
ketika dia jeluar kamar dan menuju pintu keluar tiba tiba terdengar suara rey dari dapur.
" mau kemana elu? "
" kerja "
" elu lupa dalam surat perjanjian elu harus jadi isteri yg baik jadi gue nggak nyuruh elu keluar apalagi dengan pakaian kayak gini "
" elu lupa kalo disurat perjanjian kita dilarang ikut campur masalah masing masing"
diandra melangkah meninggalkan rey
"selangkah elu keluar dari rumah ini gue pastiin alat yg ada dinyokap elu di cabut"
diandra membalikan badannya menghampiri rey dengan penuh amarah dia menggenggam baju rey sehingga wajahnya dan wajah rey saaling bertatapan karena rey dan diandra tidak memiliki tinggi yg jauh berbeda.
"elu ngancam gue rey ?"
__ADS_1
"nggak gue cuma peringatin elu kalo elu nggak nurut sama gue"
"elu pikir gue takut sama ancaman elu gue harus kerja rey gue bukan diandra yg dulu" diandra melepaskan gengamannya
"coba aja kalo berani kita buktiin gue pastiin itu terjadi dan satu lagi gue bisa menuhi kebutuhan elu." dengan nada sedikit mengejek diandra
"lepas aja rey, kalo nyokap gue mati , gue bisa cere ama elu jadi ngga ada lagi alasan elu ngancam gue elu nggak pernah ngasih gue duit asal elu tau" dengan nada meninggi diandra mengancam rey balik sambil mengenggamkan tangannya kebaju rey
rey teringat bahwa dia memang belum memberikan nafkah kepada diandra
"emang elu bisa bayar denda 10 triliun? 1 M aja elu nggak sanggup" rey mengejek diandra
"oh iya gue lupa elu kan *****"
diandra mengeraskan genggamannya mendengar kata kata itu keluar dari mulut rey.
"justru karena gue ***** gue bisa dapatin itu semua, diluaran sana banyak om om yg siap nerima gue buat jadi simpanannya elu jangan elu rey berapa banyak cowok disana nunggu bisa tidur sama gue, dan satu lagi gue emang ******* terus apa bedanya gue sama elu ? elu sama gue sama gue ***** tapi elu harus ingat yg make gue itu elu" diandra melepaskan genggamnya.
__ADS_1
tiba tiba rey menggendong diandra ke atas , tapi diandra berhasil lepas ketika dia hendak kabur tangan rey menariknya dengan sigap dan menyeret diandra masuk kekamaranya ketika berada didepan pintu diandra meletakan telapak tangannya kepinggir pintu tapi tenaganya tetap kalah dengan rey.
rey menarik diandra sehingga diandra terjatuh dan mengunci pintu serta mencabut kuncinya dan memasukan kunci itu kedalam kantong celana pendeknya.
rey menggendong diandra keatas kasur dan menindih dengan tubuhnya. Rey mengenggam tangan diandra supaya diandra tidak bisa melawan.
Rey menciumi leher diandra karena diandra hanya memakai tank top memudahkan rey untuk menciumi lehernya.
rey melepaskan gengamannya dan duduk diatas perut diandra.
"rey dalam kontrak tidak ada kontak fisik rey" diandra berteriak kepada rey
rey tidak peduli dengan kontrakanya, rey membuka bajunya dan merobek baju diandra sehingga menyisahkan kutang strapless lagi rey menarik dalamanny itu sehingga kini dadanya yg seksi terlihat. Rey mengenggam tangan diandra dan menjilati dadanya diandra rey terus melakukannya sehingga membuat tenaga diandra habis diandra pasrah dengan apa yg di lakukan rey kepadanya, dia harus menerima ketika rey melakukan itu secara kasar.
rey melakukan itu berkali-kali tanpa kelembutan membuat diandra merasa kesakitan apalagi bibirnya yg digigit rey tapi dia tidak mampu melawan.
Rey kecapekan dengan kerjanya tapi dia bangga melihat karyanya dileher putih diandra.
__ADS_1
Rey melihat diandra sudah tidur duluan akhirnya dia tidur sambil memeluk diandra.