Terimalah Aku Jendral

Terimalah Aku Jendral
WILL YOU MERRY ME?


__ADS_3

Di sini lah mereka di ruang keluarga milik keluarga liana


" haish kau hilang berbulan bulan dan saat kau pulang kau tengah mengandung " ujar ayahanda sambil geleng geleng kepala


" haish ayah suruh siapa saat aku jatuh malah hilang ingatan dan di manfaat kan hingga sial begini " jawab liana sambil cemberut


" sudah sudah syukuri saja apa yg kita dapat, ana kan susah kalau di suruh nikah mungkin ini hadiah untuk kita , langsung dapat cucu " ujar ibunda sambil tersenyum


" Bunda aku takut anak ku dalam bahaya nnati , makan nya aku tidak ingin menikah tau nya malah hamil sekarang " ucap liana


" memang nya kau kapan akan aman saat sudah pensiun? " kini adam ikut bersuara


" knp kalian memojokan ku " ujar liana sambil cemberut


gelak tawa terdengar dari ruang keluarga putri mereka telah kembali , walaupun dengan keadaan bunting mereka malah menganggap itu sebagai anugrah


3 Bulan kemudian


Kini perut Liana sudah semakin besar selama 3 bulan ini adam slalu menjadi korban tentang keinginan nya yg nyeleneh , di suruh push up di atas balkon lah , menembak burung lah , dan kini adam tengah menjalan kan keinginan liana lgi , menyelam sambil menembak?


" haduh jadi ini yg di idamkan ibu hamil yg berupa jendral exstream semua " ucap adam


Adam pun beranjak ke darat , sungguh dingin kemudian dia masuk ke dalam rumah dan ke kamar nya , untuk berganti baju , setelah berganti baju dia datang ke kamar milik Liana


" hai " sapa adam


" kak adam makasi ya heheh maaf pasti dingin ya " sesal liana sebenernya ia ta mau menyuruh adam seperti itu tapi apa daya bayi nya itu yg mau


". saha yg hamilin saha yg susah " batin liana prihatin


" mmmh ana mau ga jalan jalan di pasar malem? "


" ah? mau mau " jawab liana " sekalian balas budi deh ngikut aja "

__ADS_1


" yaudah aku siap siap dlu "


" iya "


15 menit kemudian


" udh siap? " tanya adam


" udh yuk " jawab liana


mereka melangkah menuruni tangga dan berjalan ke bagasi


" eh kalian mau kemana? " ujar ibunda


" mmhh ini bunda anu… mau ke pasar malem sekalian jalan jalan " ucap liana gugup , entah knp ia merasa gugup


" cie cerita nya mau PDKT nih " ujar ibunda membuat adam dan liana blush seketika


" yodah gih berangkat mau nunggu sampe kapan? " ujar ibunda


" iya Bunda kite berangkat dlu ya " ucap liana


" bye bunda " ucap liana dengan tersenyum


Mereka memasuki mobil dan berjalan , di perjalanan di penuhi dengan canda dan tawa , setelah beberapa menit akhir nya mereka sampai di pasar malam


" wah bagus banget " ucap liana


Kesibukan nya sebagai seorang jendral yg hanya duduk, mengatur strategi, perang , dan berbagai urusan yg rumit membuat dia tidak sempat menyenangkan diri tapi menurut dia peperangan tentu lebih baik dan lebih menyenangkan


" sudah ayo masuk " ucap adam


" kak aku ingin gulali " ujar liana yg baru saja masuk

__ADS_1


" ayok " jawab adam


" pak gulali nya satu ya " adam memesan kan gulali untuk liana


" iya mas bntar ya " ucap sang penjual


5 menit kemudian


" iNi mas , mba " ucap penjual


" ah iya pak makasi " ucap liana langsung memakan nya


" wah ada beca angkasa ayo naik " ajak liana


" errrr itu untuk anak kecil sayang " ujar adam seraya mengelus kepala liana


" hiks aku mau naik itu " ucap liana yg kini ingin menangis


" aduh pak istri nya knp? " ucap ibu ibu yg kebetulan lewat


" ini Bu biasa lagi hamil mau naik itu , kan ga muat bu masa iya naik itu " ucap adam dia cerita saja barangkali ibu ibu ini tau solusi nya


" lagi hamil toh hahhaha pantes , kalo mau naik yg kaya gtu keseblah sana aja mas ada yg untuk orang dewasa nya kok " ucap ibu tersebut


" ah beneran bu? makasi ya " ucap adam


" iya sama sam ydh saya duluan ya " ucap ibu ibu tadi


"yuuk" mata liana berbinar


Mereka pun melangkah kan kaki mereka ke menuju tempat itu , adam pun memesan kan 2 tiket untuk mereka , kini mereka berdua sudah berada di bagian paling atas adam segera mengeluarkan sesuatu dari kantung nya dan membuka nya


" LIANAFINANDRA WILL YOU MERRY ME? "

__ADS_1


__ADS_2