Tentang Cinta Kita

Tentang Cinta Kita
Bab 7 " Fatimah tulus vs Rani licik"


__ADS_3

Setelah kepergian Abdullah dari rumah Rani. Rani mulai menangis dan berlari ke arah kamar nya. Di sana ia menangis sejadi-jadi nya. Susan yang baru saja pulang merasa hawatir karena mendengar suara Rani yang berteriak. Dengan cepat Susan berlari menaiki tangga dan menemui Rani.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Susan.


"Bunda" kata Rani sambil memeluk Susan. Susan juga membalas pelukan Rani.


Susan mulai menjaukan tubuh Rani. Agar ia bisa melihat wajah anak nya. Dan ia pun ingin bertanya apa yang terjadi pada anaknya.


"Kamu kenapa?" tanya Rani.


"Bunda hiks hiks hiks" bukan nya menjawab pertanyaan Susan tapi Rani malah semakin histeris.


"Rani ada apa?" kata Susan semakin penasaran.


"Bunda Rani harus bagai mana ternyata Abdullah tidak mencintai Rani" kata Rani.


"Maksud nya bagai mana? Bunda tidak mengerti. Bukan kah kamu sudah menerima surat-surat dari nya?" tanya Rani bingung.


Rani mulai menceritakan tentang kesalah pahaman dan tentang semua surat-surat itu. Yang sebenar nya di kirim untuk sahabat nya Fatimah.


"Apa?" kata Susan dengan kanget ia sangat shock mendengar kalau ternyata Abdullah menyukai sahabat Rani.


"Ya Bun hiks hiks hiks" kata Rani terus menangis.


"Enggak-enggak. Abdullah harus menikah dengan mu. Dan Bunda akan membuat kalian menikah apa pun caranya" kata Susan.


"Benarkah Bunda?" tanya Rani.


"Iya. Bunda dari dulu memang ingin menjadi bagian keluarga Abdullah. Kamu tau kan Rani keluaraga Abraham itu keluarga sangat berpengaruh dan perusahaan Ayah mu pun akan semakin maju bila orang-orang tau kamu menikah dengan Abdullah" kata Susan.


"Tapi Abdullah tidak mencintai Rani Bun" kata Rani.


"Lalu apa kamu mencintai Abdullah?" tanya Rani.


"Iya Bun"jawab Rani.

__ADS_1


"Apa kamu mau menikah dengan nya?" tanya Rani lagi.


"Iya Bunda Rani mau" jawab Rani dengan semangat.


"Bagus. Kalau begitu kamu tidak usah sedih kamu akan menikah dengan Abdullah. Dan Bunda yang akan mengatur semua nya" kata Susan.


Susan tadi nya memang shock. Mendengar kalau Abdullah tidak mencintai Rani. Tapi Susan tidak akan membiarkan Abdullah menikah dengan orang lain. Karena Susan sudah sangat ingin masuk ke dalam keluarga Abraham. Itu memang sudah menjadi impian nya sejak dulu.


Dan banyak teman-teman arisan yang lain nya juga menjodoh-jodoh kan Abdullah dengan putri mereka tapi belum satu pun yang berhasil memikat hati Abdullah. Dan Susan tidak akan mau kalah dengan teman-teman nya itu ia sudah terbiasa menjadi pemenang. Dan ia akan melakukan segala cara asal bisa masuk ke dalam keluarga Abdullah.


"Bunda yakin bisa membuat Aku dan Abdullah menikah?" tanya Rani.


"Iya. Dan kamu tau Rani? Tadi Bunda dan Ibu nya Abdullah sudah membicarakan pertunangan mu dengan Abdullah" kata Susan kepada Rani.


"Bunda serius?" tanya Rani dengan wajah ceria nya.


"Iya. Dan pertunangan itu akan berlangsung dua hari lagi. Tepat di saat pesta utang tahun perusahaan Abraham. Dan Abdullah tidak akan bisa menolak. Karena ia pun akan tau saat pesta itu berlangsung. Kecuali ia mau menjatuhkan keluarga nya. Dan itu tidak akan mungkin kamu tau kan Tuan Abraham itu siapa dan Abdullah tidak akan menentang tuan Abraham." kata Susan dengan seringai licik nya.


