Tentang Cinta Kita

Tentang Cinta Kita
Bab 2 " Surat"


__ADS_3

Surat


***


Keesokan hari nya.


Pagi-pagi sekali Abdullah datang ke rumah Adam. Bukan tanpa alasan ia mendatangi rumah sepupunya itu. Tapi ia ingin mengetahui tentang sahabat Adam yang bernama Fatimah. Semenjak pertemuan mereka kemarin Abdullah terus memikirkan wanita itu. Hingga otak nya di penuhi bayangan wajah Fatimah.


Kini Abdullah sedang berada di kamar Adam. Adam yang baru bangun tidur sedikit terkejut karena bangun tidur Abdullah sudah berada di kamar nya.


"Kamu ngapai pagi-pagi kesini" tanya Adam. Sambil memeluk guling dan memperbaiki selimut nya.


"Dam. Cewek yang kemarin udah punya pacar belom" tanya Abdullah.


"Yang kemaren" gumam Adam.


Adam mulai mengingat orang ya di temui Abdullah kemarin.


"Rani kaya nya" batin Adam.


"Oh belom. Dia masih jomblo" kata Adam.


"Wah ada peluang dong" kata Abdullah.


"Pepet tros. Jangan kasih kendor" kata Adam.


"Dam nanti kamu ketemu dia. Kasih surat dari aku ini ya" kata Abdullah. Yang meberikan sebuah Amplop bermotip pada Adam.


"Wah sudah tidak sabar rupanya" Adam menggoda Abdullah.


***


Beberapa saat kemudian.


Kini Adam sedang menjemput Fatimah di rumah nya. Karena mereka hari ini ingin membatu Adam bekerja di perusahaan Ayah nya. Dan hari pertama bekerja Adam ingin mengajak Fatimah dan Rani. Orang tua Fatimah dan orang tua Adam adalah sahabat semenjak mereka kecil. Karena mereka dulunya Adalah tetangga.


Setelah mereka menikah. Kini mereka mulai berjauhan. Dan kedua orang tua itu bermaksud. Menjodoh kan Fatimah dan Adam. Karena orang tua mereka yakin. Kedua orang itu akan bahagia bila hidup bersama. Apalagi itu bisa membuat persahabatan orang tua mereka itu tidak akan terputus.

__ADS_1


"Bu Fatimah ada" tanya Adam pada ibu dari Fatimah.


"Ada. Kamu panggil saja sendiri di kamar nya ya" kata Ibu dari Fatimah itu.


Adam memang sudah biasa begitu. Kalau menemui Fatimah ia akan langsung mengetuk sendiri kekamarnya. Tapi Adam tidak pernah masuk ke dalam. Karena Adam tau batasannya. Walau pun mereka sudah seperti saudara.


Di situ lah salah satu Alasan mengapa. Orang tua Adam dan Fatimah menjodohkan mereka. Karena kedua nya sudah sangat dekat. Tapi Adam tidak setuju dengan perjodohan Itu. Karena dia memiliki kekasih. Tapi ia belum mengatakan semua nya ia ingin berbicara dulu dengan Fatimah. Ia tidak ingin Fatimah salah paham dan persahabatam mereka hancur.


"Fatimah" Adam memanggi Fatimah dari luar kamar.


"Ya aku keluar" kata Fatimah.


Clek!.


Fatimah membuka Pintu.


"Ayo" Adam langsung menarik tangan Fatimah.


"Oke" jawab Fatimah.


Adam terus memegang tangan Farimah hingga orang tua Fatimah melihatnya. Kedua orang tua itu tersenyum melihat Adam dan Fatimah. Mereka tidak tau kalau Adam menolak perjodohan itu karena Adam sudah memiliki kekasih bernama Kiara.


"Hay" Fatimah menyapa Rani.


"Hay" kata Rani.


Rani langsung memasuki mobil Adam. Duduk di kursi bagian belakang. Setelah beberapa menit kini ketiganya sampai di Perusahaan milik keluarga Adam.


Adam, Farimah, dan Rani turun dari mobil. Dan ketiga nya mulai berjalan memasuki gedung itu. Sampai Akhirnya mereka masuk keruangan Adam. Dan ketiga nya duduk di kursi ruangan itu.


