
Matahari mulai perlahan-lahan tenggelam. Suasana disekitar perkotaan menjadi sedikit lebih senyap dibandingkan dengan tadi siang dan kita lihat sendiri bagaimana keadaan Kuroi yang kebingungan mencari jalan pulang tapi belum tau dimana letak persis rumah Bibinya bahkan belum tau bentuk rumah Bibinya. Yaaa... tau sendirilah kan baru saja sampai di Negara orang, wajar saja anak berumur 13 tahun dari Negara asing tersesat dikota sebesar Tokyo, apalagi belum tau bahasanya.
Sebenarnya karakter Kuroi adalah gadis ceria dan mudah bergaul dengan orang juga mudah berinteraksi dengan orang lain tapii... ya mau gimana lagi kan masih belum bisa mengerti bahasanya dan yang dilakukan Kuroi saat ini hanya mondar mandir tidak jelas dijalan trotoar sambil kebingungan
"Lho kok disini lagi si??? bukannya tadi perasaan udah lewat sini?? " Kuroi kebingungan.
Karna sudah kelelahan berjalan tanpa panduan akhirnya Kuroi duduk disebuah kursi panjang disamping taman bermain anak-anak. Ia memakai Headset yang ia selalu bawa kemana aja dilehernya dan memutar beberapa lagu energik untuk memulihkan tenaganya yang sudah terkuras habis. Disamping itu tiba-tiba suara bunyi berdering mengagetkan Kuroi yang sedang menikmati musik energik dari band rock kesukaannya.
Kuroi merogohi tas pinggangnya dan menemukan sebuah ponsel berdering bertuliskan Bibi Ayano sedang memanggil.
Seketika Kuroi langsung saja berteriak dalam hatinya
"WHAT!!!!?? KAPAN ADA PONSEL DIDALAM TAS PINGGANGKU??!! "
Kuroi juga melihat tertulis dilayar ponsel kalau Bibinya sudah beberapa kali memanggilnya tapi tak ada jawaban. Langsung saja Kuroi menggangkat telfon dari Bibinya dan seketika perang dunia terjadi dari mulut Ayako dan meletus-letus bagaikan gunung merapi yang sedang meletus hingga sejauh apapun Kuroi menjauhkan ponselnya darinya masih saja ocehan Bibinya kedengaran masih sangat jelas.
"KU-RO-IIII -CHAN!!!!! Kenapa kau tidak mengangkat telfonnya!! apa kau tau aku seharian mencarimu keseluruh Kota bahkan aku mampir ke kantor polisi setempat untuk melaporkan hilangnya keponakanku tersayang. Dan seharian aku bertanya dan bertanya kepada semua orang yang ku temui bla bla bla... (terus mengoceh) " Bibi Ayako yang sangat kesal.
Kuroi yang menyimak ocehan Bibinya itu sengaja menjauhkan ponselnya darinya dan ternyata ketahuan sama Bibinya
"Halo!!! Kuroi!!! apa kau mendengarku??!! jangan menjauhkan ponselmu darimu" Ayako yang
"baik baik, sekarang aku mendengarkan" Kuroi dengan nada malas menanggapi Bibinya itu
"Aduhhh Kuroi-channn.. jadi daritadi kau tidak mendengar kan Bibimu ini?? hiks jahatnyaaa.. " Ayako yang tiba-tiba merasa sedih
"ehhh??? mana ada, dari tadi Olivia mendengarkan kok tapiii... jangan memanggilku kuroi-chan lagi! lagian kenapa tidak bilang dari awal Bibi membelikanku ponsel??? jika daritadi aku tau Bibi sudah membelikanku ponsel, aku tidak akan kebingungan sekarang dan bisa menggunakan JPS diponsel ini tapi Bibi malah diam-diam menyelipkannya ditas punggungku" Kuroi menghela nafas.
"ahahah.. soal ponsel itu sebenarnya Bibi mau mengejutkanmu tapi ya sudahlah sudah ketauan juga hihi" Ayako cengengesan
__ADS_1
Kuroi yang mendengar Bibinyaa cengengesan didalam ponsel langsung saja memasang wajah keheranan dan berkata dalam hati
"bodohhh"
"oh ya Kuro.. "
"sudah kubilangg... PANGGIL AKU OLIVIAAA!! " Kuroi berteriak diponsel dan membuat telinga Ayako berdenging.