"Waw dan itu artinya aku akan menjadi tungan Abdullah" kata Rani.


"Iya" kata Susan dengan rencana-rencana licik nya.


Di waktu yang sama.


"Fatimah Aku sangat mencintai mu" kata Abdullah.


Setelah Abdullah tadi menemui Rani di rumah nya. Kini Abdullah sudah berada di rumah Fatimah. Setelah sebelum nya ia menyakan pada Adam alamat Fatimah. Dan kini kedua nya sedang duduk di taman bunga milik Fatimah yang terletak di samping rumah nya.


"Tapi maaf Abdullah. Aku tau Rani sangat menyukai mu dan dia berpikir bahawa kau mencintai nya" kata Fatimah.


"Tapi aku tidak mencintai nya Fatimah" kata Abdullah.


"Aku tidak akan pernah mengorbankan persahabatan ku Abdullah" kata Fatimah.


"Lalu apa kau akan mengorbankan cinta mu?" tanya Abdullah.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" tanya Fatimah.


"Kata kan kalau kau tidak mencintai ku" kata Abdullah.


Fatimah diam tidak menjawab. Bahkan ia sudah tidak berani menatap wajah Andullah. Apa lagi dengan pertanyaan Abdullah. Karena memang sejak awal bertemu keduanya sudah saling merasa ketertarikan mana mungkin saat ini Fatimah mengataka kalau ia tidak mencintai Abdullah. Itu sangat berbalik sekali dengan perasaan nya pada Abdullah.


"Kenapa kau diam Fatimah?" tanya Abdullah.


"Aku ....." kata Fatimah yang bingung harus melanjutkan ucapan nya atau tidak.


"Kau pun mencintai ku. Itu kan yang mau kau katakan?" kata Abdullah dengan yakin.


"Tapi ...." kata Fatimah masih bingung untuk mengatakan ia atau tidak.


"Aku tau Fatimah. Aku tau dari cara mu menatap ku. Aku bukan lelaki bodoh yang tidak mengerti arti dari tatapan mu saat melihat ku" kata Abdullah.


"Iya aku memang mencintai mu." jawab Fatiamah.


"Terimakasi Fatimah" Abdullah langsung memeluk Fatimah dengan sangat erat begitu pun dengan Fatimah cukup lama kedua nya saling berpelukan setelah mengutarakan perasaan masing-masing.


"Tapi bagai mana dengan Rani ?" tanya Fatimah yang masih menghawatir kan perasaan sahabat nya itu.


"Kalau dia memang tulus bersahabat dengan mu. Dia tidak akan marah atau membuat mu meninggal kan ku. Kecuali dia bukan lah sahabat mu yang tulus maka dia pasti akan menentang hubungan kita walau pun ia tau kita saling mencintai" jawab Abdullah meyakin kan Fatimah.


Fatimah mengangguk. Wanita berhati mulia itu selau memikirkan perasaan orang lain. Ia tidak mau persahabatan nya hancur hanya karena satu laki-laki ia lebih memilih mengalah dari pada harus menghancurkan persahabatannya.


"Baik lah. Tapi bila Rani ingin kita berpisah aku akan meninggal kan mu" kata Abdullah.


"Tidak kau tidak akan pernah meninggal kan mu. Kalu pun Rani tidak menginginkan hubungan kita. Dia bukan siapa-siapa dan dia tidak ada hak untuk menentang hubungan kita!" kata Abdullah dengan tegas.


"Tapi dia sahabat ku" kata Fatimah.


"Aku tidak perduli. Dia tetap bukan siapa-siapa dan kita tidak butuh restu dari nya" kata Abdullah.


"Tapi"

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian. Dia hanya sahabat bukan orang tua kita. Jadi kau tidak usah memikirkan orang yang tidak ada hubungannya dengan kita" kata Abdullah.


Fatimah diam ia tidak tau harus menjawab apa. Walau pun apa yang Abdullah katakan benar. Namun tetap saja ia dan Rani sudah seperti saudara dan ia sangat menyayangi Rani denga tulus. Fatimah tidak tau kalau sahabat yang ia anggap tulus akan berusaha untuk menghentikan hubungannya dengan Abdullah.


__ADS_2