Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel

Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel
Roh Kecil Xixi (Xiao-Xiao)


__ADS_3

Beberapa menit kemudian setelah Kuroi menyusuri beberapa lorong, akhirnya ia menemukan kamar asramanya yang ternyata sebelahan dengan kamar Elit lain. Kuroi hanya tertawa kecil dan membayangkan nasib Joey yang pasti sedang kesulitan mencari kamarnya karena ternyata lorong Academy merupakan lorong ilusi yang membuat orang yang melewatinya akan terkena ilusinya dan tersesat didalam ilusi itu atau bisa dibilang mata kita sedang melihat jalan yang lurus padahal itu hanya ilusi yang sebenarnya kita diajak muter-muter ditempat.


"untung saja kunci ini bisa memanduku berjalan, kalau tidak bisa bisa nasibku sama dengan si kakak mesum itu huft" kata Kuroi saat sampai didepan pintu asramanya.


Tiba-tiba dari belakang, Ryota menepuk pundak Kuroi


"Yo! sepertinya kamar kita bersebelahan" Kata Ryota setelah mengagetkan Kuroi


Kuroi yang agak kesal langsung membuka pintu Asrama dengan kunci yang ada ditangannya.


"menyebalkan!" kata Kuroi sambil menutup pintu Asrama


Ryota hanya tersenyum melihat Kuroi sedangkan, Kuroi didalam sedang terduduk disebuah kursi panjang dibawah jendela yang besar.


"huft... ku pikir jantungku akan berpindah tempat tadi!" Kata Kuroi sambil mengusap-usap wajahnya


"oh ya aku hampir lupa, hei makhluk kecil yang bersembunyi dikalung ku! keluarlah atau ku paksa kau keluar sekarang juga!" Kuroi berteriak sambil menggoyang-goyangkan kalung peninggalan ibunya.


Seketika keluarlah makhluk kecil yang melayang seperti hantu dari kalung Kuroi. Makhluk kecil itu terlihat sedang kepusingan dan melayang-lanyang hingga tubuhnya berputar-putar 360 derajat diudara.


"hei kau, makhluk apa kau sebenarnya? kenapa kau terlihat seperti arwah kecil saja?" Kata Kuroi


"hadehhhh.. pusing.... kepalaku pusing sekalii... aku melihat ada banyak bintang yang berputar dikepalakuu..." kata Makhluk itu sambil berputar-putar diudara


"heiii...bangunlah! bangun!" Kuroi menangkap makhluk itu dan menggoyang-goyangkan tubuhnya


"heiii!!! bangun dan jawab pertanyaanku!!!" kata Kuroi


"heeee... akan ku jawab... kalauuu kauuu melepasssskannnkuu.." Jawab makhluk itu


Kuroi melepaskan Makhluk itu dan mulai mengintrogasinya.


"kau ini makhluk apa? kenapa kau membantuku saat segerombolan makhluk aneh seperti zombie tadi menyerangku dengan menjadi sebuah tongkat kayu? aku baru tersadarkan saat aku tiba-tiba mendapatkan tongkat kayu padahal saat aku menoleh kebelakang, tidak ada satu tangkai tanaman pun disana dan hanya ada segerombolan makhluk seperti Zombie disana"


"hehehe... sepertinya aku mempunyai tuan baru yang cerdas" kata Makhluk itu sambil berpikir

__ADS_1


"heiii apa maksudmu dengan tuan? kau pikir aku akan membawa mu bersamaku?" saut Kuroi


"tapii... bukankah aku sudah membantu tuan? seharusnya tuan berterimakasih kepadaku" kata Makhluk itu


"huh? membantu? kalau mau membantu, berubah jadi pedang, raksasa atau apa kek bukan jadi tongkat kayu. Kau pikir dengan tongkat kayu bisa menyelamatkanku hah?!" tiba-tiba wajah Kuroi berubah menjadi sangat seram.


"a-anu itu..." makhluk itu ketakutan


"apa?! ana anu! cepat katakan siapa kau dan apa yang kau mau!" kata Kuroi


Makhluk itu langsung bersembunyi dibalik Almari besar


"i-itu... aku adalah roh kecil penghuni kalung itu.." Jawab makhluk itu sambil bersembunyi


"hah?? maksudnya kalung ini?"


