
Di sini lah mereka di ruang keluarga milik keluarga liana
" haish kau hilang berbulan bulan dan saat kau pulang kau tengah mengandung " ujar ayahanda sambil geleng geleng kepala
" haish ayah suruh siapa saat aku jatuh malah hilang ingatan dan di manfaat kan hingga sial begini " jawab liana sambil cemberut
" sudah sudah syukuri saja apa yg kita dapat, ana kan susah kalau di suruh nikah mungkin ini hadiah untuk kita , langsung dapat cucu " ujar ibunda sambil tersenyum
" Bunda aku takut anak ku dalam bahaya nnati , makan nya aku tidak ingin menikah tau nya malah hamil sekarang " ucap liana
" memang nya kau kapan akan aman saat sudah pensiun? " kini adam ikut bersuara
" knp kalian memojokan ku " ujar liana sambil cemberut
gelak tawa terdengar dari ruang keluarga putri mereka telah kembali , walaupun dengan keadaan bunting mereka malah menganggap itu sebagai anugrah
3 Bulan kemudian
Kini perut Liana sudah semakin besar selama 3 bulan ini adam slalu menjadi korban tentang keinginan nya yg nyeleneh , di suruh push up di atas balkon lah , menembak burung lah , dan kini adam tengah menjalan kan keinginan liana lgi , menyelam sambil menembak?
" haduh jadi ini yg di idamkan ibu hamil yg berupa jendral exstream semua " ucap adam
Adam pun beranjak ke darat , sungguh dingin kemudian dia masuk ke dalam rumah dan ke kamar nya , untuk berganti baju , setelah berganti baju dia datang ke kamar milik Liana
" hai " sapa adam
" kak adam makasi ya heheh maaf pasti dingin ya " sesal liana sebenernya ia ta mau menyuruh adam seperti itu tapi apa daya bayi nya itu yg mau
". saha yg hamilin saha yg susah " batin liana prihatin
" mmmh ana mau ga jalan jalan di pasar malem? "
" ah? mau mau " jawab liana " sekalian balas budi deh ngikut aja "
__ADS_1
" yaudah aku siap siap dlu "
" iya "
15 menit kemudian
" udh siap? " tanya adam
" udh yuk " jawab liana
mereka melangkah menuruni tangga dan berjalan ke bagasi
" eh kalian mau kemana? " ujar ibunda
" mmhh ini bunda anu… mau ke pasar malem sekalian jalan jalan " ucap liana gugup , entah knp ia merasa gugup
" cie cerita nya mau PDKT nih " ujar ibunda membuat adam dan liana blush seketika
" yodah gih berangkat mau nunggu sampe kapan? " ujar ibunda
" iya Bunda kite berangkat dlu ya " ucap liana
" bye bunda " ucap liana dengan tersenyum
Mereka memasuki mobil dan berjalan , di perjalanan di penuhi dengan canda dan tawa , setelah beberapa menit akhir nya mereka sampai di pasar malam
" wah bagus banget " ucap liana
Kesibukan nya sebagai seorang jendral yg hanya duduk, mengatur strategi, perang , dan berbagai urusan yg rumit membuat dia tidak sempat menyenangkan diri tapi menurut dia peperangan tentu lebih baik dan lebih menyenangkan
" sudah ayo masuk " ucap adam
" kak aku ingin gulali " ujar liana yg baru saja masuk
__ADS_1
" ayok " jawab adam
" pak gulali nya satu ya " adam memesan kan gulali untuk liana
" iya mas bntar ya " ucap sang penjual
5 menit kemudian
" iNi mas , mba " ucap penjual
" ah iya pak makasi " ucap liana langsung memakan nya
" wah ada beca angkasa ayo naik " ajak liana
" errrr itu untuk anak kecil sayang " ujar adam seraya mengelus kepala liana
" hiks aku mau naik itu " ucap liana yg kini ingin menangis
" aduh pak istri nya knp? " ucap ibu ibu yg kebetulan lewat
" ini Bu biasa lagi hamil mau naik itu , kan ga muat bu masa iya naik itu " ucap adam dia cerita saja barangkali ibu ibu ini tau solusi nya
" lagi hamil toh hahhaha pantes , kalo mau naik yg kaya gtu keseblah sana aja mas ada yg untuk orang dewasa nya kok " ucap ibu tersebut
" ah beneran bu? makasi ya " ucap adam
" iya sama sam ydh saya duluan ya " ucap ibu ibu tadi
"yuuk" mata liana berbinar
Mereka pun melangkah kan kaki mereka ke menuju tempat itu , adam pun memesan kan 2 tiket untuk mereka , kini mereka berdua sudah berada di bagian paling atas adam segera mengeluarkan sesuatu dari kantung nya dan membuka nya
" LIANAFINANDRA WILL YOU MERRY ME? "
__ADS_1