Terima Kasih Hadirmu

Terima Kasih Hadirmu
6


__ADS_3

"Bukan aku ngak percaya sama kamu mas tapi kan kamu tau sendiri bagaimana aku memperjuangkan motor itu sampek aku harus kerja siang malam buat mempertahankan itu biar ngak sampek ke tarik diler." jelas roipah.


"ya ya ya.. aku tau semua." jawab Fais enteng.


Karena memang Fais tau bagai mana Roipah mempertahankan motor metik beet warna hitam yang selama ini di bawa oleh Fais. Tapi Fais begotu mudah mengadaikan tanpa sepengetahuan Roipah


Dua hari kemudian Jais pulang dan menayakakan motor yang di bawa oleh Fais.


"Gimana motornya udah kamu minta dari fais." tanya Jais.


"Udah mas tapi keta dia motornya di gadai kan sama Fais". Roipah dengan nada pelan dan gemetar karna ketakutan akan kejujurnya.

__ADS_1


"Lah kok di gadai. Apa dia bilang sama kamu sebelum dia mengadai." dengan nada keras Jais karna saking kagetnya.


"Engk mas dia baru ngomong dua hari yang lalu sama aku pas dia kesini." jawab Roipah dengan menggelengkan kepala.


"Aku ngak mau tau pokoknya dua minggu lagi motor itu harus udah ada di rumah. Sebelum aku berangkat ke Bali motor itu harus ada di rumah." Jais dengan nada benar-benar marah dan langsung pergi.


"I... iiii za mas." Roipah menunduk ketakutan karena dia tau kalau kakaknya marah pasti akn bahaya.


Keseharian Roipah saat ini hanya mengurus anak dan rumah saja karena memang Yoga belum bisa di tinggal apa lagi Tari yang masih minum ASI . Lagi pula kalaupun di tinggal anak-anak roipah di rumah tidak ada yang menjaga karna ibu roipah sedah meninggal sejak dia masih sekolah. Roipah hanya tinggal bersama bapaknya yang berprofesi sebagai pemulung. Sedangkan sang Jais kakak sering bekerja di luar kota menggikuti proyek di mana dia sebagai tukang bangunan. Dan baru pulang setelah dua atau tiga minggu sekali.


Jais pulang dan menanyakan tentang Fais. Setelaha tau kalu fais belum mengembalikan motornya dan di tambah keterangan dari Roipah kalau Fais tidak menunjukkan itikat baik untunk menemui Jais serta menemui istri dan anaknya serta jais memikirkan nafkah yang harusnya di terima adik dan keponakanya. Jais benar-benar marah besar.

__ADS_1


Jais meninta nomer yang biasa di gunakan komunikasi dengan Roipah. Tapi ternyata no itu tidak aktif.


Roupah yang ketakutan pun hanya bisa pasrah dan juga diam karan dia merasa salah denga dengan sikap yang dia ambil selama ini dia terlalu percaya kepada suaminya sampai dia melakukan hal yang merugikan dirinya dan kluarganya. Butiran bening pun tak bisa dia tahanuntuk tidak keluar dari telupuk matanya.


Berbagai cara di lakukan untuk mencari Fais termasuk dengan cara mendatanggi rimah Fais tapi hasinya nihil. Bahkan orang tua Fais berkata kalau fais sudah lama tidak tinggal dengan nya bahkan kini Fais telah menikah dengan seseorang sejak seminggu yang lalu.


Jais yang mendengar penjelasan orang tua Fais pu marah besar dan juga mengatakan tentang keadaan adiknya di rumah dan juga tentang kendaraan yang selama ini di bawa oleh Fais adalah milik Riopah adiknya.


Jais juga menjelaskan kepada orang tua Fais kalau sebenarnay pernikahan siri yang di jalani Fais dengan adiknya itu masih terjalin dan bahkan mereka sudah memiliki keturunan. Seketika itu orang tua Fais kaget. Karna selama ini Fais mengatakan kalau dia sudah tidak mempunyai hubungan dengan roipah dengan kata lain merka sedah memutuskan berpisah.


Jais yang mendengar itu pun juga sangat kaget dengan apa yang dia dengar dari orang tua fais. Dia tidak habispikir bagaimana dia meninggalkan tanggung jawab besar pada seorang wanita yang seharusnya mendapat perlindungan dan pengayoman serta perhatian.

__ADS_1


Jais yang saat itu sedang sedang berperang dengan perasaannya pun akhirnya memohon pamit kepada orang tua Fais dan berpesan agar bila Fais pulang segera menghubungginya.


Jais pun pulang dan binggung dengan cara apa dia memberi tau adiknya...............


__ADS_2