Tentang Cinta Kita

Tentang Cinta Kita
Bab 9 "Pembatalan pertunangan"


__ADS_3

Kini keluarga Abdullah dan keluarga Rani sudah berkumpul di rumah besar Abraham. Tadi setelah pesta selesai Abraham memita Idris untuk ke rumah mereka dulu untuk membicarakan hubungan Rani dan Abdullah.


Abdullah juga sudah berada di sana. Wajah nya hanya biasa saja bahkan ia sama sekali tidak melirik Rani sedikit pun. Di hati nya hanya ada rasa kesal dan benci. Karena pertunangan yang tadi baru di langsungkan.


Tapi tidak dengan Rani. Rani terus tersenyum karena ia pikir pertemuan ini untuk membicarakan pernikahannya dengan Abdullah dan wajah tidak bisa ia tutup pi. Bahkan kini ia duduk di samping Abdullah yang tidak menganggap keberadaan nya sedikit pun.


"Baiklah tuan Idris ini menyangkut kesalah pahaman antara kedua anak kita" kata Abraham pada Indris ayah Rani.


"Salah paham tuan Abraham?" tanya Idris. Karena ia belum mengetahui apa-apa.


"Ya dan Abdullah sudah menjelaskan semua nya" kata Abraham.


"Ia tuan Indris saya tidak bisa menjadi tunangan Rani. Karen saya memang tidak ada hubungan dengan putri anda" kata Abdullah.


Rani yang duduk di samping Abdullah merasa shock mendengar ucapan Abdulla. Senyumnya hilang begitu saja karena ucapan Abdullah yang ia tidak sangka sama sekali. Ia sudah berpikir Vano mau bertunangan dengan nya dan akan belajar mencintai nya namun ternyata hayalan jauh dari kenyataan.


"Tapi kita sudah bertunangan" kata Rani.


"Aku hanya melakukan itu karena terpaksa dan aku melakukan itu untuk mengelamatkan orang tua ku dan orang mu. Itu saja dan aku tidak mengetahui sama sekali perihal pertunangan ini!!" kata Abdullah dengan tegas.


"Abdullah kau sudah menghina kami dengan membatalkan pertunangan ini!!!" kata Susan dengan emosi.


"Jeng Susan kami minta maaf. Tapi semuanya bisa kita bicarakan baik-baik dan cinta memang tidak bisa di paksakan" kata Silpi berusaha menenangkan Susan.


"Sekali lagi kami minta maaf. Dan saya tidak bisa memaksa Abdullah dalam hal menyangkut masadrpan nya. Saya memberi kebebasan untuk Abdullah memilih sendiri siapa calon istri nya. Dan bila dia tidak mau maka saya tidak bisa memaksa nya" kata Abraham.


"Tapi tuan saya malu sekali jika orang di luar sana tau pertunangan mereka batal" kata Indris.


"Sekali lagi kami mohon maaf tuan Idris" kata Abraham.


"Tidak aku tidak mau pertunangan ini batal" kata Rani.


Abdullah tidak ingin banyak bicara baginya itu sama sekali tidak penting. Ia pergi meninggalkan semua keluarga yang sedang duduk di ruang tamu itu. Ia lebih memilih keluar dan pergi kerumah Adam. Namun saat ia akan membuka pintu mobil nya Rani ternyata mengikutinya.


"Kau mau ke mana?" tanya Rani.

__ADS_1


"Bukan urusan mu" kata Abdullah.


"Aku tunangan mu dan urusan mu menjadi urusan ku" kata Abdullah.


"Maaf Rani tapi aku tidak pernah mengingankan untuk bertunangan dengan mu. Dan aku tidak tertarik dengan mu" kata Abdullah.


"Lalu kau tertari dengan siapa? Dengan Fatimah iya!!" kata Rani sambil berteriak di hadapan Abdullah.


"Iya dan aku sangat mencintai nya" kata Abdullah.


"Apa yang kau lihat dari Fatimah? dia tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan aku!!" kata Rani.


