! Kau pikir, aku tak tahu apapun soal permasalahan mu? Jangan meremehkan ku! Meski usia ku belum cukup, tetapi semuanya aku sudah tahu!


Ckiiiit, tiba - tiba, mobil kuning yang mini itu berhenti. Dan ternyata, di depan sedang macet karna ada pemasangan Pipa Pertamina.


" Dek, Mel, Cal. Maaf ya, Kakak berhenti mendadak. Soalnya di depan ada galian pemasangan Pipa Pertamina " Kata Astri.


" Enggak papa kok, Kak. Kita enggak keberatan kok, kalau harus nunggu " Jawab Sashi dengan santai.


" Iyah, enggak papa, Kak Astri. Lagi puka kan ini belum jam makan siang, jadi kita sudah pasti enggak akan terlambat " Jawab Callysta dan Meli secara bersamaan.


Tapi, setelah di tungu - tungu selama 2 jam. Tetapi macet pun masih sama, bahkan tidak ada satu pun mobil yang jalan dan terbebas dari kemacetan.


" Wah, kok lama ya Kak? " Tanya Sashi dengan tidak sabar.


" Sebentar ya, Dek. Kalian belum pada laper? " Tanya Astri.

__ADS_1


Sebenarnya Kak Astri adalah kakak terbaik yang kupu nya. Nama panjang nya adalah ~ Alarina Astria ~ Tapi begitu datangnya Sena, semuanya hilang begitu saja.


__ADS_2