
Rey meminta nomor telpon diandra ke willy karena selama ini dia tidak punya nomor diandra.
rey menjemput diandra di studionya, karena diancam oleh rey akan membocorkan siapa wanita yg ada di dalam foto itu akhirnya diandra mau di jemput rey.
rey membawa diandra kekantornya karena bosan menunggu rey kerja diandra izin keruangan daniel untuk melihat daniel bekerja saat hendak kembali keruangan rey diandra membuka pintu dan mendapati rey dan sharen sedang berciuman.
"eh eh zina mata gue egok" ucap diandra
rey langsung melepaskan ciumannya dan melihat kearah diandra.
"lanjutin aja rey, gue mau pulang dulu" diandra mengambil tas nya yg ada dimeja.
rey merasa bersalah kepada diandra, dia menjemput diandra yg ada dicafe diandra yg sedari tidur terbangun mimpi buruk melihat kakaknya dan atala mendatanginya.
Diandra keluar dia berjalan menuju jalan tiba-tiba rey memanggilnya.
"mau kemana elu?"
"balik"
rey dan diandra balik kerumah mereka tiba-tiba diandra mengatakan.
"rey gue pengen ketemu sama atala"
"ngapain?"
"pengen ketemu aja rey, nanti kalo elu bisa nemuin gue ama atala gue kasih imbalan deh"
"imbalannya apa?"
"gue kasih jam tangan gimana?"
"jam tangan gue banyak"
"sepatu atau parfum?"
__ADS_1
"duh punya gue udah banyak tapi kalo elu mau nukar badan elu gue mau"
diandra terdiam memikirkan perkataan dari rey.
"gue jual diri mulu perasaan rey"
"elu nggak jual diri kali, gue laki elu itu udah kewajiban elu melayani gue"
"oke gue mau"
"oke 5 ronde elu diatas"
"oke kalau begitu"
didalam hatinya rey sangat senang ingin rasanya di teriak kencang karena diandra mau melayaninya sebagai suami, dan tidak susah payah memaksanya untuk membuka kakinya lebar-lebar.
"kapan elu mau ketemu atala?"
"besok"
diandra menceritakan semua yg terjadi padanya bagaimana sifat diandra kepadanya dan mamanya, rey hanya terdiam seakan tidak percaya dengan apa yg dilakukan atala, tapi buktinya udah jelas diandra hidupnya luntang lantung gumam rey dalam hatinya.
keesokan harinya diandra bersiap-siap pergi menemui atala dan kakaknya revan di cafe felly.
setiba dicafe felly diandra dan menunggu kakaknya datang dia menyadar di bahu rey, tanpa dia sadari rey mencium rambutnya.
ketika kakaknya datang dengan kakak iparnya atala, diandra mengatakan bahwa dia sudah menikah dengan rey.
revan dan atala terkejut dengan pernytaan dari diandra.
"gue akan bongkar siapa kalian sebenarnya kesemua orang, orang bakalan percaya dgn apa yg gue katakan di ujung nama gue tercatat jelas nama darmawijaya ditambah lagi dengan gue sekarang menikah secara sah dengan rey" ucap diandra dengan nada marah
"kamu kenapa tidak bilang ke kakak kalo kamu udah nikah dengan rey" revan bertanya ke diandra
"apa pedulinya elu ama gue?"tanya diandra balik
__ADS_1
"sekarang apa mau elu?"tanya atala
"balikin apa yg mesti jadi hak gue!! bukan cuma hak gue hak nyokap gue" pinta diandra
"untuk apa elu mau hak elu, hidup elu udah enak nikah sama rey yg punya segalanya" ujar atala
rey yg tadi diam tidak menyangka isterinya akan begitu kerasnya, tiba tiba terbelalak mendengar kata-kata dari sepupunya dia ingat bahwa dia tidak pernah menafkahi diandra.
"kalo kalian nggak mau sebagai ancaman kecil gue bakal bilang sama oma nita gimana jahatnya elu ke nyokap gue dan gue" diandra mengancam atala
"gue tidak pernah takut sama bocah kayak elu" atala mengejek diandra
"oke kalau gitu" diandra mengeluarkan handphonenya dan menelpon seseorang yg lagi siaran radio.
dian: im elu lagi siaran kan?
baim: iya di
dian: arahkan hp elu ke mic ada yg mesti gue ungkap siapa sebenarnya gue.
karena atala mengatakan kepada wartawan bahwa diandra adik iparnya bersekolah diluar negeri hidup mewah dan ditemani mertuanya.
dian: gue kirim bukti elu telpon wartawan
baim: bukti apa di, bukti akte kelahiran gue
ijazah gue dimana gue sekolah dan keberadan nyokap gue
"oke gue setuju sama elu" ucap atala
diandra menutup telponnya.
"tepati janji elu"
diandra pergi meninggalkan mereka kedalam, dia berlari memeluk william diandra nangis sejadi-jadinya dipelukan willy.
__ADS_1
Rey melihat kedua persahabatan itu sedikit terenyuh.