"i-iya.. aku sudah berjanji kepada Nyonya Nathaly untuk menjaga mu jadi Nyonya memberikanmu kalung itu pada saat-saat terakhirnya walaupun aku juga tidak tau bagaimana cara melindungimu hehe"


"jadi... Ibu sengaja membiarkan makhluk kecil dan aneh seperti mu untuk mengikutiku? tapiii.. apa yang bisa kau lakukan untuk melindungiku? berubah menjadi tongkat kayu lagi?" Kuroi mencoba berpikir


"ta-tapi aku juga bisa berubah menjadi benda-benda yang diinginkan oleh tuan tapii..."


"tapi? tapi apa?" Tanya Kuroi


"aku harus menaikkan levelku dulu baru bisa berubah menjadi benda-benda sesuai dengan levelnya dan biasanya untuk roh kecil sepertiku akan sangat lama untuk menaikkan levelnya hiks" tiba-tiba menjadi sedih


"kalau begitu kenapa kau malah bersedih? seharusnya kau senang karena Nyonya mu telah mempercayaimu untuk menjagaku" hibur Kuroi


"i-iya juga ya seharusnya aku harus lebih berusaha lagi agar aku bisa menepati janji Nya" bertekad


Kuroi tiba-tiba terdiam dan memandangi kamar asramanya


"tuan, kenapa tuan tiba-tiba terdiam?" tanya Makhluk itu


"sttt... kamar asrama ini sangat familiar seperti kamarku di Jepang tapi bedanya hanya dari luas dan beberapa barang perlengkapan Elit lain bahkan disini ada foto Bibi dann...(tiba-tiba terkejut)"

__ADS_1


"tuan, tuan tidak apa-apa???" kebingungan


"a-aku tidak apa-apa hanya saja aku teringat perkataan seseorang" Kata Kuroi sambil memegang kepalanya


"perkataan seseorang? siapa seseorang itu?"


"jika kau itu roh yang mengikutiku seharusnya kau juga tau siapa itu dan apa yang aku bicarakan dengannya" kata Kuroi


"tunggu duluuu... biar Xiao Linghun pikirkan" Kata Makhluk itu sambil berpikir


"namamu jelek sekali.." saut Kuroi


"(terkejut) Aku adalah jiwa kecil jadi Tuan-Tuan ku sebelumnya memanggilku Xiao Linghun! Xiao Linghun artinya Jiwa Kecil!!!" marah


"iya iya baiklah terserah kau tapi kau bilang yang memberimu nama adalah Tuan-Tuan mu sebelumnya tapi sekarang bukankah aku adalah Tuanmu sekarang? jadi mulai sekarang aku akan memanggilmuu... Xixi saja bagaimana?" kata Kuroi sambil tersenyum


Makhluk itu terkejut dengan senyuman Kuroi dan malah memasang wajah malu-malunya yang memerah serta cepat-cepat mengalihkan pandangannya.


Kuroi yang melihat Xixi yang tiba-tiba memandang kearah lain langsung merasa aneh


"kau tidak apa-apa?" Tanya Kuroi


"a-akuu.. aku baik baik saja tu-tuan" jawab Xixi


"gawatt....ternyata tuanku yang sekarang memiliki wajah yang sangat manis walaupun wajahnya sekarang masih tertutup tudung jaket" Kata Xixi dalam hati


Dan dengan secara ajaib Xixi tau yang dimaksud Perkataan Seseorang tadi yang diucapkan Kuroi. Dengan wajah yang sedikit senang Xixi langsung membalikkan badannya dan melihat kearah Kuroi tapii.. saat Xixi membalikkan badannya...


"uwaaaaa!!!! mataku yang suci telah ternodaiiii...." Xixi menjerit melihat Kuroi yang tiba-tiba berganti baju dan cepat-cepat menutup matanya dan bersembunyi dibalik tirai jendela


Kuroi yang melihat Xixi sudah tidak ada disekitarnya langsung memanggil namanya berkali-kali tapi tidak direspon oleh Xixi karna ia sekarang sedang dalam keadaan yang sangat sangat canggung.


"gawat sudah! bagaimana aku bisa berhubungan dengan Tuanku yang baru jika sudah seperti ini" kata Xixi menggigil dibalik tirai


To be Continued...

__ADS_1


__ADS_2