
"Apa kamu sudah Yakin Nak?." Tanya Field.
"el yakin, dan ini sudah menjadi keputusan el." Sahut Garfield yakin.
****
Suana aman terkendali di kediaman mewah Garfield berjalan lebih baik dari sebelumnya. Akibat dari terjadinya beberapa masalah dalam hal teknisi di rumah itu, membuat tingkat pengendalian dan pengamanan menjadi lebih meningkat.
Setelah sebuah insiden buruk yang terjadi tiga hari yang lalu, Kini Sena sudah mulai melakukan aktivitasnya kembali. Merasa tubuhnya sudah kembali fit, membuatnya ingin kembali bekerja.
"Sena, kamu sudah mulai bekerja nak?." Tanya Bu Irma.
"Alhamdulillah Bu kondisi Sena sudah mulai membaik." Jawabnya dengan tersenyum.
"Sena, kalau kamu merasa pusing atau merasa kurang kuat untuk lanjut bekerja bilang sama kami ya nak!." Seru Bu Ani
"Iya Bu, terimakasih banyak ya. karna ibu semua sudah mau peduli kepada Sena." Seru Sena terharu.
"Iya nak, Tentu saja kami peduli, Bagi kami, kamu sudah kami anggap sebagai putri kami nak." sahut Mereka.
Sena menitikkan air matanya terharu. Dirinya sangat tidak menyangka jika teman teman seperjuangannya sekaligus yang Sena anggap sebagai ibu itu, Begitu sangat peduli dan menyayanginya.
Respon positif mereka sangat berbeda dengan Stella. Sedari tadi dirinya hanya diam tak mau merespon apa lagi menanyakan keadaan Sena saat ini, Masa B*d*h dengan semua itu.
****
Di lain tempat, di sebuah ruangan kerja yang luas dan cukup terkesan mewah Garfield sedang sibuk memeriksa beberapa berkas yang di bawa oleh assisten pribadinya yaitu Roy.
"Bagaimana Tuan, Apakah dari beberapa berkas kerja sama yang diajukan oleh klien kita ada yang bisa Tuan terima?." Tanya Assisten Roy yang sedari tadi memperhatikan Tuan nya sedang membolak balik berkas berkas kerja sama yang di bawa oleh nya.
"Baik, saya terima kerja sama ini." Sahut Garfield singkat.
"Baik kalau seperti itu Tuan!. Saya akan segera memberi kabar kepada klien kita jika Tuan menerima proyek kerja sama ini." Sahut Roy Yang di balas anggukan oleh Garfield.
"Oh ya Tuan, Mengenai Siapa yang mencampur obat perangsang kepada Minuman anda saya sudah menemukan orang nya." Ucap Roy.
Garfield yang sedari tadi melihat beberapa berkas berkas langsung mengalihkan pandangannya ke arah Roy.
"Siapa?." Tanya Garfield dengan tatapan tajamnya.
"Erick Tuan." Sahut Roy.
Brak..
"Sialan.. Berani berani nya dia bermain main dengan ku." Ucap Garfield dengan emosi yang membuncah.
"Iya Tuan, Tuan Erick sengaja menyuruh pelayan yang ada di pesta itu untuk mencampur obat p*r*ngs*ng kedalam minuman Anda. Dia sengaja melakukan itu semua Agar tuan melakukan perbuatan di luar kendali yang akhirnya dapat merusak nama baik Anda Tuan." Sahut Roy yang mencoba menjelaskan dengan detail.
__ADS_1
"Bukan hanya itu Tuan, Sebenernya dia sudah beberapa kali melakukan hal itu kepada Tuan. Tetapi rencana liciknya itu selalu saja gagal." Lanjut Roy.
"Dasar Pria bermuka dua, di depanku dia bersikap ramah. Ternyata ini yang dia inginkan?." Batin Garfield tak percaya, Kemudian Ia beralih menatap Roy.
"Roy.." Panggil Garfield.
"Iya Tuan?." Tanya Roy sopan.
"Tarik semua investor yang sudah berinvestasi ke perusahaan Erick. Alihkan semuanya ke perusahaan ku. Agar dia merasakan apa akibat Karena sudah berani bermain main denganku." Perintah Garfield tanpa bantahan.
