
"mmmhhh"
Jefri bergumam Tapi Liana tidak dapat mendengar nyaa, tangan Liana mulai mengelus puncak kepala Jefri , dan memainkan rambut nya
" Hey aku tau kau sudah membaik , kau sudah tak panas lagi, lepaskan aku " ucap Liana
" Betapa pelit nya kau kak, dengan adik tampan mu ini " ucap Jefri
" Aku tahu kau patah hati saat melihat Alia tengah hamil dan suami ny lebih tampan dari kau hahahahhaha " ucap Liana
"Kau memperburuk suasana hati ku kak,. aku akan ikhlaskan dia " ucap Jefri
" Cepat sekali kau berpindah hati , dasar buaya " ucap Liana seraya menarik telinga Jefri
" Hehehe mungkin sebenernya aku sudah move on sejak 1 tahun lalu , aku kemarin hanya memastikan hati ku , dan yah aku biasa saja " ucap Jefri
" lalu mengapa sedih ? " tanya Liana
" karena suami kakak itu lah , dia kembali , aku tau perasaan ini salah , tapi ini sudah terlanjur , waktu 7 tahun hidup bersama , merawat Al layak nya suami dan istri , mampu mengusir rasa sesal dan cintaku pada Alia " Batin Jefri ingin sekali ia mengatakan seperti itu tapi ini tidak mungkin , " andai saja ada takdir yang dapat mempertemukan kita "
" Melamun lagi " ucap Liana
" Kak apa kakak tidak berniat kembali pada suami mu itu ? " tanya Jefri
__ADS_1
" Dulu kakak sangat ingin kembali pada , bersama dengan dia, tapi kesalah pahaman dia dan kakak, membuat luka tersendiri bagi kakak, Dan sekarang kakak bingung ingin melanjutkan atau tidak, kalau kakak bercerai kasian Al , tumbuh cma sama mommy gada Daddy nya " ucap Liana panjang lebar
"Kan ada Daddy Jefri yang tampan dan berani " ucap Jefri
" Lalu kapan kau menikah Jefri? " tanya Liana
" aku tak tau , mungkin aku akan menjadi Daddy dari Al saja hahahaha" ucap Jefri
" Kau boleh jadi Daddy Al , tapi kau juga harus punya anak kau sendiri , apa kau tidak ingin menikah , usiamu sudah 26 , bahkan lusa sudah 27 , kau mau jadi perjaka tua?" tanya Liana
" biarkan , kalo Ibunda ingin cucu kan ada Al " ucap Jefri
" Kalo bunda ingin cucu perempuan? " tanya Liana
Bugh
Bugh
Bugh
Liana memukul Jefri dengan bantal sebanyak 3 kali , Jefri hanya bisa mengadu kesakitan
" Enak sekali mulut mu bicara " ucap Liana
__ADS_1
" Eh dimana al? " tanya jefri
" dia aku titipkan pada dev" ucap liana
" suhu mu sudah turun , aku pergi dulu" ucap liana seraya bangkit
Jefri yang melihat liana bangkit , dengan segera menarik pinggang liana dan memeluk nya erat
" jef ayo lah " ucap liana
" sebentar kak jangan begitu pelit " ucap jefri
" kau sangat manja " ucap liana
" kak kalau aku ikut berjuang mendapat kan kakak seperti kak dev bagaimana? " tanya jefri
" bukan kah kau slalu dengan kakak, mau apa lagi?" tanya liana
" ya… tidak apa " ucap jefri
" dengar aku ini kakak mu , dan slalu begitu " ujar lIana seraya memegang rahang kokoh jefri
" baik lah kak " ujar jefri
__ADS_1