
Saat semua orang yang ada di ruangan itu berbicara tentang Fais dan apa yang di takuakan oleh Fais.
Tiba-tiba Fais datang dengan Isna (istri baru Fais)
"Iha niki seng di rantos pun dugi" seru Ropik.
[ "Lha ini yang di tunggu sudah datang"]
Fais dengan keterkejutan karna melihat Jais dan Roipah besrerta teman-teman sampai mematung tanpa bahasa.
Setelah ia muali sadar dari keterjejutannya ia pun mencoba berbalik untuk melarikan diri.
Tanpa.dia sadari kalau kak Jais sudah berada di dekat pintu untuk menghadang Fais kabur.
"Ajenge teng pundi mas nembe dugi kok langsungan mawon pinarak rien koyah-koyah rien" celetuk Jais dengan menyerigai.
[ "Mau kemana mas baru datang kok langsung mau pergi aja duduk dulu ngobol-ngobrol dulu" ]
Fais yang terhadang sangat gugup dan ketakutan mencoba selak.
__ADS_1
"E…… em……… ajenge mundot kunci moror". Fais
[ " E…… em…… akan mengambil kunci motor." ]
"Em sapean mlebet mawon rien kuncine kersane di pundotne rencang kulo." Jais dengan mengisaratkan teman nya untuk memgambil apa yang di maksut Jais.
[ "Em kamu duduk saja dulu kuncinya biar di ambilkan aleh teman saya" ]
Fais dengan gemetar masuk dan duduk di kersi yang kosong berhadapan dengan bapaknya. Dan di ikuti dengan Isna.
"Langsung mawon njeh pak mas angen kulo mriki eng dinten niki. Sepindah kuko adi kuko sak rencang ke pinggin sialterrahmi kapeng kali,e kulo mriki wonten gawene kalian mas Fais." Jais muali membuka percakpan.
[ "Langsung saja ya pak mas dengan kedatanganga saya kesini di hari ini. Pertama saya adik saya kalian teman-teman ingin silaturahmi yang keduanya. Saya ada perlu dengan mas Fais."]
[ "Ya mas" ]
"Langsung mawon njeh mas Fais". Jais melirik fais dengn penuhmakna.
[Langsung saja za mas Fais" ]
__ADS_1
Sedangkan fais hanya bisa diam dengan ketegangan yang dia rasakansat ini seakan tubuhnya membeku bak di himpit oleh bongkaha es balok yang sangat.
"Kulo mriki ajenge nanhkletne sepedah motore adi kulo engkang sameniko sampean beto niku." Jais menjelskan, dengan memberi penekanan.
[ "Saya ke sini ingin menayakan sepeda motor adik saya yang saat ini kamu bawa " ]
Fais kebingungan menjawab dan juga Isna yang terlihat bingung dengan kata-kata dari Jais seeta melirik Roipah yang sedang mengendong bayi dan juga ada anak kecil laki-laki sedang berada di pangkuan Jais.
" Niki maksute nopo njeh kulo dereng paham" Isna dengan binggung dengan apa yang dia lihat.
[ "Ini maksutnya apa ya saya belum paham."]
" Ngeten mbak sakderenge kulo nyuwon ngapunten" Jais menghela nafas berat.
[ " Begini mbak sebelumnya saya mohon maaf"]
"Kulo mriki ajenge nangletne motor kulo engkang di beto kalian mas Fais. Rumien bejane kagem sikel nyambot damel. Lha sakrehne kulo sak niki ajenge mbetahne mangkane niki kulo pundot" jelas Roipah.
[ "Kulo mriki ingin menanyakan motor saya yang si bawa oleh mas Fais. Dulu bilangnya buat kaki (kendaraan) bekerja. Di karenakan saya akan membutuhknya maka dari itu mau saya ambil" ]
__ADS_1
" Kalian kulo ajenge nangletne tanggung jawape mas Fais. Sampen rien janji bakal ngesahaken kulo. Tapi sampek sakniki kok derng njengan lempahne ngrantos nopo maleh mas" Roipah dengan nada bergetar karena rasa sesak yang dia rasa.
[ "Sekalian saya akan menanyakan tanggung jawab mas Fais. Kamu (fais) dulu janji bakan mengesahkan (secara hukum negara) saya. Tapi sampai sekarang kok belom kamu jalankan . Nunggu apa lagi mas."]