Tentang Cinta Kita

Tentang Cinta Kita
Bab 1


__ADS_3

Nama ku Fatimah. Usia ku 25 tahun. Aku terlahir dari keluarga yang bisa di katakan berada. Walau pun Ayah dan Ibu ku bukan seorang pengusaha. Namun kami tidak pernah kekurangan.


Ibu ku adalah seorang Guru dan Ayah ku seorang Polisi. Aku tidak memiliki adik atau kakak. Aku adalah anak tunggal. Tapi walau pun aku anak tunggal. Aku tidak pernah merasa kesepian.


Karena aku memiliki dua sahabat sejak SMA dan sampai selesai Kuliah bahkan sampai saat ini. Persahabatan kami sangat baik-baik saja. Walau terkadang ada pertengkaran di antara kami bertiga. Tapi itu tidak menjadi masalah itu hal yang biasa bukan?.


Dan nama sahabat ku yang pertama adalah Fatimah Maharani. Apa kalian memikirkan sesuatu karena mendengar nama itu? ya kalau kalian memikirkannya berarti kita sama. Saya juga begitu memikirkannya dan bertanya di dalam hati saya. Kenapa nama kami sama-sama Fatimah. Tapi itu bukan masalah yang harus di pikirkan.


Dan sahabat yang kedua ku adalah Adam. Lucu bukan?. Kami tiga bersahabat namun sahabat yang ketiga ku seorang laki-laki. Awal nya aku juga bingung kenapa dia mau bersahabat dengan kami bahkan sejak kami bersekolah di SMA yang sama.


Kami tidak pernah terpisah. Kalau satu bolos maka semua juga bolos. Dan kalau satu sakit mendadak yang lainnya juga sakit. Ya itulah sekilas cerita dari bangku SMA pada jaman nya saat itu. Dan kami juga kuliah di tempat yang sama. Oh sungguh kami memang sahabat sejati.


Namun siapa sangka persahabatan kami hancur. Saat kami menemukan cinta sejati. Ya kami mencintai Pria yang sama. Dan pria itu adalah sepupu dari sahabat kami Adam. Di sinilah perpecahan itu terjadi. Aku sudah mencoba mengalah demi mempertahankan persahabatan kami. Namun sepertinya Tuhan memang menulis kan aku dan Abdullah berjodoh. Seperti apa pun aku menghindari nya. Tetap saja Tuhan mempertemu kan kami.


***


Saat ini Adam, Rani dan Fatimah sedang duduk di taman kota. Itu memang kebiasaan mereka kalau sudah sore hari pasti mereka akan bersantai di sana.


"Dam ke mall yuk" kata Rani.


"Ngapain? " tanya Adam.


"Cari cowok lah" jawab Rani.


"Udah ayo. Aku juga mau cari makanan lapar" kata Fatimah.


"Oke. Ayo kita berangkat." kata Adam.


Adam merangkul bahu Fatimah dan Rani. Posisi Adam berada di tengah-tengah kedua wanita cantik itu. Tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka. Mereka benar-benar sudah seperti saudara kandung.


Kini ketiganya sudah sampai di mall. Dan mereka sedang berlalu lalang entah apa yang mereka cari. Tapi yang jelas itu adalah hoby mereka. Hanya melihat-lihat dan keluar masuk. Dari toko ke toko yang lain nya.


Mereka seperti itu bukan karena tidak memiliki uang. Ketiga nya terlahir dari keluarga berada dan bisa di bilang mampu. Namun memang itu lah tingkah kekonyolan mereka. Dan di saat ketiganya sedang berjalan tiba-tiba seseorang menabrak tubuh Rani.


Bruuk!.


"Aww" pekik Rani.

__ADS_1


Rani terjatuh tersungkur di lantai. Dengan cepat Adam membantu Rani berdiri dan Fatimah membantu membersihkan baju Rani yang terkena eskrim yang tadi ada di tangan Rani.


"Maaf" kata sipenabrak itu.


Ketiga bersahabat itu melihat siapa yang menabrak Rani. Rani yang tadi nya jengkel karena pria itu menabrak nya mulai tersenyum.


"Tampan sekali" batin Rani.


"Adam" kata pria itu mengenali Adam.


