Terjebak Hasrat Tuan Muda

Terjebak Hasrat Tuan Muda
1.Ternodai


__ADS_3

happy reading 🙌


Langkah kaki seorang pria rupawan begitu menjadi pusat perhatian bagi semua orang yang telah menghadiri sebuah acara besar perusahaan yang cukup ternama.


Banyak pasang mata yang begitu menginginkannya saat ini, baik itu untuk bisa bekerja sama dengan nya, mau pun untuk mendapatkan hatinya


Ya, mereka yang ingin bekerja sama dengan nya adalah kaum pria yang ingin mendapatkan ke untungan besar untuk perusahaannya, sedangkan mereka yang ingin mendapatkan hatinya adalah para wanita yang begitu ingin dan berambisi untuk menjadi istrinya. Bahkan banyak dari mereka yang rela jika harus bermalam dengannya, namun sayang pria ini adalah sosok pria dingin yang tidak mudah untuk di luluhkan oleh seorang wanita.


"Selamat datang tuan Garfield, terimakasih karena tuan mau menyempatkan diri untuk datang ke acara ulang tahun perusahaan saya." Ucap Herman ramah sambil mengulurkan tangannya pada Garfield.


"Sama sama." Jawab Garfield singkat.


"Yasudah kalau begitu, mari tuan, silahkan menikmati jamuan yang sudah kami hidangkan." Lanjut Herman lagi dengan ramah.


Ya, pria tampan itu adalah Garfield Saquelma, seorang CEO ternama pemilik perusahaan SAQUELMA Group, yang sudah memiliki cabang perusahaan yang sudah tersebar ke seluruh negeri.


Pria blasteran indonesia - inggris itu memang terkenal dengan sosoknya yang dingin dan sedikit bicara, jadi wajar saja jika begitu banyak dari kalangan kaum hawa yang begitu penasaran padanya bahkan begitu menggilai nya.


Tubuh tinggi nan gagah, wajah yang begitu tampan, berkharisma, cerdas, dan kaya raya adalah suatu kelebihan yang membuatnya nyaris sempurna sebagai seorang laki - laki. Sehingga dari kelebihan itulah banyak lawan bisnisnya yang begitu ingin menjatuhkannya bahkan mereka tidak segan - segan untuk mencari kesempatan untuk membuat image nya menjadi buruk.


Namun semua usaha mereka selalu gagal, karena orang orang kepercayaan Garfield selalu dapat di andalkan.


"Permisi Tuan, ini minumnya semoga anda suka." Ucap salah satu seorang pelayan pria yang menggunakan kemeja putih itu meletakkan minuman khusus tamu di meja Garfield. Dan di balas anggukan oleh Garfield.


Garfield yang pada saat itu memang merasa sangat haus pun langsung meminum minuman yang di berikan oleh pelayan tadi. Ia meminumnya hingga tandas tak tersisa.


Di sudut ruangan lain, seorang pria yang berdiri agak jauh dari tempat Garfield duduk tersenyum dengan puas. Pria itu merasa rencananya berjalan sesuai dengan ke diinginkannya, bagaimana tidak sudah berkali kali dirinya melakukan cara untuk menjebak lawan bisnisnya itu namun nyatanya selalu saja gagal karena campur tangan dari assisten lawannya itu.


Tapi kali ini tidak lagi, Garfield yang saat ini sedang tidak di dampingi oleh assisten nya yang bernama Roy itu benar benar telah di manfaatkan oleh musuh yang mengincarnya.


Pada saat Garfield meminum minuman nya, Ia merasa ada yang aneh dengan minumannya entah mengapa rasanya tidak seperti minuman pada biasanya.


"Ada apa dengan minuman ini, kenapa rasanya aneh" Gumam Garfield setelah menghabiskan minuman itu.


Sambutan demi sambutan pun telah dilakukan oleh sang tuan rumah, hingga sudah sekitar tiga puluh menit lama nya Garfield merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Tubuhnya terasa panas dan sangat tidak nyaman.


Kucuran keringat kini sudah mulai hampir memenuhi semua bagian tubuhnya. Raut wajahnya pun saat ini terlihat sedikit berubah akibat dari dirinya yang sedang berusaha menahan gejolak tubuh yang sulit untuk ia kendalikan.


"Sial, siapa yang sudah berani bermain - main dengan ku." Gumamnya dengan rasa kesal


"Seseorang pasti sudah memberi obat perangsang di minumanku, aku harus pergi dari tempat ini." Lanjut Garfield lagi.


Dan Garfield pun langsung bergegas ingin keluar dari tempat acara itu namun, tiba tiba seseorang datang dengan di dampingi wanita cantik dan berpenampilan terbuka, menghentikan langkahnya.