"Baik Tuan Akan segera saya lakukan. Kalau begitu saya permisi." Ucap Roy kemudian berlalu dari Ruangan Garfield.
****
Drttt.. Drttt... Drtt..
Getaran Handphone itu berhasil mengalihkan aktivitas pemiliknya. Stella merogoh saku rok nya untuk meraih ponsel nya.
Dilihat nama yang tertera di layar ponselnya. Senyum merekah begitu tergambar di wajah nya saat ini. Agar tidak di dengar oleh banyak orang, Stella melangkah kan kakinya untuk menuju kamar pribadi nya.
"Iya halo." sahut Stella saat panggilan telfon itu sudah Ia terima.
"Hallo sayang, Aduh Stella. Aku merindukan mu sayang." Seru seorang pria di balik ponselnya.
"Aku juga sayang." Sahut Stella.
"Benarkah kamu merindukanku?. Tapi kenapa beberapa hari ini kamu sulit untuk di hubungi sayang?." Tanya pria itu dengan memelas.
"Sibuk?, Sibuk apa sih sayang?." Tanya nya.
"Aku itu sedang sibuk untuk kepentingan kita." Jawabnya lagi.
"Kepentingan kita?, Kepentingan apa sih sayang?." Tanya Eza penasaran.
"Sayang, aku itu sudah membuat rencana yang brilian." Ucap Stella.
"Aduh sayang, kamu ini bicara apa sih, Rencana brilian?." Tanya Eza lagi.
"Aku ceritakan ya sayang.. jadi begi-" ucapan Stella terhenti karna Eza yang langsung memotong nya.
"Stop.., begini saja lah sayang, kita bertemu saja ya, Kan sudah dua Minggu kita tidak bertemu." Sahut Eza untuk mengutarakan keinginannya pada kekasihnya.
"Apa? Bertemu lagi?, Kita kan berjauhan sayang, lagi pula kamu sudah ada di desa, jadi mana mungkin kamu bisa menemui ku!." Seru Stella yang tidak habis pikir dengan kekasihnya itu.
"Tentu saja tidak sayang. Kita bisa bertemu hari ini, karena aku sudah berada di kota sejak kemarin." Seru Eza tersenyum di balik ponselnya.
"Apa? Kamu ada di kota?, Astaga Eza, baru saja dua Minggu yang lalu kita bertemu. Kamu sudah ingin kita bertemu lagi?." Tanya Stella lagi dengan rasa herannya.
__ADS_1
"Iya sayang, aku ingin kita bertemu lagi. Mau ya please.." seru Eza dengan penuh harap.
"Iya, Oke. Kita akan bertemu, tapi tunggu dulu. Aku harus meminta izin pada Tuan Garfield terlebih dahulu." Sahut Stella.
"Iya sayang, izin dulu sana, terimakasih ya sayang ku." Ucap Eza.
"Iya."
****
Tok... Tok... Tok...
Ceklek...
Bu Nurul melangkah memasuki ruangan Tuan nya.
"Permisi Tuan, ini minumannya Tuan." Seru Bu Nurul pada Garfield dan meletakkan minuman itu di meja Tuan nya.
"Terimakasih bi." Sahut Garfield.
"Sama sama Tuan, Apa ada yang di perlukan Tuan lagi?." Tanya Bu Nurul sopan.
"Tidak ada Bi." Sahut Garfield.
"Baiklah Tuan kalau begitu saya permisi." ucap Bu Nadia Hendak pergi.
"Bi Nurul, Tunggu Dulu sebentar." Seru Garfield.
"Iya ada perlu lagi Tuan?." Tanya Bu Nurul.
"Kemarilah dulu Bi, saya ingin Bicara." Perintahnya lembut.
Bu Nurul pun mengikuti keinginan Garfield dan duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.
"Bi, Boleh saya bertanya sesuatu?." Tanya Garfield.
"Tentu Tuan." Jawab Bu Nurul Ramah.
"Apakah Stella memiliki kekasih Bi?." Tanya Garfield.
Bersambung...
jangan lupa
Like
Komen
__ADS_1
Vote
dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️❤️