
Pagi hari saat semua orang sudah bangun dari tidurnya dan memulai aktifitas pagi mereka.Roipah malah masih malas-malasan di kamar bersembunyi di bawah sarung yang sengaja di buka jahitanya agar lebih lebar bila di pakai selimut.
Suara burung yang mengoceh dari pagi tak membuatnya tergelak bangun. Sampai suara khas dari bapaknya yang mulai risih melihat Roipah masih bersembunyi di balik selimutnya.
"Mbok ndang tanggi kono gek adang mengko mengko lek anak,e tanggi ben ndang sarapan."
[Cepetan bangunterus masak nasi nati kalau anak-anak bangun biar cepat bisa sarapan]
Dengan malas Roipah bangun dan segera mandi plus ganti baju. Setelah itu segera menuju dapur mengambil beras mencucinya kemudian mulai menyalakan api untuk memasak di 'lueng' (tungggu tradisional) yang selama ini setia menemani saat memasak Roipah.
Pagi ini cuaca lumayan cerah setelah beberapa hari lalu hampir setiap pagi selalu gerimis. Kerena memang akhir-akhir ini cuaca di daerah ini lagi tidak bisa di prediksi kadang dua hari hujan 3 hari panas za seperti itulah ngak menentu.
Setelah 1 jam bergelut di depan 'lueng akhirnya nasi liwet sudah matang kebetulan hari ini ada sedikit sisa mi kriting yang di beli kemarin. Yang bisa di masak untuk pelengkap nasi yang sudah di masak Roipah.
Selesai mengolah mi suara ramai mulai terdengar dari dalam rumah atau lebih tepatnya dari kamar.Adadua bocil yang baru bangun tidur yang satu bangu langsung menuju kamar mandi sambil membawa handuk nya.Satunya memangil-mangil Emak nya.
"Mak... emak di mana...... emak........." pangil Lestari anak kedua Roipah.
__ADS_1
"Emak di dapur dek." jawab Roipah sambil meneruskan memasak.
"Kakak mana." sahut nya.
"Kakak mandi kamu mandi gih udah siang trus sarapan." jawab Roipah
Akhirnya Lestari pun minta tolong untuk melepaskan bajunya dan berangkat mandi.
Selesai dengan rutinitas mandi Lestari dan Yoga anak suling Roipah itu pun akhirnya mereka sarapan.
Selesai sarapan anak-anak Roipah meminta ijin untuk bermain bersama dengan anak-anak di kampung nya.
Hari sudah siang setelah selsai mencuci semua pakaian kotornya. Roipah melihat HP nya untuk mengecek apakah hari ini ada yang membeli di OLS nya.
Roipah pun mulai membuka mensos yang iya miliki walau pun hanya ada Facebook dan Whassap yang ia miliki karena memang HP nya tergolong yang agak jadul.
Walau begitu Riopah tetap bersyukur karna ia masih di beri kesempatan punya HP. Meski hanya WA dan FB itu sudah lebih dari cukup untuk Riopah untuk menunjang informasi dari sekolah kedua anaknya dan mencari rezeki.
__ADS_1
Walau pun hidup dengan kesedehanan Roipah dan keluarganya tetap marasa bersyukur atas apa yang tuhan beri kepada mereka karna ia yakin bahwa tuhan tak kan pernah membiarkan mahluknya 'kekurangan' kalau kita slalu berdoa dan slalu berusaha Insya Allah rezekiitu akan datang dari arah mana saja dan lewat lantaran siapa saja.
Kita manusia wajib nya berusaha dan segala keputusan biarlah sanga pencipta yang menentukan hasil akhir dari pekerjaan kita. Yakin aja semua usaha tak kan pernah menghianati ahsil yang akuan kita dapat kelak. Sekeras apapun kita berusaha kalau tuhan belum merasa kita pantas untuk menerimanya maka apa yang kita inginkan juga ngak akan bisa terjadi tapi bila tuhan tlah merasa kita pantas maka semua akan terjadi dengan kehendak nya.
Autour :
Mohon maaf bial ada salah salah kata dalam menulis atau pun nenyinggung perasaan para pembaca kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
jangan lupa
Like
Shyare
Dan
__ADS_1
Komenya za
Untuk menambah semangat Autour terima kasih