Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel

Terjebak Di Dalam Dunia Game Paralel
Terjebak masuk Academy


__ADS_3

"mungkin kita berasal dari Dunia paralel berbeda" jawab si Nona pahlawan santai


"hah??? " kebingungan


"pft, ekspresimu ketika sedang kebingungan sangatlah lucu" Menahan tertawa.


"kakak.. ini bukan saatnya tertawa"


"iya iya aku tau hihi.. dalam dimensi ini hampir 75% penghuninya dari dunia lain atau dunia paralel. 1% kemungkinan penduduknya dari duniamu atau bisa dikatakan Si pembuat dunia ini menculik satu kota dari 1 dunia paralel jadi untuk % lainnya dari dunia paralel yang berbeda. Aku tidak tau kenapa harus menculik dari dunia yang berbeda tapi... ada yang mengatakan kalau kita yang terjebak disini dijadikan sebagai bahan percobaan untuk membuat dunia baru yang dunianya berbeda dari yang lain dan ada juga yang berpendapat kalau tidak ada unsur lain selain kesenangan belaka" Jelas si Kakak pahlawan


Dari penjelasan Kakak pahlawan itu, Kuroi mulai menyimpulkan beberapa pendapatnya sendiri.


"Ada beberapa hal yang aku pahami dari penjelasan kakak. Yang pertama, kita ini hidup di alam bawah kesadaran rata-rata manusia biasa. Yang kedua, tidak ada unsur kesenangan dalam dunia ini karna semenjak aku menginjakkan kaki ku disini, tidak ada yang namanya rasa 'kesenangan' tapi malahan hawa kebencian yang dalam karena mereka tau kalau mereka dipaksa masuk ke dunia berbahaya ini. Yang ketiga, kita ini bukan masuk atau dipaksa masuk ke dimensi lain melainkan kita hanya bermimpi masuk ke dunia ini tapi sayangnya ada sesuatu yang membuat kita tidak bisa membuka mata lagi selain menyelesaikan misi kita di dunia ini dan kembali membuka mata kita dan juga mengembalikan kota tempat tinggal kita. Yang keempat, kalau dimensi ini memang se Fantasy yang dipikirkan pasti ada yang lebih Fantasy yaitu penghuninya. Yang kelima, ini adalah pendapatku yang paling besar kemungkinannya atau bisa dibilang aku menggabungkan semua pendapatku yang tadi kedalam pendapatku yang kelima yaitu kita Terjebak di dalam dunia Game nyata yang mengharuskan kita mencari tau penyebab kita tidak bisa terbangun kembali ke dunia nyata dengan mengelilingi satu demi satu map-map yang ada di dunia ini dengan syarat kita harus menjadi yang terkuat lalu dengan begini kita akan bisa menuju ke map selanjutnya. Kurang lebih seperti itu yang aku pikirkan" Kuroi menjelaskan dengan rinci pendapatnya dan tiba-tiba..


"BAGUS! Kamu lulus menjadi murid Academy kami dan akan menjadi murid elit di Academy kami" kata Kakak pahlawan tadi yang perkataannya mengagetkan Kuroi


"ha?? " Kuroi kembali bingung


"oh ya kita belum berkenalan kan? daripada kau terus memanggilku Kakak pahlawan, bagaimana kalau kau memanggilku Guru Ninie" Kata Kakak pahlawan tadi sambil tersenyum


"ha?? " Kuroi masih kebingungan


"lihatlah dirimu yang kebingungan itu hihi, kau akan segera tau apa yang kau bingungkan setelah mengikutiku" Ninie langsung berjalan meninggalkan Kuroi

__ADS_1


"hei! tunggu aku! " Kuroi mengejar dan mengikuti apa yang dikatakan Ninie.


Beberapa menit kemudian setelah menyusuri lorong, Kuroi melihat ratusan bahkan ribuan orang berkumpul disebuah ruangan besar. Ninie menyuruh Kuroi untuk bergabung kedalam kelompok besar itu.


