Terima Kasih Hadirmu

Terima Kasih Hadirmu
Kebenaran


__ADS_3

Tok tok... tok...kok...


"Assamualaikum..." Roipah.


" Wa'alaikum salam..".


"Eh nak Roipah". bapak daei fais.


"Monggo mlebet pinarak". lanjutnya dengan ramah.


[Silahkan masuk dan silahkan duduk]


"Njeh pak". Sahut Roipah dengan ramah.


[Iya pak]


Setelah mempersilahkan duduk bapak (dari Fais) pun ingin memangku cucunya.


Roipah pun menyetujuinya.


Lestari juga tidak rewel di pangku oleh kakeknya.


Setelah lama berdiam akhirnya Roipah mulai membuka pembicaraan.


"Pak..." Bapak (dari Fais).


"Nopo mas Fais dereng nate mriki maleh kok dereng nate ngigok yogan" Roipah dengan nada canggung.


"Hufff....." Bapak (dari Fais).


Membuang nafas kasar berat.


"Sak bare sampean mantok teko kene.


Jarak telong dino Fais mrene nemoni bapak njor dekne nitip surat kanggo sampean ndok". Bapak (dari Fais) berdiri kemudian membuka bipet yang ada di ujung tembok ruang tamu. Tempat dia menyimpan surat yang di ringgalkan oleh Fais.


Kemudiam menyerahkan kepada Roipah.


Roipah pun membuka surat yang di titipkan Fais kepada bapaknya dan kemudian membacanya.

__ADS_1


Roipah hanya diam dan pilu dengan isi surat yang ia baca.


"Aku salah apa mas sama kamu" suara parau.


"Sampai kamu setega ini.


Jasi selama ini kamu deketin aku cuma hanya untuk tujuan ini.


Tega kamu mas.


Aku kira kamu tulus ternyata kamu malah menaburkan garam pada luka yang aku miliki" meneruskan kata-katanya merusak kehninggan ruangan itu.


"Mungkin aku tak sekaya dia dan aku juga ngak sesempurna dia tetapi iingat satu hal yang harus tau.


Aku sudah menuruti apa yang kamu mau tapi kamu begitu mudahnya mempermainkan aku bahkan merebut apa yang aku perjuangkan.


Mungkin kamu bisa hidup berkelimang harta tapi kau tidak akan pernah merasakan kesempurnaan kluarga karna dia tidak akan pernah bisa memberi apa yang sudah aku berikan padamu.


Terma kasih hadirmu memberi ku kebahagiaan aku akan merawat dan menjaganya.


Tapi jangan pernah berharap sesuatu suatu hari nanti kau bisa mengambilnnya dari ku bahkan untukk melihatnya pun kau hanya bisa melihat dari jauh.


Setelah menetralkan suasana hatinya dan mencoba kuat demi dua malikat kecil yang harus ia urus.


"Pak tari pon bubuk ?". Roipah yang tadi sempat diam menghilangkan keheninggan.


[Pak Tari sudah tidur ?]


"Wes ndok" kata bapak (dari fais).


[Sudah nak 'anak perempuan']


Akhirnya Roipah mengabil alih Tari fari bapak (dari Fais).


"Njeh pon pak lek ngoten kulo kalian lare-lare nyuwon pamit" meminta Tari dari bapaknya Fais.


[Ya sudah pak kalau begitu saya dan anak-anak mohon pamit.]


"Sekalian kolo nyuwon ngapunten umpami kkulo wonten salah kian bapak kalian ibu sekluargo" lanju Roipah.

__ADS_1


[Sekalian saya moohon maaf bila saya ada salah dengan bapak dan ibu juga kluaraga]


Kemudian Roipah pamit dengan membawa anak-anaknya pulang.


Sejak saat itu Roipah tidak pernah lagi berkomunikasi lagi dengan Fais dan kluarganya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Ahamdulillah hirobbil alammin


Hari ni bisa UP lagi.


Dan terima kasis buat leder2 yg luar biasa.


Trima kash sudahberkenan mampir di novel pertama aku semoga


tidak bosan dengan critanya.


dan bila memiliki saran saya akan aangat berterima kasih sekli


pasti saya akan tampung untuk memperbaiki keurangn cerita saya.


Trima kasih buat kakak yang sudah membaca novel ini.


Semoga sehat slalu.


💞💞💞💞💞💞💞


Jangan lupa


Like


Vote


Komen


I Love you

__ADS_1


__ADS_2