
"Eh cantiknya bapak udah bangun sayang." Fais mengendong Tari. Tak menunggu lama Tari pun diam dalam gendongan bapaknya. Mungkin karena sudah lama tidak bertemu dengan bapaknya hingga dia bisa melepas kangen dengan bapaknya. Setelah bermain kurang lebih dua jam dengan Tari dan Yoga. Fais pun pamit untuk pulang. Memang selama ini Fais jarang menginap di rumah Roipah dia hanya berada di rimah sampai malam paling malam jam 11 malam. kecuali kalau Kak Jais ada di rumah.
Sebelum Fais pulang Roipah mengigatkan lagi perihal pengesahan pernikahnya yang sering di tanyakan padanya oleh Jais. Karna bagai manapun Jais inggin yang yerbaik untuk adik dan keponakannya.
Fais pergi begitu saja tanpa menggubris kata-kata Roipah.
Roipah sangat sedih melihat sikap Fais yang berubah akhir-akhir ini. Apa yang terjadi pada suami ke duanya itu.
Sememenjak dia berpisah dengan suami pertamanya yang sempat membuat keributan dengan dirinya dan keluarga nya. Dia sempat mnutup rapat hatinya dan bertekat membesarkan anaknya seorang diri karena luka yang tergores dalam hatinya sangatlah dalam dan dia juga hampir saja kehilangan nyawa anak pertamanya.
Setelah lebih dari dua tahun dia menutup diri dan berjuang menghidupi anak nya seorang diri dan juga dia harus membayar cicilan motor setiap bulanya yang ia pinjam dari 'juragan' (majikan) dia bekerja.
Untung saat itu 'juragan' memperbolehkn Roipah membawa anaknya untuk menginap dengannya walaupun dia harus pasrah dalam waktu satu minggu dia hanya dapat memegang uang Rp 50.000.-
__ADS_1
Itu pun hanya cukup untuk membeli pemprs dan susu untuk Yoga. Kerena dia makan ia ikut juragan. Kini cicilan motor sudah selesi tinggal membyar bunga keterlambatan pembayaran sekitar tuju ratus ribu rupiah.
Saat ini kendaraan yang dia jaga oleh Roipah itu di bawa oleh Fais dengan alasan untuk pulang pergi kerja. Selama ini fais selalu menyempatakan diri wlau sebentar untuk mampir menjenguk anaknya.
Tapi entah kenapa sudah dua minggu ini Fais sudah jarang menjenguk anaknya alasan kerja di luar kota.
Ketika Fais berkunjung pun sudah tidak membawa motor yang Roipah pinjamkan. Ketika di tanya alasannya motornya sedang di bengkel.
Setelah sebulan tak penah datang Fais datang kembali kali ini dia juga tidak memakai motor milik Roipah karena penasaran Roipah bertanya pada Fais.
"Motornya........... " Fais kebingungan.
"Kenapa mas ?
__ADS_1
motornya ke mana mas." ingin tau .
"Mas Jais manyain motornya katanya mau di pinjam buat berangkat ke Bali." sambung roipah.
"Motornya aku gadaikan. Aku lagi butuh duwit buat modal dagang nanti juga aku tebus. Yang penting kan nati kembali udah ngak usah tanya macem-macem." jawab Fais dingin.
"Za Allah mas kenapa kamu ngak nanya tudu sama aku kalo mau ngadein motornya. Sekarang bisa jawab apa kalo mas Jais nanya morornya dimana. Lagian aku minjemin motor itu ke pean biar bisa kerja ngak perlu naek sepeda kenapa malah malah pean gadein. kalo mas Jais tau bisa marah besar nanti." Roipah dengan perasaan kecewa dan ketakutant kalu Jais marah besar.
"Aku suami mu kenapa kamu harus takut. Kamu juga tau dimana rumah ku aku tidak akak ke mana-mana." jawab Fais debgan nada tinggi.
"Aku kerja bukan macam-macam kalo kamu ngak percaya za sudah dua bulan lagi motor itu akanpulang jadi kamu nagk usah kawatir." dengan nada emosi dan menyerahkan Tari yang saat itu berada di pangkuanya.Saat itu Tari masih berusia enam bulan .
"Tapi setelah motor itu kembali padamu mungkin hubungan kita juga berahir." Fais melanjutakan kata-katanya dengan nada dingin dan lirih danhampir tidak dapat terdengar.
__ADS_1
"Bukan aku ngakpercaya sama kamu mas. Tapi................