Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel

Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel
Berdebat


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan besar tadi, Ninie langsung menyuruh ke-7 Murid Elit baru untuk mengikutinya tour Academy. Walaupun ini agak tidak adil bagi Murid tingkat Umum yang tidak diberikan tour khusus tapi Kuroi malah menyalahkan mereka karena terlalu bodoh.


Karena hari sudah semakin gelap, Ninie menyuruh ke-7 murid elit baru untuk melanjutkan tour Academy besok dan beristirahat dikamar asramanya masing-masing.


Untuk murid elit akan mendapatkan satu kamar asrama khusus yang sangat sangat nyaman dan besar karna satu orang murid elit berarti satu kamar sedangkan murid tingkat Umum tidur disatu kamar dengan beberapa murid lainnya dan besarnya kamar itu bahkan terbilang sangat kecil untuk beberapa orang.


Ninie memberikan kunci kamar asrama kepada Kuroi dan ke 6 lainnya


"ini kuncinya, beristirahatlah dengan nyaman dan besok kita akan lanjut bersenang-senang" kata Ninie sambil tersenyum kepada semuanya dan tiba-tiba menghilang meninggalkan ke-7 murid elit baru disebuah lorong sepi.


"hanya kuncinya saja? lalu bagaimana dengan kamarnya? apa kita akan mencarinya sendiri ditempat sebesar ini?? " Kata Catherine (wanita super sexy yang masuk Elit baru) sambil mengeluh


"Kalo begitu bagus, kita bisa menjelajahi Academy ini dimalam hari yeey" Kata Mithy dan Mithya bersama-sama (si kembar yang masuk Elit baru)


"hei! apa nya yang menyenangkan! yang ada malah pegel semua tau!" kata Catherine mencoba untuk berdebat


"itu karna kau terlalu tua jadi gerak sedikit langsung remuk deh ixixixi" kata Mithy dan Mithya bersamaan


"beraninya kalian memanggilku tua!!! " teriak Catherine marah


Tak mau kalah debat, Mithy dan Mithya juga melawan Catherine untuk berdebat.


"ahhh indahnya pemandangan hari inii.. aku bisa melihat dua orang gadis imut dan satu orang wanita cantik sedang berdebat... andaikan mereka berdebat untuk dirikuu.. ahhh indahnyaaa (berkhayal) " kata Joey (laki-laki mesum yang masuk Elit baru)


"a-anu.. itu.. jangan berdebat lagi..." kata Mei (si gadis cupu berkacamata yang masuk Elit baru) sambil menenangkan semuanya


"DIAM!!! " kata Catherine, Mithy, Mithya, dan Joey bersamaan.


Mei pun terdiam tidak berani berbicara lagi. Sedangkan Anak laki-laki disebelah Mei hanya terlihat tak peduli pada situasi ini. Dia adalah Ryota (si bodoamat an yang masuk Elit baru) .

__ADS_1


Kuroi hanya terdiam memandangi kunci yang dibawanya sambil memakai Headshet yang selalu dia bawa kemana saja dan tudung jaket yang masih tetap dikepalanya. Ia memandangi kunci itu yang bentuknya sangat aneh untuk dikatakan sebagai kunci. Bentuknya seperti lencana yang ditengahnya terdapat simbol bintang besar yang bersatu dengan bulan sabit berwarna biru cerah dan hitam agak ke biru-biruan. Ditengah itu ada sebuah permata kecil berwarna merah darah yang terselip diantara simbol Bintang dan Bulan sabit.


Saat Kuroi ingin melepas headshet nya dia menyadari kalau ada sesuatu ditelinganya. Sebuah benda yang saat dilepaskan maka ia tidak akan bisa mengerti apa yang dikatakan Orang-orang (Catherine, Mithy, dan Mithya) dan saat dipakai kembali, ia kembali mengerti apa yang dikatakan orang-orang.


"Alat penerjemah bahasa? " kata Kuroi dalam hatinya. Alat itu juga ada simbol yang sama seperti kunci yang dipegang oleh Kuroi saat ini.


Saat Kuroi melihat Alat penerjemah bahasa yang dipakai orang-orang ditelinga mereka, ia melihat simbol dan bentuk alat yang berbeda-beda juga warna yang tak sama dengan yang lain. Kuroi tersenyum dan mulai menyimpulkan sesuatu.


