
1 (satu) jam Kuroi ditarik oleh si Nona pahlawan hingga sampai kesuatu tempat yang sangat sangat ramai oleh penduduk. Sebenarnya Kuroi masih kebingungan dengan yang ia lihatnya saat ini karna tempat yang ia injak saat ini sangat sangat Fantasy. Bisa dibilang seperti didalam Dunia Game sungguhan.
Si Nona Pahlawan masih menarik tangan Kuroi sampai kesuatu tempat yang megah sekali seperti bangunan Istana Kerajaan yang ada di Game. Luas dan Megah juga didalamnya banyak sekali orang-orang berpakaian aneh seperti mau bertempur diarena perang tapi ada juga yang memakai pakaian tempur dengan rancangan dibuat seperti pakaian pesta/pakaian cantik nan elegan kalau didalam Dunia Game sering disebut AVA/Skin Pakaian untuk menutupi Zirah tempurnya itu walaupun terkadang AVA hanya dibuat untuk menutupi baju zirah tapi ada juga AVA yang sangat berguna daripada zirah yang menempel ditubuh itu sendiri.
Si Nona Pahlawan tetap bertahan dengan posisinya yang menarik tangan Kuroi hingga semua mata tertuju pada mereka berdua
"Anuu.. kakak Pahlawan kenapa membawaku kesini? " Tanya Kuroi
"tenang saja jangan panik, aku akan membawamu ke suatu tempat" Jawab si Nona Pahlawan sambil terus menarik tangan Kuroi
"tapiii.. ah baiklah terserah kakak pahlawan saja" Kuroi menatap sekilas kepada orang-orang yang menatapnya dan kemudian menghela nafas.
"pft, tenang saja mereka hanya melihat tidak akan berani macam-macam" Saut Nona pahlawan itu sambil tersenyum sedikit
"iya sih cuma melihat nggak ngapa-ngapain tapi bukan itu yang aku khawatirkan tapi yang ku khawatirkan adalah mulut mereka yang lebih mematikan daripada racun dan pedang" kata hati Kuroi saat melihat orang-orang menatapnya dengan aura mengerikan.
10 menit Kuroi menyusuri lorong-lorong bangunan megah itu pada posisi yang sama yaitu masih ditarik oleh Nona Pahlawan.
"kakak pahlawan.. aku bisa berjalan sendiri dengan bantuan kakak tanpa harus menarik tanganku begitu lama" Kata Kuroi
__ADS_1
"tenang saja aku tidak keberatan jika aku juga menggendongmu" jawab Nona Pahlawan itu santai
"kakak... apa kau sangat suka Anak kecil? " kata Kuroi dengan wajah heran
"iya aku sangat suka terlebih lagi yang wajahnya imut seperti mu aaaa!! imutnyaaa.. wajah bulat, mata yang biru, dan rambut yang halus juga warnanya yang hitam pekat ini aaaaaa!!! aku sukaaa.. " jawab Nona pahlawan sambil mencubit kedua pipi Kuroi dan memeluknya sambil menggosokkan wajahnya ke rambut Kuroi.
Kuroi yang pasrah dengan pelukan Nona Pahlawan itu yang sangat kuat hampir saja terpingsan tak kuat menahan pelukannya tapi untunglah Kuroi tidak terlalu pasrah dan mencoba memberontak dan akhirnya Kuroi terlepas dari pelukan Nona pahlawan.
"huft, kakak bisakah mengendalikan pikiran kakak yang konyol itu? kalau aku tadi tidak memberontak, bisa saja aku mokad ditangan kakak" kata Kuroi sambil bernafas lega
"hehe maaf aku tidak bisa mengendalikan diriku setelah bertemu dengan hal-hal yang imut" kata Nona pahlawan sambil menggaruk-garuk kepalanya
"tentu saja, aku akan berjalan disampingmu" kata Nona Pahlawan sambil mendekat kesamping Kuroi. Kuroi menghela nafas dan kemudian mulai bertanya tentang hal-hal yang masih dibingungkannya didalam pikirannya.
"kakak aku ingin bertanya beberapa hal kepada kakak, tidak terlalu banyak juga tidak terlalu sedikit sih... apa kakak mau menjawabnya dengan jelas? "kata Kuroi memulai pembicaraan
"tentu saja aku akan menjawabnya dengan jelas apa lagi yang bertanya adalah seorang gadis imut kyaaaa... " jawab Nona Pahlawan sambil memikirkan hal hal konyolnya.
