Terima Kasih Hadirmu

Terima Kasih Hadirmu
7


__ADS_3

Jais pun pulang dan bingung dengan cara apa dia memberi tau adiknya tentang penjelasan yang dia dapat dari keluarga Fais.



Sesamapainya di rumah Jais hanya diam dan tak mencoba mengeluarkan suara sedikitpun karna tak ingin adiknya menayakan sesuatu dalam keadaan mood nya yang tidak baik itu sangat berbahaya bisa-bisa dia malah hilang kendali dan menyakiti adiknya itu.



Setelah menenangkan diri kurang lebih dua hari. Jais mencoba memberi tau tentang kebenaran yang dia dapat dari orang tua Fais secara hati-hati dan berusaha se tenang mungkin karna tidak ingin membuat adiknya sampai melakukan hal yang membahayakan dirinya dan juga anak-anaknya.



Roipah yang mendengar penjelasan dari Jais pun benar-benar merasa sedih dan tak berdaya bagai tersambar petir di siang bolong. Tak ada mendung tiba-tiba petir datang menyambar. Gemuruh guntur mengelegar seakan tau kalau seperti itulah seasana hati Roipah.

__ADS_1


Roipah yang hnya bisa menanggis dalam diam tentang apa yang telah terjadi pda dirinya. Dengan hati yang hancur itu dia bersumpah pada dirinya sendiri 'Bahwa bila dia tidak akan menikah lagi kecuali pilihan dari orang Bapak atau kakaknya. Atau bila ada yang mencoba mendekatinya dia harus meminta persetujuan dari kakaknya.'


Rasa sakit dan trauma yang di rasakan Roipah sangat dalam bahkan di tidak menyangka bila dia harus terjebur pada lubang yang tak jauh berbeda dari yang dulu.


Hal yang selama ini di angap benar oleh eoipah ternyata salah dia telah gagal dalam memilih pasangan bahkan di sudah mendahului kakaknya untuk berumah tangga.


Jais yang selama ini belum berumah tangga selalu berusaha sabar dengan apa yang menimpa kluarganya. Terutama kecerobahan Roipah yang telah lalai dalam bergaul.


Waktu terus bergulir Roipah menjalani kehiduan dengan anak-anaknya yang ia sayangi dengan penuh canda tawa walau terkadang harus berusaha selalu tersenyum dengan hari yang sangat hancur. Demi buah hati tecinta dia selalu berusaha terlihat bahagia di saat hati nya menagis dan menjerit.


Hari yang sudah di tentukan pun tiba harinya sabtu.


Roipah mengantar anaknya serta tak lupa ia juga mengajak Tari si bungsu. Karna memang kalupun di tinggal di rumah tidak ada yang menjaga di rumah tidak ada orang. Dengan kerempongan emak-emak yang menjaga anak sulung yang berusia 4 tahun dan di gendongan ada si bungsu yang masih berusia 6 bulan. Dengan telaten meladeni anak-anaknya bermain dan belari kesana kemari dengan riang gembira.

__ADS_1


Tanpa di sengaja Riopah melihat Fais ada di salah satu bangku yang ada di taman tersebut. Dia duduk dengan seorang wanita yang umurnya tidak jauh berda denganya. Tanpa ia sadari butiran bening telah jatuh di pipi Roipah rasa marah sakit yang saat ini ada dia pendam dalam-dalam karna dia tidak mau membuat suasana yang menyenangkan bagi anaknya menjadi kacau karna ulahnya. Dengan hati-hati Roipah mengalihkan perhatian yoga untuk kembali ke pada rombongan karena memang sebentar lagi acara akan segera selesai. Rombongan yang pun akan segera pulang karna acara lelah selesai kini saatnya untuk pulang mini bus yang mereka tumpangi telah melaju untuk kembali ke sekokah.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah dan langsung beristirahat karna sangat lelah.


Saat istirahat tiba Istirahat tiba-tiba..........


Jangan lupa Like


Komem


dan


Vote

__ADS_1


za kakak


__ADS_2