
sore itu rey dan diandra janjian di kafe eleven yaitu kafenya yg felly buka tapi diurus oleh willy.
Rey datang bersama daniel membawa surat perjanjian kepada diandra , diandra yg tadi sudah duduk berhadapan dengan willy menunggu kedatangan rey , melihat diandra yg menggunakan pakaian yg modis.
selera elu masih kayak anak orang kaya di gumam rey menghampiri diandra
"ini surat perjanjiannya di" rey meletakan surat perjanjian kepada diandra
diandra membacanya willy yg ikut kepo pun duduk disebelah diandra untuk ikut membaca
SURAT PERJANJIAN
PIHAK PERTAMA : REYNALD PRASETYA
PIHAK KEDUA : DIANDRA ALUNA DARMAWIJAYA
PIHAK KEDUA DAN PERTAMA DILARANG MENCAMPURI URUSAN PRIBADI MASING-MASING
PIHAK KEDUA BERSEDIA MENJADI ISTERI YG BAIK
PIHAK KEDUA DILARANG MENGUMBAR STATUS PERNIKAHAN KE PUBLIK
NOTE : JIKA PIHAK KEDUA MELANGGAR ATAU MENCERAIKAN PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA HARUS MEMBAYAR DENDA SEBESAR 10 TRILIUN
william membaca surat itu dengan keras!
"ini kok empat nya kosong rey" tanya willy
" siapa tau diandra pengen namabahin" jawab rey
__ADS_1
" elu pengen nambahin ngga yan ?" tanya willy
jadi disini karena rey sudah mengenal diandra sejak kecil dia punya panggilan sendiri terhadap diandra sedangkan orang lain memanggil diandra dengan sebutan dian rey memanggil diandra dengan sebutan DI
" gue nambahin nggak ada kontak fisik "
rey pun terkejut dengan pernyataan dari diandra tapi agak sedikit tenang agar diandra tidak curiga.
rey menyuruh daniel untuk mencatatnya
"ngga ada lagi yan?" tanya daniel
"udah itu aja nil" jawab diandra
" ntar malam kita ketemu oma di, gue jemput elu biar meyakinkan oma kita pergi bareng jangan sampai oma tau kalo ini cuma pura-pura "
" ya udah gue balik dulu kekantor "
Rey balik kekantor meninggalkan willy dan diandra
" elu yakin yan?"
" yakin dong will, elu bisa buka butik dengan duit 5 M "
" elu nggak usah mikirin gue di "
" elu udah cukup tersiksa hidup sama gue will "
willy di usir orang tuanya saat orang tua nya tau willy penyuka sesama jenis , dia bertumpu kepada diandra selama ini dia tinggal bersama diandra dan mamanya.
__ADS_1
malam harinya diandra siap siap dia mempoles sedikit make up ke mukanya di mengenakan dress berwarna biru selutut menggunakan flat shoes menunggu rey datang menjemputnya, dia menggulungkan bagaian ujung rambutnya dengan alat pengeriting memakai bererapa aksesoris menggunakan anting-anting yg lumayan panjang dia memilih tas merek LV untuk ia kenakan, sebelum diandra pergi meninggalkan rumah semua barangnya yg bermerek ia angkut tapi sebagian barangnya sudah banyak ia jual untuk pengobatan dan kursus menjadi dj serta makan sehari hari.
rey yg sudah menunggu di depan terpukau melihat diandra, diandra tampak elegan dengan penampilannya dia masih sama seperti dulu modis dan cantik, diandra masuk kedalam mobil roys royalle rey.
"udah lama gue ngga naik mobil mewah"
"kak revan mana sih di ?"
"ke neraka"
rey tercengang dengan perkataan diandra, karena dulu dia mengenal diandra yg lemah lembut.
"kak atala masih kan sama kak revan ?"
"nggak tau" jawab diandra ketus
"ada apasih di sebenarnya?"
"nggak ada apa-apa rey, lagi malas aja dengar nama mereka"
"elu emang nggak bisa ya di jadi orang susah"
diandra langsung menatap rey dengan tajam
"bisa kok, gue udah terbiasa dengan ini semua"
rey tidak menjawab mereka pun terdiam satu sama lain sampai mobil rey berhenti di garasi rumah mewah omanya rey.
oma yg di dalam sudah tidak sabar bertemu pacar rey.
__ADS_1