"Abdullah" kata Adam.


"Ah sudah ayo perkenalkan. Ini sepupu ku Abdullah" kata Adam memperkenal kan sepupunya itu pada kedua sahabat nya.


"Sekali lagi saya minta maaf" Abdullah mengulurkan tanganya pada Rani.


"Nama ku Fatimah maharani" kata Rani. Dan tangannya membalas uluran tangan Abdullah.


"Dan kau" kata Abdullah melihat kepada Fatmah.


"Saya Fatimah" jawab Fatimah memperkenalkan diri.


Abdullah sebenarnya sangat malas berbicara panjang lebar. Apa lagi kalau menurut nya tidak penting namun kali ini Abdullah berubah ramah karena mata nya melihat seseorang yang begitu indah untuk di pandang.


"Gimana? mau ?" tanya Adam pada kedua sahabat nya.


"Mau" jawab Rani dengan cepat.


Beberapa menit kemudian ke empat orang itu sampai di Retaurant milik Abdullah. Dan keempat nya sudah duduk manis di sofa.


Abdullah terus mencuri pandang pada Fatimah. Entah mengapa matanya tidak bisa beralih dari wanita yang baru di kenal nya dua puluh menit yang lalu. Abdullah yang pendiam tiba-tiba berubah ramah. Adam menyadari itu karena ia sangat tau seperti apa sepupunya itu. Tapi dia juga tidak mau ambil pusing dengan memikirkan itu.


"Bagai mana makananya" tanya Abdullah.


"Enak dan aku sangat menyukainya" jawab Rani dengan senyum seribu watt.


"Sukurlah" jawab Abdullah.

__ADS_1


"Dam kamu bilang dia sepupu mu. Tapi selama kita kenal kita engga pernah tau" tanya Rani.


"Oh. Abdullah hanya sampai SMP saja di tanah air ini. Dan selanjut nya dia melanjut pendidikan nya di Amerika. Dan sudah satu minggu dia pulang kemari setelah menyelesaikan S3 nya. Dan Ayah nya meminta Abdullah meneruskan usahanya" kata Adam. Menjelaskan pada Rani.


"Oh." jawab Rani mengerti.


Abdullah tersenyum samar saat matanya kembali melihat Fatimah. Wanita itu tidak perduli dengan apa yang sedang yang lainnya bicara kan.Fatimah hanya fokus pada makannya. Sebenarnya Fatimah memang tidak banyak bicara apa lagi dengan orang yang baru di kenal nya.


Fatimah terus menyantap makannya. Dan sampai akhirnya Fatimah yang menundu sedikit mendongkak. Dan pandangan Fatimah dan Abdullah saling bertemu.


Deeg!.


Jantung Abdullah tiba-tiba berdetak kencang. Saat menatap manik mata Fatimah. Hatinya terasa hangat melihat tatapan itu. Begitu juga dengan Fatimah entah mengapa ia merasa ada yang berbeda saat tatapan nya dan tatapan Abdullah bertemu.


"Sepertinya aku akan sangat betah di negara ku ini" batin Abdullah.


"Ya ampun perasaan apa ini" batin Fatimah.


Abdullah si manusia kakau itu tersenyum. Pada Fatimah.


"Aduh senyumnya" batun Fatimah.


Beberapa menit kemudian mereka selesai dengan makanannya. Dan hari pun sudah mulai gelap. Ketiga bersahabat itu mulai memasuki mobil ada dan segera pulang.


"Dam sepupu kamu ganteng parah ya" kata Rani.


"Iya lah. Aku kan juga ganteng parah" kata Adam.


Adam mengemudikan mobilnya. Sementara Rani duduk di belakang dan Fatimah duduk di samping Adam.


"Apa? kamu tampan?" kata Fatimah yang ikut mengejwk Adam.


"Iyalah." kata Adam dengan percaya diri nya.


"Kamu ganteng kalau di liat pakek sedotan" kata Fatimah lagi.


"Kamu Fatimah kalau ngomong suka betul" kata Rani.

__ADS_1


Ketiga sahabat itu terus bercanda di sepanjang perjalanan pulang. Persahabatan mereka sangat erat. Namun siapa sangka persahabatan itu akan segera berakhir.


__ADS_2