
" Jaga yang ketat jendral kita jangan sampai ada yg melukai nya , ingat musuh bertebaran di mana mana " ucap seseorang
" Siap kolonel , jendral akan kami jaga dengan baik "
Adam kini tengah melihat keadaan Liana , ya orang itu adalah adam yg menyelamat kan Liana
" Saat kau memilih Rey aku tau itu sebuah kesalahan , dan sekarang veira muncul merusak hidup mu , merusak kebahagiaan mu dan bahkan mencelakai jendral sharp rose yang terkenal kuat, kumohon kembali lah seperti dulu , kembali ke sifat mu yg hanya lembut padaku , yg hanya memiliki rasa sayang kepada ku , ceria ketika ada ayahanda dan ibunda juga keluarga terdekat kita , aku sudah berjanji akan akan membangun keluarga kecil , dan memiliki anak pertama mu dari ku , tapi tak ku sangka anak pertama mu milik Rey bukan Milik ku , tapi aku akan menerima nya princess kecil ku "ujar adam dengan suara kecil
Liana memang tengah mengandung saat dokter mengatakaan nya
FLASHBACK ON
" Dokter , suster tolong " ujar adam sembari menggendong liana yg berlumuran darah
Kemudian suster datang dengan membawa brankar dan membawa liana ke ruang UGD
" saat kau berperang saat kau berhadapan dengan musuh mu kau bahkan tak tergores satu senti pun kenapa gara gara cinta gara gara lelaki itu , kau sampai se parah ini apa yang akan aku katakan pada ayahanda dan ibunda ? " ucap adam lirih
1 jam kemudian
Dokter itu pun keluar
" keluarga pasien ? " ucap dokter
__ADS_1
"saya suami nya dok " ucap adam
" oh ya tuan , untung tubuh istri tuan sangat kuat jadi saat ia menghantaam batu dan pendarahan kandungan nya yg masih muda itu tidak kenapa kenapa" ucap dokter
" kandungan…? " ucap adam heran
" ah iya istri tuan hamil 2 minggu dan menurut dugaan saya hantaman keras itu mampu mengembalikan ingatan nya tapi kita lihat saja saat ia sudah bangun " ucap dokter
"Baik terima kasih dokter " ucap adam
FLASHBACK OF
Adam kini berjalan masuk ke ruangan milik Liana menggengam tangan Liana erat seakan ta mau melepaskan nya
" kak adam knp kakak memegang tangan ku ?" ucap Liana
" Ana kamu sudh bangun , kamu ingat aku kan ? " ucap adam
" iya kak Ana sudah ingaat " ucap Liana dan wajah nya berubah menjadi sendu
" Ana Rey tidak mencintai mu dengan tulus , kalo dia memang tulus dia tidak akan memilih veira , jadi ikut lah dengan ku , kita pulang dan menjalani kehidupan seperti dulu sayang " ucap adam menggenggam tangan Liana
Liana terlihat berfikir sejenak namun mual tiba tiba menyerang nya ia berlari ke toilet
__ADS_1
Hoek… Hoek…
" Ana kamu gpp kan ?" ucap adam
" aku gatau knp tiba tiba muntah ya " ucap Liana heran
" Kau sedang hamil anak nya rey " ucap adam
Mata liana membulat sempurna , ia tidak pernah menyangka akan hamil
" ha…ha… mil? " ucap Liana
" sudah tidak apa aku sudah bilang ke ayahanda apa yg terjadi dan ayahanda mengikhlas kan bagaimana pun juga ayahanda hnya ingin kau tetap hidup "
" Baik lah kak , terima kasih " ucap Liana
" Ya sudah ayo kita pulang " ajak adam
" ayo " ucap Liana
Mereka Melangkah Keluar Dan berjalan menuju mobil milik adam, mengabaikan para tentara yg menunggu mereka sedari tadi
Liana dan adam pun kembali ke kehidupan yg dulu
__ADS_1
" walaupun aku mencintai mu tapi kau tidak menghargai ku rey , apa kau tidak perna melihat kasih sayang ku , mungkin memang benar hanya aku yg mencintai nya , aku hanya memendam perasaan ini , dan anak ini aku akan menyayangi nya , rey aku akan menghancurkan mu " batin Liana sembari mengusap perut nya itu