
"Emak.......
kok lama aku kan sudah menunggu dari tadi." Yoga mencoba protes karena Emaknya telat menjemputnya.
Yoga trus memonyongkan bibir tanda kekesalanya sambil menghentak-hentakkan kakinya. Kemudian naik ke boncengan sepedah yang sudah ada adiknya yang di boncengan sepeda.
Akhirnya Roipah dan anak-anak pulang dan sampai rumah merekapun istirahat untuk makan kemudian tidur siang karena sore harinya mereka akan pergi mengaji TPA.
Setelah makan dan tidur siang saat persiapan mengaji. Jam menunjukkn angka 15.00 berangkat mengaji. Karena tempatnya dekat dengan jalan raya mangkanya dia sellu menunggui kedua anak nya itu dengan telaten sampai pulang.
Dua jam telah berlalu kini saatnya pulang telah tiba Roipah pun segera menboyong anak-anaknya pulang. Sesampainya di rumah seperti biasa si kakak (Yoga) langsung mengerjakan tugas skolah yang di berikan oleh guru kelasnya. Dan juga belajar untuk persiapan ulangan harian.
'Allahu akbar'
'Allahu akbar'
"Mak aku sama adek jama'ah dulu za." Yoga sambil berlari.
"Kak... tunggu adek ambil mukena dulu." teriak Tari.
"Iza cepet tapi jangan lama-lama." Yoga berhenti di depan pintu menunggu Tari.
"Adek kakak nanti kalo sudah selesai langsung pulang jangan mampir-mampir !." kata Roipah.
"Ya mak." Yoga dan Tari serempak.
"Assalamualaikum." Yoga dan Tari.
"Wa'alaikumsalam ati-ati kalo nyeberang tengok-tengok." pesan Roipah kepada anak-anaknya.
__ADS_1
Merekapun berangkat jama'ah di mushola dekat rumah mereka. Roipah kemudian melajutkn pekerjaanny melipt baju yang lumayan banyak dan kini sudah selesai kemudin dia menjalankan solhat mangrib.
Tak lama kemudian.
"Assalamualaikum." Yoga
"Wa'alaikum salam, loh adek mana kak ?." tanya Roipah.
"Masih di jalan mak." sambil meneruskan belajarnya.
"Assalamualaikum." Tari.
"Wa'alaikum salam". Roipah dan Yoga bersamaan.
"Mak........
kakak lo adek di tunggal ngak di tunggui." Tari sambil merengut dan melihat kakaknya.
"Hore.......... maem sam telor." sorak Yoga dan Tari bahagia.
Karna memang jarang sekali mereka makan dengan apalagi ayam ataupun daging. Kecuali pas Bapak Riopah dapat 'berkat' (nasi kotak dan jajan) biasanya di berikan setelah tahlilan.
Walau bagi sebagian orang itu gampang tinggal beli tapi bagi Roipah dan keluarganya bisa makan setiap hari itu pun sudah bersyukur sekali dengan apa yang mereka dapatkan.
Roipah mengoreng telur dan membelahnya menjadi dua bagian. Yang penting anak-anak bisa makan dia sudah sangat senang.
"Kakak adek telornya sudah matang ayo maem dulu." pangil Roipah.
Kedua anak Roipah berlari mendekti emaknya dengan membawa piring dan sendok.
__ADS_1
Riopah mengambilkan nasi dan lauknya. Kemudian Yoga dan Tari pun kembali ke tempat mereka tadi untuk duduk dan makan.
Maklum karena mereka belum mempunyai meja makan karna memang mereka dari keluarga biasa belum punya meja makan.
"Ndok bocah-bocah wes podo maem durong." tiba-tiba dari dapur belakang.
'Ndok (anak perempuan) anak-anak sudah makan belum.'
"Lha niku pak lare-lare lagi maem. Enten nopo ?." jawab Roiah.
'Lha itu pak anak-anak lagi makan.ada apa ?.'
"Iki lo enek lawoh karo jangan tilik ono disek lek ijek kenek di maem ben di enggo lawoh bocah-bocah kana." kata bapak.
'Ini lo ada lauk sama sayur coba incipin dulu kalo masih bisa di makan biar di pake lauk anak-anak sana.'
"Injeh pak (iza pak). jawab Roipah
Bapak Roipah setiap hari bekerja sebagai pemulung. Dan tidak jarang ketika pulang sering membawa sayur 'blendrang' (sayur kemaren tapi masih layak makan) kadang juga jajan,roti, kadang juga baju bekas tapi masih layak pakai yang masih layak pakai
**Krisan nya za kakak dan para pembaca terutama para autor senior
Jangan sungkan buat ninggalin Like dan komentar
Dan kalo berkenan bagikan juga boleh
Trima kasih bagi yang sudah membaca
mohon maaf bila ada ejaan yang kurang benar atau pun nama atau cerita yang menyinggung
__ADS_1
Terima kasih**