"Apa kabar tuan Garfield, senang bisa bertemu dengan anda.", Ucap Erick pada Garfield dengan menjulurkan tangannya hendak bersalaman pada Garfield


"Apa kabar Tuan?." Jawab Garfield dengan tetap bersikap tenang dan menyaut uluran tangan Erick.


Pada saat mereka berjabat tangan, dapat di rasakan oleh Erick jika telapak tangan Garfield begitu sangat berkeringat, dan hal itu membuat Erick tersenyum puas karena dirinya telah berhasil menjebak seorang Garfield.


Ya, orang yang telah memberi obat perangsang itu adalah Erick, lawan bisnis Garfield yang masih belum Garfield ketahui belangnya. Garfield yang merasa gejolak di dalam tubuhnya menggebu gebu, benar benar membuat dirinya ingin segera keluar dari tempat yang menurutnya terkutuk itu.


Namun Erick yang memiliki rencana buruk pada Garfield, benar benar telah mempersulit Garfield untuk pergi. Erick yang ingin Garfield melakukan kegilaan yang dapat menjatuhkan image nya pun telah menyuruh sang sekretaris untuk melanjutkan aksinya, yaitu menggoda Garfield.


"Selamat malam tuan Garfield, senang bisa bertemu dengan anda" ucap Angell sekretaris Erick dengan suara yang di buat sedikit menggoda.


"Selamat malam." Jawab Garfield singkat.


"Tuan Garfield, tuan hendak kemana? Bukankah acaranya masih lama selesainya, lebih baik kita menikmati acaranya dulu tuan, saya yakin setelah ini acaranya akan semakin seru" ucap Angell dengan memegang dan sedikit meraba bahu hingga lengan Garfield.


Garfield yang mendapatkan perlakuan seperti itupun benar benar semakin tidak nyaman, dirinya saat ini benar benar ingin menyalurkan dan menuntaskan gejolak dalam tubuhnya. Namun hal itu tidak mungkin ia lakukan di tempat seperti ini, karena itu akan merusak nama baiknya.


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Garfield pada mereka dengan berusaha melangkahkan kakinya.


"Tuan Garfield, anda hendak kemana? Disinilah dulu tuan, ada beberapa hal yang cukup penting seputar bisnis yang ingin kami bicarakan sebenernya dengan anda tuan." Ucap Erick dengan berusaha menahan Garfield agar tidak pergi.


"Benar tuan, orang seperti anda adalah orang yang sangat di hormati oleh banyak orang, apakah tidak sebaiknya jika anda berusaha untuk meluangkan sedikit waktu anda untuk kami tuan sebagai orang yang sangat menghormati anda." Ucap Angell pada Garfield yang berusaha menjerat Garfield dengan kalimatnya.

__ADS_1


Garfield sudah benar benar muak dengan situasi ini, hasrat dalam dirinya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Ingin sekali rasanya ia menendang kedua makhluk ini hingga ke laut Cina, tapi tidak mungkin ia lakukan.


Tanpa memperdulikan keberadaan mereka berdua lagi, Garfield langsung menerobos mereka dan melangkah dengan tergesa gesa menuju mobil nya.


"Sial! Br*ngs*k" umpat Erick kesal karena gagal menjebak Garfield.


*****


Di dalam mobil kondisi Garfield sudah tidak karuan lagi saat ini, jas mahal yang sudah ia kenakan dengan rapih kini sudah tergeletak mengenaskan karena ulah nya sendiri.


Beberapa kancing di kemeja nya pun telah terhampas tidak jauh berbeda dengan nasib jasnya. Garfield merasa jika dirinya saat ini sudah benar benar gila.


Garfield mengendarai mobil mewah nya itu dengan kecepatan tinggi, dengan tujuan agar dirinya cepat sampai di rumah dan mengguyur tubuhnya dengan air karena hanya itu lah satu satu nya cara untuk menuntaskan hasrat nya


Sekitar hampir lima belas menit lamanya Garfield pun sampai di mansion nya. Namun kali ini ada yang terlihat berbeda dari rumahnya, mengapa tiba tiba rumah nya gelap gulita, bukan kah tempat tinggalnya itu memiliki sistem penerangan yang sangat baik, bahkan lebih baik dari sistem penerangan konser music sekali pun.


Tapi sekarang bukanlah saatnya dirinya memikirkan hal itu, yang lebih penting, yang lebih penting yang harus ia lakukan adalah menuntaskan gejolak tubuh yang sedari tadi sudah meronta ronta ingin di keluarkan.


Dengan terus melangkah, Garfield terus berjalan menuju kamarnya, tetapi tiba tiba saja kepalanya terasa sangat pusing. Dan hal itu mengharuskannya untuk menghentikan langkahnya menuju kamar.