"kakak, pertanyaan ini bukan bercandaan. Aku hanya ingin tau aku dimana? apa nama tempat ini? kenapa aku bisa ada disini? dan kenapa semua orang yang ada disini terlihat aneh? " Kuroi bertanya kepada Nona Pahlawan dengan tatapan serius tapi saat Kuroi bertanya, wajah si Nona Pahlawan langsung terlihat jelas menunjukkan antara sedih dan marah kemudian mulai menjawab pertanyaan Kuroi.
__ADS_1
"kau sekarang berada didalam dunia dimensi lain" kata Nona pahlawan
"hah? dunia dimensi lain? " Tanya Kuroi kebingungan
"iya, bisa dibilang tubuh kita sedang tertidur pulas sedangkan jiwa dan pikiran kita ada ditempat lain. Bukan hanya pikiran dan jiwa kita yang berpindah tapi juga tempat dimana kita dihantam oleh cahaya silau itu" Jelas Nona pahlawan
"tunggu dulu, apa maksudnya dengan tempat dimana kita dihantam oleh cahaya silau itu? dan kenapa kakak ini bisa tau kalau sebelum aku ada disini aku dihantam oleh cahaya menyilaukan? atau jangan-jangan kejadian yang aku alami beberapa jam lalu, kakak juga mengalaminya? " Tanya Kuroi lagi
"iyap kau benar sekali, selain imut kau juga sangat pintar! aaaa... jadi iri hiks.. " sambil menunjukkan wajah sedih
Kuroi memasang wajah herannya lagi dan menatap Nona pahlawan itu.
"kejadian ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Saat itu aku adalah seorang gadis SMA biasa kota Nimi, Niberia. Saat itu aku baru pulang dari kota sebelah dan melihat beberapa orang tertidur disebuah tempat yang kosong padahal tempat itu adalah kota tempat tinggalku. Aku berlari mencari keluargaku dan aku menemukan mereka sudah tertidur ditanah yang kosong. Aku membangunkan mereka berkali-kali dan berkali-kali juga aku menggunakan berbagai cara untuk membangunkan mereka tapi mereka tidak ada yang terbangun seorang pun tidak ada yang terbangun padahal mereka semua bernafas layaknya orang Normal tapi aku sama sekali tidak menganggap hal itu Normal. Lalu, tiba-tiba seseorang berpakaian aneh muncul dan mengatakan kata-kata aneh setelah itu muncul sebuah cahaya menyilaukan dari langit dan cahaya itu menghantamku hingga aku tak sadarkan diri lalu sebelum aku tak sadarkan diri, orang aneh itu tiba-tiba lenyap seolah tak pernah ada dan aku pun terbangun ditempat ini. Apa kau tau apa yang aku temukan setelah aku menjelajahi dunia ini? aku menemukan sebuah kota yang kota itu mirip sekali dengan tempat tinggalku lalu aku menyadari sesuatu tentang ini. Aku dan seluruh kota termasuk jiwa dan pikiran orang-orang yang ada di kota berpindah ke dimensi ini sedangkan tubuh kita masih terbaring di dunia sana. Aku ingin sekali pergi dari dunia ini tapi aku tidak tau bagaimana caranya agar pergi dari sini. Yang ku tau adalah setelah kita mengalahkan si pembuat dunia ini maka kita akan langsung kembali kedunia asal kita tapi itu tidak lah mudah. Kita harus menjadi yang terkuat atau kita akan terus terjebak disini selamanya" Nona pahlawan menjelaskan kejadian ia bisa sampai kedunia ini.
"akuuu... kejadian yang kakak pahlawan alami hampir semuanya benar terjadi kepada ku tapi orang aneh yang kakak maksud tadi kurasa aku tau. Aku masih ingat jelas namanya dan soal tempat tinggal kakak ituuu... di Nimi? Niberia? aku tak pernah mendengar nama kota Nimi atau Negara bernama Niberia sebelumnya saat aku membaca artikel-artikel tentang kota-kota dan Negara diseluruh dunia" kata Kuroi masih kebingungan
"mungkin kita berasal dari Dunia paralel berbeda" jawab si Nona pahlawan santai
"hah??? " kebingungan
__ADS_1
To be Continued...