Tentang Cinta Kita

Tentang Cinta Kita
Bab 8 "Pertunangan"


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan Abraham. Dan semua rekan bisnis Abraham akan datang menghadiri acara itu. Baik dari dalam maupun luar negeri. Abdullah dan keluarga sudah bersiap dan acara pun akan segera di mulai.


Semua keluarga Abraham sudah berada di sana. Begitu juga dengan Rani. Rani tersenyum bahagia karena hari ini di mana perusahaan Abraham merayakan hari ulang tahun nya. Sekaligus akan menjadi pertunangannya dengan Abdullah.


Abdullah tidak mengetahui ia akan di tunangkan dengan Rani. Ia hanya tahu bahwa itu acara perusahaan saja. Dan yang mengetahui itu hanya kedua orang tua Rani dan kedua orang tua Abdullah.


Awalnya Silpi ingin memberitahu Abdullah. Namun Susan melarang nya dengan alasan kejutan untuk Abdullah. Ia juga mengatakan bahwa Rani tidak mengetahui rencana pertunangan itu. Padahal itu adalah bagian licik dari ide nya dan juga Rani.


Susan sengaja mengatakan itu pada Silpi. Karena ia tau jiwa pertunangan itu di bicarakan pada Abdullah ia yakin Abdullah pasti tidak setuju. Karena Susan sudah tau kalau Abdullah tidak mencintai Rani.


Dan ia sengaja menghasut Silpi. Mengadakan acara pertunangan Rani dan Abdullah tepat di hari ulang tahun perusahaan Abdullah. Karena di saat itu Abdullah tidak akan berani menolak. Karena banyak rekan bisnis keluarga Abraham di sana di tambah lagi dengan keluarga besar Abraham yang sangat memiliki gengsi yang sangat tinggi.


Rani sudah memakai dress yang sangat cantik dan mahal. Begitu pun dengan make up yang ia pakai sudah mendekati sempurna. Karena ia ingin mempersiapkan diri menjadi tunangan keluarga Abdullah Abraham. Ia sudah membayangkan bila itu terjadi maka ia akan di segani banyak orang.


"Rani kamu cantik sekali" puji Silvi.


"Terimakasih Bu" kata Rani.


Wajah Rani begitu berbinar karena mendapat pujian dari Silpi. Ia juga yakin suatu hari nanti Abdullah akan memuju nya dan mengatakan cinta pada nya. Rani sangat yakin setelah pertunangannya dengan Abdullah pasti Abdllah bisa mulai membukahati nya untuk diri nya.


Setelah ucapan selamat untuk perusahaan srlesai. Selanjut nya acara pemotongan kue untuk merayakan ulang tahun perusahaan. Semua karyawan di undang dalam acara itu. Dan tamu yang jadir cukup banyak. Setelah acara ulang tahun perusahaan selesai kini akan di mulai acara pertunangan Abdullah dan Rani.


"Mohom perhatian semua nya" kata Abdullah dan Silpi yang berada di samping nya.


Semua pasang mata melihat asal suara. Dan mereka bingung tentang apa yang akan di sampai kan oleh Abraham dan Silpi. Mereka semua terus memperhatikan Abdullah dan ingin mendengarkan apa yang akan Abraham sampaikan.

__ADS_1


"Di hari ini selain ulang tahun perusahaan. Kami juga akan melangsungakan pertunanga putra tunggal kami Abdullah Abrahan dan Fatimah Maharani. Anak dari salah satu rekan bisni saya" kata Abraham dengan bahagia.


Deeg!.


Abdullah yang mendengar itu semua menjadi shock. Karena ia sama sekali tidak mengetahui hal ini. Dan pertunangan dengan Rani itu sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Bahkan Abdullah sangat tidak menyukai Rani. Dan kini tiba-tiba ada acara pertunangan.


"Abdullah kemari Nak" kata Silpi.


"Rani juga" kata Silpi lagi memanggil Rani.