"Iya dia terlalu sempurna kalau di banding kan dengan wanita iblis seperti mu" kata Abdullah.


"Kau mengatakan aku iblis dan dia wanita baik begitu?" tanya Rani.


"Ya"


"Kenapa kau mengatakan seperti itu?" kata Rani.


"Kau tau sahabat yang baik akan berkorban demi sahabat nya. Dan itu lah yang ia lakukan Fatimah memita ku untuk belajar mencintai mu dan melupakan dia pahadal dia juga mencintai ku. Tapi lihat diri mu. Kau malah memaksa orang yang tidak mencintai mu untuk hidup dengan mu. Bahkan kau tidak memikirkan perasaan sahabat mu sendiri" kata Abdullah.


"Kau gila minggir" kata Abdullah mengeser tubu Rani yang menghalagi jalan nya.


"Abdullah" kata Susan yang berada di belakang Abdullah.


"Susan sudah lah" kata Indris.


"Kau tidak bisa melakukan ini. Aku sangat malu pada keluarga besar ku bila pertunangan ini batal" kata Susan.


"Maaf Bu saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini" kata Abdullah.


Abdullah menaiki mobil nya dan ia pergi meninggal kan mereka yang berdiri di halaman rumah nya. Ia sangat malas berdebat hal yang tidak jelas apa lagi bila harus berbicara dengan Rani.


Dan kini tinggal Rani yang menagis mendudukan diri nya di halaman rumah Abdullah. Silpi mendekati Rani dan ia todak ingin ada permusuhan antara keluarga nya dan keluarga Rani.

__ADS_1


"Bangun nak" kata Silpi.


"Bu Rani tidak mau pertunagan ini batal" kata Rani sambil terus menangis.


"Ia nanti kita bicara kan lagi" kata Silpi.


"Jeng kami tidak akan melupakan penghinaan ini!!" kata Susan.


"Kami tidak menghina keluarga jeng Susan. Tapi kami tidak bisa memaksa Abdullah masalah siapa istri nya itu bukan hak kami untuk ikut campur" kata Silpi dengan suara lembut nya karena ia memang terlahir dengan wanita lembut dan rendah hati.


"Rani ayo pulang" Susan menaril tangan Rani dan mulai masuk kedalam mobil.


"Kami permisi tuan Abdullah" kata Indria.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan Indris" kata Abdullah dengan berusaha merendahkan diri nya. Karena mereka bersahabat sudah cukup lama dan kedua nya tidak mau persahabatan itu terputus begitu saja karena permasalahan ini.


Susan dan Indri pergi dari rumah Abraham. Rani tidak bisa menghentikan tangisannya ia terus saja menangis di dalam mobil itu. Idris bingung harus bagaimana ia pun tidak mengerti semua ini bisa terjadi. Padahal ia sudah sangat bahagia bisa berbesanan dengan keluarga Abraham.


"Sudah Rani" kata Susan.


"Bun aku tidak mau pertunangan nya batal" kata Rani.


"Pertunangan mu tidak akan batal" kata Susan.


"Apa maksud Bunda?" tanya Indris sambil mengemudi.


"Aku tidak akan membiarkan pertunangan ini batal. Itu sama saja mereka menghina kita" kata Silpi.


"Sudah lah Bunda tidak baik memaksa kan kehendak" kata Idris.


"Diam Rani Bunda pastikan kau akan menikah dengan Abdullah" kata Susan.


"Apa itu benar Bu?" kata Rani mulai menghentikan tangisannya.


Susan diam ia mulai merencanakan sesuatu di otak nya. Ia sudah sangat terobsesi dengan menjadi kan Abdullah menantu nya. Dan ia akan membuat agar Rani dan Abdullah bisa menikah. Walau pun harus dengan cara menjebak Abdullah itu tidak masalah bagi nya .

__ADS_1


"Bunda serius kan?" tanya Rani.


"Iya dan kau tidak perlu menangis" kata Susan.


__ADS_2