Tentang Cinta Kita

Tentang Cinta Kita
Bab 5 "Abdullah bertemu Fatimah"


__ADS_3

Abdullah bertemu Fatimah .


***


Saat ini Abdullah sedang berkutak dengan pekerjaannya. Abdullah mulai merasa lelah. Ia mulai mengangkat tangannya dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul empat sore. Abdullah merasa pekerjaan nya hari ini tidak terlalu banyak dan ia memutuskan pulang dan pekerkaannya ia lanjutkan besok.


Abdullah kini sudah berada di dalam mobil nya. Ia mulai menyalakan mobil nya. Dan mulai mengemudikannya. Tapi saat Abdullah sedang mengemudi tiba-tiba mata nya menatap Fatimah yang sedang duduk di kursi taman sendiri dengan wajah yang di tekuk. Abdullah memberhentikan mobilnya. Lalu ia berjalan mendekati Fatimah.


"Hay" kata Abdullah. Yang sudah berdiri di dekat Fatimah. Fatimah yang mendengar suara seseorang di dekat nya. Mulai mencari siapa orang yang ada di dekatnya. Fatimah mendongkak dan melihat Abdullah ada di samping nya.


"Eh" jawab Fatimah karena ia merasa sedikit gugup dan terkejut kalau ternyata Abdullah lah yang ada di dekat nya.


"Boleh aku duduk?" tanya Abdullah. Karena Abdullah melihat Fatimah hanya menatapnya saja. Dengan rasa sedikit shock di wajah wanita cantik itu.


"Em ia silah kan" kata Fatimah dengan sedikit gagu. Karena ia masih berusaha menetralkan diri nya.


Fatimah mengeser sedikit tubuhnya. Dan Abdullah mulai duduk di samping Fatimah. Pandangan keduanya menatap kendaraan yang berlalu lalang.


"Kamu sedang apa sendiri di sini?" tanya Abdullah.


"Aku hanya ingin duduk saja. Biasa nya jam segini. Rani dan Adam juga ke sini. Tapi sudah dua hari ini keduanya tidak datang mungkin mereka sedang sibuk" kata Fatimah dengan sedikit kecewa karena ia sangat merindukan kedua sahabatnya itu.


"Em" Abdullah menggaguk mengerti.


"Kamu ngapain di sini" tanya Fatimah. Karena ia pun bingun dengan apa yang di lalukan pria itu di taman.


"Tadi aku ingin pulang. Tapi aku lihat kamu di sini. Jadi aku tidak jadi pulang." kata Abdullah.


"Em" jawab Fatimah.


"Fatimah. Temani saya makan ya. Saya lapar sekali" kata Abdullah. Berbohong sedikit tidak apa. Yang penting bisa makan bersama Fatimah pikirnya.


"Makan. Kamu engga salah. Ngajak aku" kata Fatimah.


"Engga. Akutraktir kamu tenang saja" kata Abdullah.


"Wah. Kalau makan gratis aku sih engga nolak" jawab Fatimah.

__ADS_1


Akhirnya keduanya memutuskan untuk makan berdua. Mereka hanya berjalan dan menyebrang saja karena mereka saat ini tidak jauh dari sebuah Cafe. Keduanya mulai menyebrang jalan. Dengan Abdullah menggenggap tangan Fatimah. Fatimah sedikit tersentak karena Abdullah menggengam jemarinya dengan erat. Saat akan menyebrang jalan.


Fatimah merasa aneh. Dengan apa yang di lakukan Abdullah. Tapi ia diam saja. Ia berpikir mungkin itu bentuk dari persahabatan tidak lebih. Yang Fatimah tau Abdullah itu menyukai sahabat nya Rani. Jadi ia tetap berusaha untuk menenangkan pikirannya.


Kini keduanya mulai memasuki Cafe itu. Abdullah masih mengenggam tangan Fatimah. Sepertinya Abdullah sangat senang memegang tangan Fatimah. Fatimah menghentikan langkahnya. Abdullah bingung. Karena mereka sudah di dekat kursi namun mengapa Fatimah bukan langsung duduk. Tapi malah berdiri diam di dekat kursi itu.


"Kenapa?." Tanya Abdullah.


"Aku mau duduk" kata Fatimah.


"Ya sudah ayo duduk" kata Abdullah.


"Ya aku gimana mau duduk. Kamu terus pegang tangan aku kuat begini" Kata Fatimah sambil mengangkat tangannya yang memperliatkannya pada Abdullah.


