
Malam minggu bagi sebagian orang banyak yang jalan-jalan menikmati indahnya malam dan gemerlap lampu di jalan atau bisa juga digunakan utuk berkumpul dengan keluarga seperti halnya yang di lakukan oleh Roipah dan anak-anaknya. Mereka bermain dan bercanda tawa bersama di ruang tamu dengan beralaskan tikar.
"Mak ayo ayun-ayun." Tari merengek
"Sebentar ambilkan bantal dulu buat Emak." saut Roipah
"Oke." Yoga dan Tari serempak.
Mereka berlari ke kamar mengambil bantal setelah itu menyerahkan kepada Roipah.
Roipah pun segera berbaring dan mengangkat kedua kakinya untuk bermain ayunan kaki.
"Adek dulu." Tari berlari ke arah Roipah.
Tari berayun di kaki Emaknya.
Setelah beberap ayunan.
"Dek ganti kakak za, gantian." Yoga mendekat.
"Dek gantian kakak za." Roipah membenarkan.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian di depan pintu seperti ada tamu.Merkapun berhambur mendekati pintu dan membukanya.
DAN
"Pak Poh........... (Paman)." seru Yoga.
"A Poh............ (paman anak kecil)." seru Tari.
Serempak
"Assalamualaikum." Jais Kakak Roipah.
"Wa'alaikum salam.... " Jawab Tari, Yoga, dan Roipah serempak.
" Iya Pak poh biar cuci kaki dulu dan istirahat." Roipah memberi nasehat pada anak-anaknya.
Jais pun masuk dan dan bersalaman dengan kedua keponakannya.
.Kedua anak Roipah sanagat bahagian ketika melihat 'Pak poh' mereka pulang karena memang dia lah yang mengantikan sosok Bapak yang selama ini hilang dari kehidupan mereka terutama Tari yang dari kecil dia tidak pernah Tari yang dari kecil sudah tidak pernah bertemu Bapaknya lagi.
Flas back :
__ADS_1
Saat Tari berusia tuju bulan.
"Mas kenapa sekarang jarang ke sini biasanya setiap hari mas kesini. Kasian Tari sering nanggis kalo mas ngak kesini." keluh Roipah
"Aku sibuk lagi ada kerjaan di luar kota. Kamu kan tau aku kerjaannya di bangunan sering pindah sana sini." jawab Fais bapaknya Tari.
"O... gitu tapi kan seengakny mas bisa ngasih kabar ke aku kalo misal 'pean' (kamu) ada kerjaan di luar kota." Roipah mencoba minta penjelasan.
"HALAH kamu itu cuma bisa nyalahin aja ngak bisa ngerti." Fais dengan nada kasar.
"Bukan begitu mas aku juga sering di tanya sama kak Jais kapan ngesahin pernikahan kita. Mas kan udah janji bakal nikahin secara SAH lagi tetangga juga udah mulai desas-desus ngomongin kita dan keluarga aku. Mas fais kan tau sendiri aku udah pernah jadi janda sebelum nikah SIRI sama mas Fais. Mangkanya aku dan keluarga ku pengen semuanya jelas dan sah secara hukum." jelas Roipah kepada Fais.
"Udah ngak usah mikir kata tetangga yang pengting aku tanggug jawab sama anakku." Fais dengan nada tinggi.
"Bukan aku ngak percaya samakamu kalau kamu tanggung jawab sama anak kamu tapi kasian Tari mas dan juga masa depannya ingat mas kamu janji kan kalau mas bakal jadi bapak sambung yanh baik buat Yoga dan menjadi bapak yang baik untuk anak kita." mencoba menjelaskan.
"Aku ngak pernah lupa itu. Tapi kamu juga harus ingat aku janji ngesahin kamu ke KUA setelah kakak ku menikah jadi aku belum bisa ngasahin kamu sekarang." Jawab Fais.
Tak lama kemudian terdengar suara Tari menangis dari dalam kamar.
"Eh cantik nya bapak sudah bangun sayang." Fais mengendong Tari. Tak berapa lama Tari pun dian di gendong..........
__ADS_1
Tak lama