"baik baik.. jangan berteriak diponsel lagiii... Olivia sekarang ada dimana?? biar aku menjemput Olivia sekarang" Ayako menjawab Kuroi dengan menutup telinga.
"aku tidak tau aku sekarang ada dimana tapiii... sekarang aku sedang duduk dibangku sebelah taman bermain anak-anak. Disini masih ada beberapa anak-anak yang bermain dan disini cukup sepi tidak terlalu banyak orang lewat jugaa.. disamping taman bermain anak-anak itu ada sebuah lahan kosong dan masih ada beberapa orang yang sepertinya merencanakan sesuatu untuk lahan kosong itu" Jelas Kuroi
"owhhh tempat ituu.. Bibi akan segera kesana. Olivia tunggu lah Bibi kesana oke? "
"baik, aku menungguu.. " Kuroi mematikan teleponnya dan melihat-lihat ponsel barunya itu sebentar. Dia melihat ada sebuah pesan masuk dari Bibinya yang ditulis bertanggalkan sebelum mereka berangkat ke Jepang
"Tada!!! bagaimana kejutannya? bagus kan? Hehe ponsel ini Bibi berikan sebagai permintaan maaf Bibi yang terlalu tiba-tiba mengajakmu ketempat asal Bibi dan jangan mengeluh yaa.. karna tempat ini juga tempat Ibumu dibesarkan hehe tentu saja bukan Ibumu saja yang dibesarkan disini.. " Isi pesan tersebut.
Dan tiba-tiba saja seseorang menghampiri Kuroi yang sedang bersedih.
"hei, kenapa kau menangis? "
Sontak Kuroi terkejut pada suara seseorang yang sekarang berada dihadapannya sedang menatap kearah Kuroi.
"siapa kau? " Tanya Kuroi
"hehe apa secepat itu kau melupakanku?? baru beberapa menit yang lalu loh aku bertemu dengan mu"
"eee.. tunggu dulu kenapa kau bisa mengerti yang kukatakan? " tanya Kuroi lagi
__ADS_1
"hihi benarkah? aku melihat beberapa potensi yang ada dalam dirimu khususnya potensi menjadi seseorang yang disegani dan dipuja-puja oleh semua orang"
"aku tidak mengerti apa yang kau coba katakan tapi untuk kalimat yang terakhir... aku bukanlah seorang Dewa atau apalah dan sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku memanggil orang untuk mengusirmu" Jawab Kuroi tegas
"mengusirku? silakan aku hanya ingin menghiburmu dari kesedihanmu itu dan oh ya (membuka topeng) namaku Makoto Mamoru salam kenal" Makoto mengulurkan tangannya
Dalam hati Kuroi berkata
"diaaa.. orang jepang? tapi kenapa bisa berbicara denganku fasih sekali?? apa dia pernah tinggal di Negara asalku? "
"hei aku menunggu lohh.. salam kenal" sekali lagi Makoto mengulurkan tangannya
"eee.. sa-salam kenal aku Olivia Beatrix tapi Bibi ku sering memanggilku Kuroi" Kuroi menyalami tangan Makoto
Dalam beberapa detik kemudian Anak laki-laki yang bernama Makoto ini tersenyum dan senyumannya mengandung berbagai makna yang bahkan Kuroi tak faham dengan artinya
Tiba-tiba saja
"tinnnn!!! (suara klakson mobil) "
Kuroi tersadar Anak laki-laki itu lenyap seperti tertelan bumi dan dari kejauhan Ayako memanggil Kuroi untuk segera masuk ke mobil.
Saat masuk ke mobil, Kuroi melihat Makoto sedang berdiri disamping tiang listrik sambil menatap tajam kearahnya.
"Olivia.. kenapa kau tadi melamun? " Ayako bertanya kepada Kuroi
"tidak ada apa-apa hanya memikirkan sesuatu saja. Bibi fokuslah menyetir jangan hiraukan aku" Jawab Kuroi sambil memakai Headseat nya
"huft baiklahhh" Ayako menghela nafas.
__ADS_1
To be Continued...