Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel

Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel
Prolog


__ADS_3

"Apa yang terjadi?! kenapa aku bisa ada disini?!" Pikir Kuroi dalam hatinya


"tunggu dulu... Argggg.. kepalakuuu sakittt" Kuroi memegang kepalanya dan berusaha mengingat kejadian sebelum ia dikirim kedunia entah apa dunia ini karna bagi Kuroi dunia yang ia lihat saat ini sangatlah asing.


Kuroi terus memegang kepalanya sambil mengingat-ingat dan tanpa disadari segerombolan makhluk yang tak dikenal entah itu Alien? atau apa sedang menatap tajam ke arah Kuroi.


Salah satu dari mereka ada yang memegang kepala manusia, ada juga yang memegang tangan dan kaki manusia, dan ada juga yang menyeret seorang perempuan dalam keadaan telanjang dan kemudian memakannya. Kuroi yang terkejut dengan kedatangan makhluk aneh itu langsung tak bisa berfikir jernih saat melihat makhluk itu memakan perempuan tadi.


Dalam hati Kuroi berpendapat "Larilah! " tapi lain pendapat dari tubuh Kuroi yang mengatakan "Aku tak bisa lari, ada sesuatu yang menjeratku hingga aku tak bisa bergerak saat ini".


Tubuh Kuroi bergetar dan kemudian tersadar oleh sebuah kalung yang dibawa oleh salah satu makhluk aneh itu. Kalung itu adalah kalung peninggalan Ibu kandung Kuroi dan kemudian secara ajaib ia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu saat ia dikirim ke tempat aneh ini.


~beberapa jam yang lalu


"tiiiiittttt... tiiitttt*" (suara klakson mobil) macet.


"aduhhhh... kenapa disini juga macet sekaliii... padahal sudah susah susah cari jalan yang sepi tapi pada akhirnya... aku tidak tau orang-orang juga berpikiran sama denganku untuk menghindari kemacetan jalan raya dan pada akhirnya disini juga macet huft" keluh Bibi Kuroi yang bernama Ayako.


"Hmm.. aku tak pernah menyangka kalau jalanan di Jepang juga bisa macet" Kuroi menurunkan kaca mobil dan melihat kesekitarnya.

__ADS_1


"huft... ini pasti karna masalah kecelakaan" saut Bi Ayako


"ha? kecelakaan? " Kuroi kembali menutup kaca mobil dan berfokus diucapan Bi Ayako


"iya, aku mendengar akhir-akhir ini banyak kecelakaan yang terjadi dikota" Bi Ayako berusaha menjelaskan dengan perasaan yang sedikit kesal karna mobil nya tak kunjung melaju


"Kecelakaan yaa... " Kuroi kembali membuka kaca mobil


"oh ya Kuroi-cha.. " belum selesai berbicara, Kuroi menyela Bi Ayako


"stop! sudah ku bilang berkali-kali namaku bukan Kuroi tapi Oliviaaa... "


"ahhhhh hentikannn.. jangan menyangkut pautkan karakter kesukaanku dengan nama panggilan" Kuroi merasa terganggu


"ahhh baiklah tapiiii.. hehe yakin nggak mau dipanggil KU-RO-I CHAN!!!! " Ayako berteriak seperti orang yang sedang kesurupan ditengah jalanan dan membuat semua orang yang bersebelahan dengan mobil Ayako terkejut.


"Hentikan teriakanmu itu!!! kau membuatku ingin pergi sekarang juga dari mobilmu dan pulang berjalan ditrotoar saja" Kuroi memegang kedua telinganya saat Ayako berteriak dan masih dalam posisi yang sama dia memperingatkan Ayako.


"ehhhh... benarkah? apa kau tidak akan tersesat dijalanan kota yang besar ini?? bisa saja ditengah jalan nanti kau bertemu dengan penjahat dan kau diculik setelah diculik kau akan dijadikan sebagai bahan percobaan ilmuwan gila dan bla bla bla.... (terus menerus menceritakan khayalannya) "

__ADS_1


Kuroi yang sedang kesal pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan berjalan ditrotoar kota.


"Hoii!!!! KU-RO-I CHAN!!!! " Ayako memanggil Kuroi tapi Kuroi tak peduli dengan Bibinya yang terus memanggilnya.


Ia terus berjalan ditrotoar dan melihat lihat kota yang akan menjadi tempat tinggal nya sekarang.


Yang ada dalam pikiran Kuroi saat ini hanyalah ucapan Bibinya yang mengatakan Ilmuwan gila. Saat Bibinya mengatakan Ilmuwan gila, yang terlintas dipikiran Kuroi hanyalah Ayahnya yang seorang Ilmuwan jenius.


Singkat nya Kuroi adalah anak yatim piatu dari umur 5 tahun. Orang tuanya meninggal karena sebuah insiden mengenaskan. Dan sekarang ia tinggal bersama Bibinya hingga umur 13 tahun kemudian pindah ke Tokyo tempat tinggal Bibinya. Walaupun Kuroi masih belum paham bahasa dan setiap gang-gang ditrotoar jalan, ia merasa seperti sedang berada dirumah dan kotanya sendiri.


Ayah Kuroi adalah seorang bule dari Eropa sedangkan Ibu Kuroi adalah keturunan asli Jepang.


Ayako merupakan adik kandung Ibu Kuroi juga seorang Bibi yang sangat sangat menyayangi keponakan kecilnya itu tapi karna Ayako yang terlalu lama diluar negeri, ia kembali merindukan kampung halamannya di Jepang. Jadi mau tidak mau Kuroi harus ikut Bibinya ke Jepang.


Yang dipikiran Kuroi saat ini, "bodoh! kenapa dulu ketika aku masih kecil tidak dibawa ke Jepang saja! Dasar Bibi Bodoh! rindu kelamaan! sekarang aku dalam masalah besar, dan tidak tau harus bertanya kepada siapa. Ahhh!!!! aku benci situasi saat ini!! Aku tersesat!!! apa kau mendengar ini wahai Bibiku yang Bodoh!!! Aku tersesat dan tidak tau harus kemana!!! " Kuroi marah kepada Bibinya, jika saat itu Kuroi kecil dibawa ke Jepang ia akan dengan mudah mempelajari bahasanya. Itu yang dipikiran Kuroi saat ini.


Bibinya Kuroi yang sedang fokus pada mobilnya saat ini sedang terbersin-bersin


"Haaaachuuu!!! apa ada yang sedang membicarakanku sekarang?? Ha-Ha-Hachuuu!!! ahhh... kenapa masih saja macet!!! aku harus mencari Kuroi sebelum gelaaapppaHachuuuu!!! ah siapa sih yang memarahiku!!! tidak ada kerjaan sama sekali huh! "

__ADS_1


To be Continued...


__ADS_2