Tiba-tiba Adam mengingat sesuatu. Mengingat kalau Abdullah mengirim kan surat. Adam mengambil surat itu dari dalam saku nya. Dan membolak balik surat itu. Tapi ia tidak menemukan nama siapa-siapa. Jadi Adam berpikir surat itu untuk Rani. Karena Adam menyebut kata cewek yang kemarin dan kemarin Abdullah menabrak Rani jadi Adam yakin kalau surat itu untuk Rani.


"Surat ya" Tanya Rani karena ia melihat Adam sedang memegang sebuah amplop bermotip.


"Ia" jawab Adam.


"Dari siapa" tanya Fatimah.

__ADS_1


"Dari Abdullah. Tapi aku bingung karena di sini engga ada di tulis buat siapa. Tapi dia nyebut cewex kemarin" kata Adam.


"Itu pasti untuk aku" kata Rani. Rani menarik surat itu dari tangan Adam dan mulai membuka nya.


"Aku juga berpikir begitu" kata Adam.


Fatimah yang mendengar pembicaraan ke dua orang itu mulai merasa sedih. Karena jujur saja Fatimah juga jatuh hati pada Abdullah. Sejak pertemuan mereka kemarin. Tapi sayang ternyata Abdullah menyukai Rani bukan dirinya. Fatimah tetap tersenyum seolah ia hanya biasa-biasa saja dan tidak ada masalah.


Sedang kan Rani mulai membuka Amplop itu. Dam menarik keluar kertas yang berada di dalam Amplop itu. Wajah Rani berbinar. Senyum nya melebar setelah membaca isi dari Amplop itu.


Tanpa ia ketahui kalau surat itu bukan untuk nya. Rani sangat senang karena ia merasa cintanya terbalas dan tidak lama kemudian. Ada seseorang yang datang keruangan Adam. Dan orang itu adalah Abdullah.


"Hay" sapa Abdullah pada tiga orang itu.


"Hay. Juga Abdullah" sapa Rani.


Di antara yang lain nya Rani lah yang paling antusias di sana. Rani terlalu bahagia setelah mendapat surat dari Abdullah. Tapi Abdullah tidak tau kalau surat yang ia kirim untuk Fatimah ternyata Rani yang menerimanya.


"Bagaimana Dam?" tanya Abdullah. Maksud Abdullah tentang surat nya tadi pagi.


"Udah" jawab Adam singkat.


Abdullah melihat ke arah Fatimah yang sedang duduk di sofa. Fatimah tersenyum pada Abdullah dan Abdullah juga tersenyum pada Fatimah. Lalu tiba-tiba Rani berdiri di samping Abdullah dengan rasa hati yang sangat bahagia.


"Abdullah mau aku buatin kopi?" tanya Rani.


"Boleh" kata Abdullah.


Abdullah duduk di kursi saling berhadapan dengan Fatimah. Hati nya begitu bahagia karena surat nya sudah di terima oleh Fatimah. Begitu lah yang Abdullah pikir.


Tidak berselang waktu yang lama Rani lembali ke ruangan itu. Dengan napan di tangan nya. Yang berisi empat gelas kopi. Dan Rani mulai menghidangkan kopi itu di meja. Abdullah tersenyum pada Rani saat Rani meletak kan gelas pertama di hadapannya.


"Terimakasih" kata Abdullah sambil tersenyum tulus pada Rani.


"Sama-sama" kata Rani.


Rani sangat bahagia karena ia pikir Abdullah menyukainya. Bahkan setelah duduk pun Rani tetap melihat pada Abdullah apa lagi bila Rani mengingat tentang surat itu dan isi dari surat itu. Yang penuh dengan rayuan dan pujian. Yang ia pikir itu memang untuk nya.

__ADS_1


Berbeda dengan Fatimah. Fatimah murung dan sedikit sedih. Karena jujur saja saat Abdullah tersenyum pada nya. Di saat pertemuan mereka untuk pertama kalinya itu. Fatimah merasa senyuman itu. Adalah bentuk rasa ketertarikan Abdullah pada nya. Namun teenyata ia salah. Begitu lah yang saat ini di pikirkan Fatimah yang ternyata Rani lah yang di sukai Abdullah.


__ADS_2