
" mhh kak kau kan tau aku ada beberapa urusan yg harus di tangani bersama agnes bisa tidak kau yg gantikan ? '' ucap Liana memohon
" sialan kenapa semua orang memojokan ku dengan agnes , aku ingin menolak , malas juga dengan cewe menyebalkan itu , tapi kalau liana yg datang dia sedang hamil aku tidak tega " batin adam menggerutu
" Kak…
" kak…
" HEY KAK ADAM
" ah iya maaf , knp?. ucap adam
" mau tidak? " tanya liana
" Baik Baik , apa si yang engga untuk ibu hamil cantik ini " ucap adam seraya mengelus perut liana
" hey vani " panggil liana kepada salah satu anggota yg tengah lewat
" ah iya jendral " ucap vani
" Tolong kau panggilkan agnes, suru dia kesini secepat nya " perintah liana
" ah baik baik jendral " vani pun melangkah cepat mencari agnes
***
Beberapa menit kemudian
"Permisi jendral, ada yg bisa saya bantu? " ucap agnes
__ADS_1
" nes soal urusan perusahaan , kamu akan berangkat besok , bersama pak adam " ucap liana
" baik jendral " ucap agnes
" kenapa harus dengan dia , ya tuhan , apa kah aku ketahuan , membenci dia , diam diam , haish " batin agnes kesal
" aku tak tau mengapa setiap mereka bertemu , suasana nya menjadi mencekam , rasa nya ada yg aneh , aku akan coba melakukan sesuatu agar aku tahu ada apa , maaf kan aku agnes , kak adam " batin liana
***
Kini agnes juga adam berada di bandara untuk mengurus perusahaan selama 6 bulan , diantar liana
" Hey apa tidak apa apa aku tinggal 6 bulan , kau kan mau lahiran " ucap adam khawatir
" Tidak apa , percayalah aku baik baik saja , kalian akan pulang sebelum aku melahirkan oke " ucap liana menenangkan
" kau juga , kak adam titip agnes ,jangan kau apa apakan dia mengerti? dan kau agnes kalau kak adam berulah beritahu aku " ucap liana seraya melepaskan pelukan
" ya ya aku tahu " ucap adam
" Baik lah kami pamit dlu " ucap adam
" iya"
Adam juga Agnes memasuki pesawat , Tak lama pesawat pun lepas landas , Liana melangkah kan kaki nya menuju mobil , kemudian tancap gas dan kembali kerumah .
***
6 Bulan Kemudian
__ADS_1
( Author skip biar cepet hehehhe )
Hari ini agnes juga adam kembali , Liana pun ke bandara untuk menjemput mereka
Saat liana sedang mencari mereka mata nya tak sengaja melihat Rey berjalan dengan wanita membawa koper
" Sudah kuduga kamu tidak serius " ucap nya sambil tersenyum miris
Dan ia melihat lagi wanita itu mencium pipi Rey , dan Rey mengusap perut wanita itu yg tampak besar , wanita itu tengah hamil , kelihatan nya 4 bulan
" cih bullshit , hey nak lihat kelakuan ayah mu , menjijikan bukan , jangan pernah berharap dapat berjumpa dengan ayah mu , dia tidak dapat dipercaya " ucap liana seraya mengelus lembut perut nya
" Jendral "
" Ah agnes , kak adam , ayo pulang , bagaimana perjalanan nya " liana melihat senyum yg terpancar dari adam juga agnes
" apa yg terjadi? " batin liana
Saat mereka sedang berjalan perut liana terasa sakit
" Akh kak adam perut ku sakit " ucap liana seraya menarik baju adam
" sudah ku bilang jangan menjemput ayo ke rumah sakit , aku telfon Rey dlu " ucap adam seraya merogoh saku nya , liana menghentikan tangan adam yg ingin menelfon Rey
" Dia tidak serius , aku melihat dengan kepala mataku , dia memiliki anak nya sendiri " ucap liana seraya menahan sakit
Adam tidak tau apa maksud liana tapi ia menurut terlihat guratan kebencian dia wajah liana
" Baik lah "
__ADS_1