Abdullah diam saja mematung. Ia memandang wajah tamu yang hadir di sana. Ia bingung melakukan pertunangan itu atau tidak. Berbeda dengan Rani. Rani sudah berjalan dan berdiri di samping Silpi. Silpi menyadari dan bingung mengapa Abdullah belum juga mendekat pada nya.


"Ayo" kata Silpi menarik Abdullah.


"Bu sebentar" kata Abdullah.


"Ibu kenapa ada acara pertunangan ku dengan Rani?" tanya Abdullah.


"Loh kenapa? bukan kah kslisn saling mencintai?" tanya Silpi.


"Tidak Bu" jawab Abdullah.


"Tidak?" tanya Silpi karena ia bingung dan tidak mengerti.


Abdullah mulai menceritakan semua nya pada Silpi. Dari semua surat dan kesalah pahaman dan juga gadis yang ia cintai. Silpi shok dan ia bingung harus bagaimana setelah mendengar penjelasan dari anak nya.

__ADS_1


"Bu aku tidak mau bertungan dengan Rani" kata Abdullah.


"Tidak bisa" jawab Abraham dengan tegas.


"Kenapa apa nya yang tidak bisa?" tanya Abdullah.


"Kalau kau tidak jadi bertunangan dengan Ranu. Mau taruh di mana muka Ayah dan tadi sudah terlanjur di umumkan" kata Abdullah.


"Tapi aku tidak mau Yah. Bertunangan dengan orang yang tidak aku cintai" kata Abdullah.


"Baik lah kalau kau memang tidak mau tidak masalah. Tapi kau harus melangsungkan dulu pertunangan ini dan setelah acara ini selesai kita bicarakan secara keluarga" kata Abraham.


"Tapi Yah" Abdullah ragu.


"Ayo lah selamat kan muka Ayah dan hargadiri orang tua Rani" kata Abraham.


"Baik lah."


Setelah mereka sepakat dengan apa yang sudah mereka bicarakan kini ketiganya kembali ke tempat acara itu di mulai. Kini Rani dan Abdullah sudah berdiri di hadapan para tamu dan kedua nya mulai memasang cincin tunangan setelah itu semua tamu dan keluarga bertepuk tqnga sambil mengucapkan kata selamat.


Setelah pasang cincin itu selesai. Abdullah langgung mengundurkan diri dan meninggalkan tempat itu. Ia pergi dan menaiki mobil nya lalu mulai mengemudi cincin yang ia pakai ia lempar di jembatan yang ia lewati.


Tapi tidak dengan Rani. Rani yang masih berada di pesta itu. Ia merasa senang dan bahagia karena pertunangannya dengan Abdullah benar terjadi dan itu berkat bantuan Susan ibu nya. Begitu pun dengan Susan. Ia sangat bahagia karena orang-orang kini tau kalau ia sudah menjadi bagian dari keluarga orang ternama di negeri ini.


Tapi Silpi merasa resah karena ia bingung bagai mana nanti cara menjelas semua pada Susan tentang pertunangan itu yang hanya pormalitas untuk menyelamatkan kedua keluarga mereka dari omongan miring orang di luar nanti. Silpi hanya diam saja menanggapi ucapan kebahagiaan dari mulut Susan ia hanya mengiakan saja karena di sana masih banyak sekali tamu.

__ADS_1


Abdullah juga merasa sedikit ketegangan namun setelah pesta itu selesai ia akan mengajak Ayah dari Rani itu untuk membicarakan apa yang sebenar nya terjadi. Ada sedikit keraguan di hati Abraham. Namun mau bagaimana pun semua harus di luruskan. Ia juga takut hunungan baik antara ia dan Idris akan merenggang setelah ini.


Kini acara sudah selesai tamu mulai satu persatu meninggalkan gedung itu. Begitu juga dengan keluarga Abraham. Mereka semua mulai pulang kini Abraham dan Silpi mengajak orang tua Rani ke rumah nya terlebih dahulu karena Abraham ingin menjelaskan semua nya agar masalah nya tidak menjadi panyang.


__ADS_2