
kakak, aku ingin bertanya satu hal. Sebelum Kakak terbawa kemari, apa profesi kakak? atau apa ada beberapa hal baik sebelum Kakak terbawa kemari? " Tanya Kuroi kepada Catherine.
Pertanyaan Kuroi membuat semua Murid Elit baru itu terdiam sejenak dan fokus kepada Kuroi.
"emm.. profesiku sebelum terjebak kemari adalah dokter magang. Waktu itu sebelum aku kemari, aku menolong seorang Nenek yang terkena serangan jantung dan kemungkinan masih terselamatkan hanyalah sekitar 20% saja lalu... aku sekuat tenaga ku untuk mencoba dan terus mencoba berbagai macam cara untuk menyelamatkan Nenek itu dan akhirnya aku bisa menyelamatkannya dan seluruh keluarga Nenek itu terus mengucapkan terimakasih dan terimakasih sampai aku jengkel. Ah iya kenapa kau menanyaiku tentang sebelum aku terbawa kemari? " Kata Catherine sambil memakai raut wajah agak marah
Kuroi terdiam sejenak dan mulai mengatakan pendapatnya.
"kak, kurasa kunci yang kakak pegang ada kaitannya dengan hal baik yang kakak lakukan sebelum terjebak kemari tapi.. aku masih belum memastikannya benar atau salah.. kurasa harus menunggu beberapa hari lagi atau mungkin besok" kata Kuroi sambil menganalisa bagian-bagian kunci dan mengembalikannya ke Catherine
"hm? aku masih belum paham" kata Catherine sambil menerima kunci nya.
"tidak apa, besok aku yakin aku akan mendapatkan informasi yang berguna untuk memperkuat analisaku" kata Kuroi percaya diri
"hoi bocah kecil, kau itu cuma anak-anak kecil yang terbawa kemari (tidak percaya) Kau pikir dirimu adalah seorang jenius? " Kata Joey sombong
"iya iya benar! " kata Mithy dan Mithya
Kuroi senyum dan menutup wajahnya dengan tudung jaketnya.
"kalau begitu kenapa tidak taruhan saja? " Kata Kuroi menatap kearah Joey
"cih! baiklah! aku bertaruh kalau aku menang, kau akan menyerahkan barang paling berhargamu kepadaku dan berjalan jongkok mengitari seluruh lorong Academy" kata Joey senyum sombong
"baiklah aku terima taruhanmu tapi kalau aku yang menang, kau harus menyerahkan barang yang ada dikantongmu" kata Kuroi sambil tersenyum licik
Joey kelihatan geram dengan perkataan Kuroi tapi dengan percaya diri dia menyetujui taruhan Kuroi. Kuroi tersenyum dibalik tudung jaketnya yang misterius.
"baiklah kalau begitu aku duluan balik ke asrama" kata Kuroi berbalik badan dan pergi meninggalkan semuanya
__ADS_1
"he-hei! memangnya kau tau asramanya dimana? " panggil Catherine
"mudah saja, dikunci itu dan radar map tempat. Hanya perlu menekannya dan mengubah map nya menjadi map Academy ini" Kata Kuroi sambil terus berjalan perlahan
"woahhh iya benar, dikunci ini ada tombol map nya" Kata Mithy
"tu-tunggu! kenapa punyaku tidak ada?! " kata Joey
"berarti punyamu belum diuprade, mungkin saja punyamu adalah yang terakhir makanya belum terlalu canggih" kata Kuroi membalikkan badannya
"apa maksudmu?! " Kata Joey geram
"ya... aku baru mengetahui sesuatu, kunci itu bukanlah kunci sembarangan. Itu adalah benda yang akan membantu kita menjelajahi dunia ini dan benda itu juga yang akan menentukan senjata jenis apa yang akan kita gunakan juga kekuatan apa yang akan kita dapat didunia ini" jelas Kuroi
Joey kebingungan dengan perkataan Kuroi dan mencoba mencari tombol map
Joey yang geram tak terima langsung memaki Kuroi
"Apa yang kau tau tentang kehidupanku anak kecil! aku adalah bos mafia besar diseluruh kota dan aku adalah yang paling ditakuti diseluruh kota juga dan beraninya kau anak kecil ini untuk taruhan denganku! cuih! aku bertaruh lagi, kalau kau menang aku akan berjalan layaknya orang gila di Academy ini! "
"baik baik bos besar, lakukanlah sesukamu.. aku pegang kata-kata mu dan oh ya jangan sampai tersesat yaa.. " kata Kuroi mengabaikan perkataan Joey dan pergi begitu saja
"dasar anak kecil sombong! cuih! aku tidak akan sampai tersesat di Academy ini! " kata Joey sambil berjalan menjauh
"huh! dasar! sombong teriak sombong! " kata Catherine menyindir Joey
"hei Mithy, apa kita juga akan tersesat? " tanya Mithya
"eh? punya kalian tidak ada radarnya? " tanya Catherine
__ADS_1
Mithy dan Mithya mengangguk bersamaan.
"wah sayang sekali kalau begitu" Kata Catherine
"a-anu.. kalau begitu.. bagaimana kalau kita berjalan bersama saja" kata Mei
"aku tidak mau berjalan bersama gadis cupu seperti mu!" kata Mithy
Perkataan Mithy menusuk ke hati Mei dan terlihat wajahnya yang semakin terlihat sedih
"apa nya yang perlu ditakutkan? hanya mengitari Academy ini" kata Ryota berjalan
"hei! punyamu juga tidak ada radar nya? "kata Catherine
Ryota mengabaikan perkataan Catherine dan terus berjalan sedangkan, Ryota dia tersenyum kepada dirinya sendiri dan menuju jalan setapak yang tadi di lewati Kuroi
"cih, malah mengacuhkanku" kata Catherine kesal
"ka-kalau begitu kita ikuti jalan yang sama dengan si... si.. siapa tadi ya? kakak tadi yang bertudung siapa namanya ya? " kata Mithya malah menjadi pertanyaan
"hah? mana aku tau? dia saja tidak mengatakan siapa namanya" jawab Mithy
"kalau begitu kita ikuti saja jalan yang sama dengan dia" kata Mithya antusias
"aku ikut, gadis itu banyak menyembunyikan misteri. Kalau aku ikut mungkin aku bisa bertemu dengannya lagi dan bertanya sebentar. Kau cupu mau ikut sekalian? " kata Catherine
"a-aku juga ikut" kata Mei terlihat senang
To be Continued...
__ADS_1