Abdullah menyadari kebodohan nya dengan cepat ia melepas tangan Fatimah yang ia genggam. Dan tertawa dengan terpaksa karena merasa malu.


"Kenapa nyaman ya" goda Fatima. Fatimah menarik kursi lalu duduk. Begitu juga dengan Abdullah keduanya duduk saling berhadapan.


"Iya. Dan aku takut" kata Abdullah.


"Takut kenapa?" tanya Fatimah.


Deeg!.


Jantung Fatimah mendadak berdetak kencang. Wajahnya mulai memerah seperti udang rebus. Hanya karena kata-kata sederhana yang di ucapkan Abdullah.


"Issh. Kamu ya. Modus" Kata Fatimah sedang berusaha menetral kan dirinya.


"Aku serius" kata Abdullah.


"Oh ya?" tanya Fatimah. Medekat kan wajahnya kearah Abdullah yang memandang nya. Dengan meja yang mejadi pemisah keduanya. Tangan Fatimah berada di atas meja.


"Iya" jawab Abdullah. Abdullah juga memajukan wajahnya. Namun Abdullah tidak berniat memberhentikannya seperti Fatimah. Wajah nya terus mendekat pandangan wajanya pokos pada bibir Fatimah.


"Pak mau pesan apa?" tanya seorang pramusaji ternyata sudah berdiri di ujung meja Fatimah dan Abdullah tempati.


Huuft.

__ADS_1


Abdullah menarik napas nya panjang. Karena Pramusaji itu sudah membuat nya malu. Abdullah menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sementara Fatimah masih bingung kenapa tadi Abdullah terus mendekatkan wajah nya.


Abdullah dan Fatimah mulai memesan makanan. Dan tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang. Keduanya makan dalam diam. Abdullah terus mencuri-curi pandang pada Fatimah. Karena memang tujuannya mengajak Fatimah ke tempat itu. Agar ia bisa memandang lama waja cantik itu dan lebih dekat dengan Fatimah.


"Kamu kenapa?" tanya Fatimah. Karena Fatimah baru menyadari ternyata Abdullah terus memperhatikannya.


"Aku cuman lagi liat bidadari yang sedang makan di hadapan aku" kata Abdullah. Sambil menaik turun kan alis nya menggoda Fatimah.


"Oh ya?" tanya Fatimah seolah mengejek Abdullah.


"Kamu janga banyak senyum dong" kata Abdullah.


"Kenapa?" tanya Fatimah.


"Senyum kamu bisa meruntuhkan iman ku" kata Abdullah.


"Ahahahahaha" Fatimah tertawa lucu mendengar gombalan Abdullah.


"Kenapa tertawa tanya Abdullah" karena Fatimah terus menertawai nya.


"Lucu. Memangnya ada orang merasa lucu. Tapi ia menangis?" tanya Fatimah memutar bola matanya.


Abdullah diam. Ia tersenyum samar melihat wajah Fatimah yang sedang tertawa lepas di hadapannya. Entah mengapa Abdullah seperti menemukan ketenangan di dalam diri Fatimah. Dan ada rasa takut kehilangan bila Fatimah jauh di pandangan mata nya.


"Kamu jangan liatin aku terus. Nanti jatuh cinta" goda Fatimah.


"Aku memang sudah jatuh cinta pada mu. Sejak kita pertama kali bertemu" kata Abdullah dengan wajah seriusnya.


Uhuk Uhuk Uhuk!.


Fatimah tersedak makanan yang sedang ia kunyah. Karena shock mendengar jawaban Abdullah.


"Ini minum" Abdullah memberi segelas air putih miliknya pada Fatimah.


Fatimah menerima gelas itu dan mulai mendeguk air nya. Fatimah berusaha mengendalikan diri nya dan ia yakin Abdullah saat ini sedang bercanda. Karena Fatimah tau Abdullah menyukai sahabat nya. Dan tidak mungkin itu tulus dari hati Abdullah.


"Kamu kalau bercanda jangan kelewat batas dong. Aku kan jadi kaget!" kata Fatimah mengerucut kan bibir nya.

__ADS_1


"Fatimah bibir nya biasa saja. Jangan seperti itu. Pertahan ku bisa benar-benar runtuh kalau begini" kata Abdullah dengan susah payah ia mengendalikan dirinya. Karena setiap gerak gerik yang di tunjukan oleh Farimah. Itu sangat berpengaruh pada diri Abdullah. Entah mengapa setiap melihat Fatimah ia merasa iman nya sedikit goyah.


__ADS_2