"bisakah kalian diam sebentar?" Tanya Kuroi menyela perdebatan Catherine, Mithy, dan Mithya sambil membuka tudung jaketnya.


"bagaimana bisa aku diam melihat si kembar kurang ajar ini mengatakan kalau aku ini sudahh... " tiba-tiba Catherine menghentikan kata-katanya saat melihat Kuroi membuka tudungnya.


"sudahh?? sudah apa?? "tanya Kuroi


"ada apa dengan Nenek ini? " Tanya Mithya


"mungkin dia sudah mengaku kalah" Jawab Mithy


Tiba-tiba Catherine berteriak kepada Kuroi.


"Ya ampunnn... tampan sekaliiiii!!! anak ini tampan sekali aaa!!!" Catherine berteriak sambil berlari dan memeluk Kuroi.


Joey yang melihat Catherine memeluk Kuroi pun melongo tidak percaya sedangkan yang lainnya hanya memperlihatkan wajah keheranan.


"tolong lepaskan akuu.. aku ini seorang gadisss" kata Kuroi sambil berusaha melepaskan pelukan Catherine


"tidak mungkin kau adalah seorang gadis... lihatlah wajahmu yang tampan dan mulus ini juga bola mata dan rambut yang begitu indah dan otot-otot perut ini. Mustahil kau seorang gadis" Kata Catherine sambil mengeluskan wajahnya ke rambut Kuroi.


"mau bukti? ayo ikut aku " Kuroi menggeret Catherine ke sudut sepi dan memperlihatkan "punya nya" ke Catherine. Seketika Catherine menangis sekencang-kencangnya saat tau Kuroi ternyata seorang gadis kecil.

__ADS_1


Orang-orang hanya menutup telinga mereka dan berusaha untuk diam saja melihat tingkah Catherine yang masih seperti anak-anak. Tidak hanya Catherine yang menangis tapi Joey juga menangis sambil menutup telinganya dan membuat orang-orang disebelahnya terheran-heran.


"sudah tau kan? karena kakak sudah melihat 'punya ku' aku mau kakak ganti rugi dengan memperlihatkan kunci asrama mu" kata Kuroi sambil menggeret tangan Catherine kembali ketempat tadi ia berdebat dengan Mithy dan Mithya.


"cuma itu saja? kalau begitu ambillah kunci ini dan asramaku. Aku akan tinggal dengan si kembar saja" kata Catherine sambil mengelap wajahnya.


"hei! kenapa kami harus tinggal bersama Nenek Nenek sepertimu! " Kata Mithy dan Mithya bersamaan.


"siapa yang kalian panggil Nenek Nenek hah?! aku ini masih berumur 20 tahun tau!! " Kata Catherine sambil mencubit pipi Mithy dan Mithya.


"aduh aduhhh sakit sakit sakittt" kata Mithy dan Mithya bersamaan.


"kalian kenapa sih? aku cuma ingin lihat kunci asrama punya nya Catherine saja. Aku juga tidak ingin mengambil asrama siapapun" kata Kuroi sambil memperlihatkan muka herannya.


"ehhh?? yakin cuma memperlihatkan kunci saja? " kata Catherine sambil memainkan jarinya.


"hmm.. hehehe.. kalau begitu apa kakak mau memeluk kak Joey? " Kata Kuroi sambil tersenyum jahat


"hehehe.. ayo sayankk.. peluk akuuu" saut Joey sambil memperlihatkan raut wajah gembira


"idihhhh.. ogah! ini kuncinya " Kata Catherine sambil menyodorkan kunci asramanya ke Kuroi


"WHAT?! "perkataan Catherine membuat Joey seperti terpukul oleh batu besar dikepalanya


sambil tersenyum kecil, Kuroi mengambil kunci Asramanya Catherine dan melihat-lihat simbol yang ada dikunci itu. Simbol milik Catherine berwarna hijau muda cerah dan ada bentuk sebuah daun bewarna emas kecil ditengah-tengah kunci.


"kakak, aku ingin bertanya satu hal. Sebelum Kakak terbawa kemari, apa profesi kakak? atau apa ada beberapa hal baik sebelum Kakak terbawa kemari? " Tanya Kuroi kepada Catherine.


Pertanyaan Kuroi membuat semua Murid Elit baru itu terdiam sejenak dan fokus kepada Kuroi.

__ADS_1


To be Continued...


__ADS_2