"Aakkhh... Sial, ada apa dengan kepala ku kenapa jadi pusing begini? Merepotkan saja!" Umpat Garfield sembari memijat kepalanya yang terasa pusing.


Garfield mendesah tidak kuat karena harus menahan. Sudah tidak bisa di gambarkan lagi bagaimana tersiksanya tubuhnya saat ini. Hingga ******* suara itu pun berhasil menarik perhatian Sena, salah satu ART nya, dan datang menghampirinya.


"Tuan Garfield, tuan kenapa?? Apa yang terjadi pada tuan?." Tanya Sena cemas.


"Jangan mendekat, Aakkhh... Menghindar dari ku!!" Bentak Garfield


Bukannya merasa takut Sena malah tetap di tempat dan ingin menolong tuan muda nya itu.


"Tidak tuan, sepertinya saat ini anda sedang tidak baik baik saja, anda sedang sakit tuan?" Jawab Sena dengan nada khawatir.


"Sudah aku katakan jangan mendekat, atau aku tidak bisa menahan diriku!" Sergah nya lagi dengan berusaha menahan gejolak dalam tubuhnya.


Namun sepertinya kalimat tuannya itu tidak di hiraukan oleh Sena, dia yang notebane nya adalah orang yang memiliki sifat penolong tidak berfikir panjang lagi untuk menolong tuan nya. Ia tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi jika sampai dirinya menolong tuan Garfield.


Garfield yang memang sudah tidak mampu menahan hasrat di dalam tubuhnya pun benar benar sudah lepas kendali. Dengan tidak memperdulikan siapa orang yang mencoba menolongnya. Garfield langsung menarik dan menyeret tubuh Sena masuk ke kamarnya.


"Aakkhh... Astagfirullah, Tuan apa yang anda lakukan?" Pekik Sena yang sudah merasa ketakutan karena tiba tiba tubuhnya di seret oleh Garfield


Dengan tidak menghiraukan Sena. Garfield langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang.


Brakk.


Suara pintu itu pun berhasil menarik perhatian Stella, yang kalau itu baru selesai mengambil air minum di dapur.


"Apa yang terjadi, kenapa gelap gelap begini ada suara bantingan pintu?, Hemm aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." Gumam Stella.


Dengan kondisi rumah Tuan nya yang gelap gulita, Stella mengendap ngedap hingga sampai di lantai atas.


Namun seketika langkah nya terhenti ketika ia mendengar suara jeritan seorang wanita yang sedang memohon untuk di lepaskan di kamar tuan nya.


Dengan tanpa aba aba Garfield langsung melepas semua helaian benang yang melekat di tubuh Sena. Termasuk penutup kepalanya yang Sena gunakan untuk menutupi rambut indahnya.


"Tuan hiks... Saya mohon tuan hiks.. jangan lakukan ini... Saya mohon tuan." Mohon Sena kepada Garfield dengan tangisan yang memilukan, Ia terus memberontak tapi sayang nya tenaga Garfield jauh lebih besar di banding seorang Sena.


"Tuan.. sadar tuan! Tolong jangan lakukan ini.. kasihanilah saya tuan hiks.." seru Sena dengan terus berusaha memberontak.


Garfield yang sudah tenggelam dalam kabut ***** itu pun sudah seperti orang tuli akan permohonan Sena yang meminta di lepaskan.


Hingga sekarang tubuh mereka telah sama sama tanpa sehelai benang. Sena terus menangis, memohon, dan memberontak, tapi apalah daya tubuh kecilnya tidak bisa mencegah setiap sergahan dari Garfield. Hingga Sena telah kehabisan tenaga.


Dengan tanpa melakukan pemanasan dulu. Garfield langsung melakukan penyatuannya dengan Sena.


"Aakkhh..." Pekik Sena kala Garfield telah berhasil menerobos pertahanannya.


Sakit... Hancur... Itu lah yang di rasakan oleh Sena saat ini.

__ADS_1


Tidak ada hal yang bisa ia banggakan sebagai seorang gadis. Mahkota yang selama ini Sena jaga untuk ia berikan pada suami nya kelak kini sudah ternodai.


Sena hanya bisa mennagis menerima nasib malang nya ini. Dirinya tidak menyangka di usianya yang baru menginjak delapan belas tahun harus kehilangan keperawanannya dengan cara yang memilukan seperti ini.


Sudah tidak bisa di gambarkan lagi bagaimana penderitaan nya saat ini. Tubuhnya teramat sangat sakit. Dan hati nya pun tak jauh lebih sakit lagi.


Stella yang sedari tadi berada di balik pintu kamar tuan Garfield. Membekap mulutnya tak percaya. Ia membelalakkan kedua bola matanya kala mendengar suara jeritan wanita yang sangat tidak asing di telinga nya.


