
Beberapa Jam kemudian~
"eh? sudah tidak ada suara? apa Tuan sudah tertidur?" Kata Xixi masih bersembunyi dibalik tirai jendela
Xixi kemudian mulai keluar dari tirai jendela dan melihat kesegala arah.
"eh? kenapa tuan tidak ada ditempat tidurnya???" Kata Xixi dalam hatinya.
Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Xixi dannn...
"xixiiii....ciluuppp baaa" Kuroi yang tiba-tiba berada dibelakang Kuroi dan mencoba mengejutkan Xixi dengan topeng seramnya
"Aaaaaa!!!! ha-ha-hantuuu!!!" Menjerit dan hampir pingsan
"ahahahahahah, apa aku sudah salah dengar? hantu teriak hantu? ahahahah " tertawa dan melepas topeng seramnya
"tu-tuan?"
"ahahahahah... bagaimana? cantik bukan topengku ini?" sambil memperlihatkan wajah seramnya kearah Xixi
"i-itu.. cantik? apa kepalanya tadi terbentur kah? topeng serem serem kayak gitu dibilang cantik (dalam hati)" Xiao Xiao menghadap kearah lain karna tak berani melihat wajah seramnya Kuroi dan topeng yang dia pegang.
"oh ya Xixi tadi aku menemukan hal luar biasa didalam kamar ini" kata Kuroi mengalihkan pembicaraannya
"hah? hal luar biasa? apa itu tuan???" mulai bersemangat
"aku menemukan sebuah ruang rahasia dan beberapa hal mengejutkan lainnya" kata Kuroi berjalan dan membuka sebuah jalan rahasia
"woahhh itu sebuah jalan, tuan memang hebat!"
"itu bukan apa-apa, ada yang lebih mengejutkan lagi daripada ini" Berjalan masuk ke ruang rahasia.
Saat sudah sampai disebuah ruangan yang sangat besar penuh dengan benda-benda elektronik,
__ADS_1
Kuroi langsung memperlihatkan sebuah rancangan seperti partikel-partikel kecil yang dibuat oleh ayahnya sewaktu masih hidup.
"ini???" Xixi mulai bingung
"benda apa ini tuan?" tanya Xixi
"ini adalah sebuah program rancangan ayahku yang belum selesai" Jawab Kuroi sambil mengotak-atik rancangan itu
"tunggu duluu.. bukankah ayah tuan adalah seorang kepala polisi?" tanya Xixi
"bukan" menggeleng-gelengkan kepala.
"ayahku adalah seorang ilmuwan jenius sedangkan ibu kandungku bukanlah nyonya Nathaly melainkan seseorang yang bernama Miyako" Kata Kuroi sambil memperlihatkan sebuah foto yang kebetulan tergeletak disebuah meja
"tu-tunggu! apa?! jadi?? tuan bukan anak kandung dari nyonya?" tanya Xixi sambil menunjukkan wajah tak percaya
"iya, aku hanyalah anak angkatnya sedangkan anak kandungnya sudah lama tiada sejak berumur 2 tahun. Itu pun aku tau saat tidak sengaja lewat disamping kamarnya dan menguping pembicaraannya" Kuroi terduduk disebuah kursi
"maaf, aku diadobsi oleh Nyonya Nathaly dan Tuan Marcello karna wajahku yang hampir mirip dengan anaknya yang sudah lama tiada tapii.. mungkin ada juga pendapat lain mengapa aku bisa diadopsi oleh mereka" Kuroi menyentuh kepala Xixi dan mencoba menenangkannya
"kalau kau merasa keberatan dengan kalung yang ada dileherku ini, aku bisa melepaskannya sekarang dan kau bisa bebas sekarang" Kuroi mencoba melepas kalungnya tapi dihalangi oleh Xixi
"tak apa tuan, karna Nyonya memilih anda sebagai tuanku aku tidak keberatan sama sekali tapii..Xixi masih ada dua pertanyaan" kata Xixi
"dua pertanyaan? apa itu?"
