
Rey datang ke club itu setiap hari dan selalu di akhiri ngeroom dengan cewe yg ada di club itu.
Rey masih penasaran sama Aluna dj yg punya body goals layaknya model, Rey menanyakan kepada mbak anne untuk membooking Aluna tapi mbak anne menolak walaupun Rey sudah menawarkan 1 M kepada mbak anne.
"dia nggak dijual" ucap mbak anne ketus
"tapi kenapa mbak bukannya dia dj" tanya rey
mbak anne meninggalkan rey yg berdiri di hadapannya, rey menghampiri bar dan melihat aluna ada disana masih tetap dengan memakai masker.
"eh elu mau ngga main ama gue?"
diandra terkejut mendengar pernyataan rey saat itu
"maaf pak saya nggak jual diri saya jual karya"
"gue bayar mahal deh"
diandra tersenyum dibalik maskernya dan bergumam dalam hati seakan tidak percaya dengan pernyataan rey.
__ADS_1
"saya jual karya pak bukan jual diri" diandra meninggalkan rey yg duduk disampinginya dan menghampiri william
rey melihat itu seakan membuatnya penasaran dengan aluna, mata nya masih melihat aluna yg berjalan menuju wiliam.
"eh dia ke willy artinya willy kenal dia dong, mereka ngobrol kayak akrab banget gitu, siapa elu sebenarnya. Elu berada ditempat jual diri tapi elu nggak jual diri" rey bergumam dalam hati.
Daniel menghampiri rey yg duduk sendirian dengan sebotol bir.
"elu nggak bosan udah seminggu kita kesini mulu" tanya daniel
"cuma disini gue bisa melepas penat" jawab rey
"elu kan bisa melepas penat dengan sheren" ucap daniel
"tadi sore udah dikantor"
"anjing elu dikantor aja tetap mantap-mantap"
"kebutuhan semua men, eh elu selidiki dj aluna deh gue kepo sama dia"
__ADS_1
"siap"
rey pergi kekamar mandi dan tidak sengaja rey menabrak seorang wanita memakai masker tapi maskernya terbuka sambil membawa wine.
bruk suara nampan yg di bawa diandra terkena dada rey saat itu dia membuka maskernya, dia terkejut langsung menutup maskernya karena dia tahu yg menabraknya adalah rey.
rey pun terkejut dengan itu tapi saat itu keadaanya sudah lumayam mabuk sehingga dia samar-samar melihat muka diandra.
diandra beranjak meninggalkan rey dan meminta maaf kepada rey, rey terpaku hanya berdiri mematung memandangi diandra mata mereka saling beradu. Rey terus melihat Diandra yg meninggalkannya sampai punggung Diandra tidak terlihat.
Diandra yg dari tadi berdegup kencang membuatnya cemas takut rey mengenalnya, dia menghampiri willy dan mencertikan semuanya mulai dari rey menawarnya dan menabraknya tadi.
"elu yakin rey nggak ngenali elu"
"yakin gue mah, dia mabok lagi"
"bagus deh kalo gitu"
"bentar lagi balik yuk, besok gue mau ngantar mama cuci darah ntar gue mati kalo nggak tidur"
__ADS_1
Selain menjadi Dj diandra juga menjadi penyiar radio di pagi hari sampai siang sehingga waktu istirahatnya cuma dari jam 2 siang sampai jam 9 malam sisahnya dia harus bekerja untuk biaya hidupnya dan mamanya.
Mama diandra melakukan cuci darah satu minggu sekali karena ginjalnya tinggal satu dan satu lagi sudah tidak berfungsi, Diandra harus bekerja keras karena kalo tidak mamanya bisa saja sakit lagi padahal diandra terbiasa hidup mewah tapi dia mampu melawati semua ini sudah 2 tahun hidupnya seperti ini.