"Su-suara itu?! Astaga ya tuhan wa-wanita di dalam sana Sena? aku tidak percaya ini, astaga lama lama aku bisa mati berdiri kalau tetap berada disini" Guman Stella shock dengan kedua kakinya yang sudah gemetar. Dan dia pun memilih pergi dari tempat itu.


*****


Sena terbangun dari tidurnya, tubuh nya terasa remuk dan sangat teramat sakit yang luar biasa. Ia mencoba mengingat kejadian apa yang telah dialaminya, apakah yang terjadi semalam adalah mimpi.


Sena mencoba menelisik ke setiap sudut ruangan di kamar itu. Dan benar, ini bukanlah kamarnya. Lalu Sena menoleh ke arah samping tubuhnya, dan ternyata memang benar kondisi tuan Muda nya saat ini masih dalam kondisi terlelap.


Jadi benar, yang terjadi semalam bukanlah mimpi. Jadi laki laki yang sudah merenggut keperawanan nya adalah tuan muda nya sendiri. Air mata Sena mengucur begitu derasnya membasahi pelipisnya hingga menembus bantal yang ia kenakan semalam.


Sungguh Sena tidak sanggup menerima kehancuran dirinya.


"Hiks.. aku sudah hancur! Aku sudah tidak suci lagi" batin Sena menjerit.


"Aku harus pergi dari kamar ini sebelum Tuan Garfield bangun." Gumam nya dengan berusaha menghapus air mata yang kini sudah membasahi kedua pipinya.


Sena berusaha bangkit dari posisi berbaring nya perlahan. Di singkapnya selimut yang menutup tubuhnya itu. Dan terlihat jelas ada banyak bercak merah


di bawah sana. Sungguh itu benar benar menambah ke hancuran hati Sena.


Di langkahnya kaki dan tubuh lemahnya itu. Untuk memungut semua pakaian yang sudah tergeletak di lantai yang dingin itu.


Dengan sambil berurai air mata. Sena berusaha memasang semua pakaian nya. Dengan tubuh yang sudah sangat teramat sakit, apa lagi di bagian terlarang nya.


*****


Pagi hari ini semua pekerja di rumah Garfield tengah sibuk dengan aktivitasnya masing masing. Kecuali Sena, entah apa yang dilakukan oleh gadis itu.


Garfield mengerjapkan kelopak matanya, setelah cukup lama dirinya terlelap dalam tidur nyenyak ya akhirnya pria berbola mata biru ke abu abuan itu sadar juga.


Untung hari ini adalah hari libur kantor, jadi dirinya tidak perlu melakukan persiapan lebih. Garfield bangkit dari posisi tidurnya, di perhatikan nya kasur empuknya itu.


"Kenapa kasurnya berantakan sekali?" Gumam Garfield.


Hingga kini pandangan nya Ter arah pada bercak merah yang mewarnai sprei kasurnya. Garfield mencoba mengingat kejadian apa yang terjadi sebelumnya. Di saat dirinya mengingat semuanya Garfield pun teringat dengan dirinya yang sudah menodai seorang gadis.


"Astaga! Semalam aku meniduri seorang gadis, Siapa gadis itu?" Ucap Garfield frustasi dengan meremas rambutnya.


Garfield mencoba mengingat siapa gadis semalam yang sudah di nodainya, namun ia tidak bisa mengingat nya dengan jelas, itu semua karena kondisi rumahnya yang gelap gulita di tambah lagi kepalanya yang saat itu terasa pusing.


Hingga otak cerdas nya teringat pada sebuah CCTV rumahnya, yaitu adalah salah satu petunjuk untuk mengetahui siapa gadis yang sudah ia nodai.


"Semua CCTV di rumah ini harus segera aku cek!" Ucap Garfield dan bergegas dari kasurnya.


Namun aksinya terhenti kala ia melihat sebuah kalung cantik yang terletak di samping bantalnya, bisa di pastikan itu adalah kalung milik gadis yang sudah ia nodai. Diraihnya kalung itu, dan sejalan dengan itu pula Garfield merasa ada yang basah dengan bantal yang satunya, bisa di pastikan jika yang basah itu adalah bekas tetesan air mata.


Rasa bersalah dan menyesal pun begitu menyelimuti hati Garfield. Ia sadar jika dirinya sudah menghancurkan hidup seorang gadis.


"Siapa pun kamu tolong maafkan aku, bukan maksudku untuk melakukan perbuatann keji itu, dan membuat hidup mu hancur, tolong maafkan aku!" Seru Garfield penuh rasa bersalah dengan menggenggam erat kalung Sena.


Bersambung...


jangan lupa


**Like


Komen


Vote

__ADS_1


dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️❤️**


__ADS_2