"yang pertama, kenapa ada foto keluarga tuan diruangan rahasia ini? dan yang keduaaa...program rancangan apakah itu??" tanya Xixi
Kuroi tersenyum dan mulai memperlihatkan teknik Hackernya. Sambil mengetik disebuah laptop, ia tersenyum saat melihat program rancangan ayahnya itu mulai berfungsi.
"sebelumnya aku juga bertanya hal yang sama denganmu tapi sekarang aku sudah mengetahui semuanya" Kuroi menutup laptopnya dan memperlihatkan tangan kanan Kuroi yang sudah dimasuki sebuah alat.
"i-itu sebuah alat? tapi kenapa seperti sudah tertanam ditangan tuan?" Tanya Xixi
__ADS_1
"iya, sebelumnya aku terkejut saat tau tangan kananku dimasuki sebuah alat tapi saat aku menemukan ruangan ini, aku tau bahwa dunia ini juga membutuhkan internet karna itu aku tadi berhasil menggerakkan program rancangan ayahku dan meretas beberapa informasi penting yang ada di Academy ini menggunakan laptop itu" Kata Kuroi
"tapi tuan, aku masih belum mengerti apa yang dikatakan tuan" kata Xixi sambil bertingkah kebingungan
"huft begini saja, ada seorang remaja yang sedang bermain game konsol di PC nya tanpa henti seharian penuh dan saat dia sedang memasuki sebuah turnamen 1 VS 1 dia tak sengaja malah masuk kesebuah dunia game konsol dan tanpa ia sadari dia sudah kalah berkali-kali didalam turnamen itu dan tidak tau harus berbuat apa untuk memenangkan game itu. Menurutmu apa yang akan dilakukan remaja itu selanjutnya?" tanya Kuroi
"emm.. meminta bantuan seseorang yang jadi lawannya diturnamen itu untuk mengalah?" jawab Xixi
"bukan! kau salah besar! jika kau memilih untuk meminta lawanmu untuk mengalah itu sama saja dengan bunuh diri karna bisa saja lawanmu itu bukanlah player yang baik atau bisa saja dia tidak percaya denganmu dan malah bertindak kebalikan dari ekspetasimu! percuma kalau kau berbicara panjang lebar tapi lawanmu malah tidak percaya denganmu atau percuma saja kau melambaikan tangan ke lawanmu tapi kau tidak bisa berbicara karna adanya penghalang antara dunia si lawanmu dan dirimu sendiri" kata Kuroi sambil sedikit berteriak dan memukul meja yang ada dihadapannya
Xixi yang ketakutan karna reaksi Kuroi yang begitu menakutkan bersembunyi dibalik program rancangan dan menyaut dengan gagap tanggapan Kuroi
"la-lalu a-apa yang ha-harus dilakukan re-remaja itu?" sambil menggigil
"huft maaf sepertinya reaksiku membuatmu takut" terduduk disebuah kursi
Xixi mulai mendekati Kuroi kembali.
"ini hanya sekedar logika saja, kalau si remaja itu benar-benar terjebak didunia itu yang dimana ia dibawa disebuah turnamen, hanya satu yang bisa dilakukan oleh remaja itu yaitu bangun"
"hah? bangun?" Xixi kebingungan
"jadi kau masih belum mengerti?? huft baiklahhh.. " membuka laptop dan memperlihatkan sebuah kode rahasia dan beberapa informasi lain
kemudian Xixi mulai paham yang dikatakan Kuroi.
"aku tau tuan! tadi tuan berkata bahwa si remaja itu bermain tanpa henti seharian penuh, lalu tuan tidak mengatakan kalau si remaja itu terjebak kedalam permainan tapi hanya mengatakan memasuki sebuah dunia game konsol artinya si remaja itu belum tentu terjebak kedalam game tapi hanya tidak sengaja tertidur karna kelelahan bermain game hingga bermimpi dirinya memasuki sebuah dunia game! apa aku benar tuan?!" Kata Xixi antusias
"yap! kau sangat benar dannn.. sebenarnya ada hal mengejutkan lainnya yang belum ku beritaukan" kata Kuroi sambil tersenyum dan menjentikkan jarinya.
Kemudian seseorang keluar dari sebuah almari diikuti dua orang lagi yang muncul disebuah almari kecil yang ada dibawah meja.
To be Continued...
__ADS_1