"Semuanya!!!! Harap tenang!" Teriak Ninie


Kemudian Ninie berjalan ketengah-tengah dan berhenti tepat diatas sebuah lingkaran besar. Saat Ninie sudah berada tepat diatas lingkaran tersebut, lingkaran itu langsung bergerak keatas dan terlihatlah dengan jelas Ninie dari bawah.


"Oke, sebelumnya ku ucapkan terimakasih telah bersedia untuk bergabung ke Academy ini. Kalian adalah calon murid-murid Academy ini jadi diharapkan agar mematuhi peraturan di Academy ini"


Semua orang saling berbicara dan memandang satu sama lain. Terlihat di tengah-tengah kerumunan orang, Kuroi diam-diam menyimak pembicaraan orang-orang


"kapan kita menjadi murid disini? "


"entahlah, kurasa kita telah dijebak? "


"tapi lihatlah sendiri! kita malah dijadikan murid Academy. Dia pikir kita ini masih muda?? umurku saja baru 30 tahun"


Orang-orang terus saja bertanya-tanya dan sebaliknya Kuroi malah terdiam mendengar pertanyaan orang-orang disekitarnya.


Kemudian ada seorang wanita kurus memakai pakaian khas China dengan rambut pirang agak acak-acakan serta bola mata bewarna agak kecoklatan dan terlihat masih muda memegang pundak Kuroi


"hei nak, apa kau melihat anakku? " Tanya Wanita itu

__ADS_1


"tidak, memangnya tadi Nona ini datang tidak bersama dengan Anak anda? " Jawab Kuroi dan berbalik mengajukan pertanyaan


"tadi aku bersamanya tapi saat ada banyak kerumunan orang datang, Anakku entah pergi kemana" Jawab Wanita itu dengan raut muka sedih dan khawatir


"seperti apa Anak Nona? " Kuroi kembali mengajukan pertanyaan


"Diaa... (pandangan menuju keseorang Anak) " belum menyelesaikan perkataannya, Wanita itu langsung berteriak kalau dia sudah menemukan Anaknya.


"Yugoooo!!! " Wanita itu berteriak dan berlari menuju seorang Anak yang kira-kira umurnya masih 7 atau 8 tahun.


Anak itu juga berteriak dan memanggil "Mama"


Kuroi hanya terdiam melihat kedua orang itu berpelukan sedangkan Ninie yang daritadi memperhatikan Kuroi jadi tersenyum sendiri sambil berbasa-basi dihadapan ratusan atau bahkan ribuan orang entah itu muda atau tua semuanya berkumpul diruangan besar tersebut.


Ninie memperkenalkan para Guru dan beberapa Murid paling hebat di Academy tersebut. Sambil menunjukkan beberapa kode tubuh, Ninie berusaha memberi tau kepada Murid paling hebat di Academy itu yaitu Yan ling dan Bao yan bahwa dikerumunan tersebut ada satu Anak yang kemampuannya akan jauh melebihi mereka suatu saat nanti. Ya kalian tau sendiri yang dimaksud dengan satu Anak tersebut adalah Kuroi yang saat ini sedang memperhatikan kode tubuh Ninie kepada Yan ling dan Bao yan.


Yan ling tersenyum tak percaya sedangkan Bao yan menatap kearah Kuroi. Saat Bao yan melihat kearah Kuroi, ia terkejut dengan tatapan kejam dari mata Kuroi dan itu membuat Bao yan menjadi sedikit ketakutan.


"Bao Bao? ada apa denganmu hari ini? " Tanya Yan ling


"aku tidak tau, tiba-tiba tubuhku bergetar dan ingin sekali segera pergi dari sini" Jawab Bao yan sedikit ketakutan


Melihat Bao yan sang legenda petarung itu ketakutan, Yan ling langsung memperhatikan Kuroi dari keatas.

__ADS_1


Tau bahwa Murid terhebat di Academy itu sedang membicarakannya, Kuroi langsung menutup wajahnya dengan tudung jaketnya dan menunduk. Yan ling tersenyum dan kemudian meminta izin kepada Guru-Gurunya untuk mengantar Bao yan beristirahat di Asramanya.


To be Continued...


__ADS_2