Terjebak Hasrat Tuan Muda

Terjebak Hasrat Tuan Muda
2.Rencana Stella


__ADS_3

Happy reading 🙌


Suasana pagi menjelang siang tidak menyurutkan semangat para pelayan di kediaman Garfield untuk melakukan tugasnya dengan baik.


Sebenernya tidak begitu banyak jumlah pelayan di rumah, hal itu memang sengaja ia lakukan karena dirinya tidak terlalu suka jika banyak orang di kediaman pribadi nya.


Para pelayan pria yang hanya berjumlah lima orang itu, kini tengah dalam posisi siap menghadap sang tuan. Mereka sudah mengetahui apa penyebab mereka di kumpulkan, pasti itu karena kelalaian mereka.


"Aku minta semua hasil rekaman CCTV semalam." Perintah Garfield pada seluruh pelayan yang sudah berdiri tegak di hadapannya.


Mereka semua ketakutan bahkan lebih takut dari sebelumnya. Bagaimana tidak. Mereka mengira jika tuan nya itu sengaja mengumpulkan mereka karena akan membahas tentang masalah sistem penerangan di rumahnya. Tetapi yang di tanya malah hasil rekaman CCTV.


"Ma-maafkan kami tuan" jawab salah satu pelayan dari mereka dengan rasa takut.


"Kenapa meminta maaf?, Aku tidak butuh maaf kalian yang aku butuhkan sekarang cepat ambil semua rekaman CCTV!" Perintah Garfield dengan tatapan yang kini sudah menajam


"Tu-tuan CCTV di kediaman anda banyak mengalami kerusakan Tuan" jawab pelayan itu dengan gugup.


"Apa!, Rusak?!, Bagaimana bisa hah??!" Bentak Garfield


"Ma-maafkan kami tuan, kami baru mengetahui nya pagi tadi." Jawab yang lain dari mereka.


"Apa? Tadi pagi kalian bilang?, Bagaimana bisa CCTV mengalami kerusakan dan kalian baru mengetahuinya tadi pagi?, Kenapa kalian begitu teledor seperti ini ?" Tanya Garfield yang sudah sangat frustasi.


Kelima pelayan itu hanya bisa menunduk dengan rasa bersalah.


Ya, Garfield sebenernya bukanlah tipe majikan yang suka memaki maki pelayannya, tetapi karena insiden semalam dimana dia sudah meniduri seorang gadis yang ia tidak ketahui, itulah yang menjadi penyebab dirinya sangat marah. Karena hanya bukti dari rekaman CCTV itu lah dirinya dapat mengetahui dengan pasti siapa sebenernya gadis yang sudah ia renggut secara paksa kesuciannya.


Sesaat setelah dirinya marah marah, Garfield tersadar dari luapan emosinya, Ia tersadar jika marah marah bukan lah cara yang benar untuk menyelesaikan masalah.


Garfield membuang nafas nya dengan kasar dan berusaha menenangkan diri.


"Tommy" seru Garfield yang sudah mulai tenang.


"Iya tuan" tanya Tommy.


"Apakah bukti rekaman CCTV semalam benar benar tidak ada yang bisa di lihat hasilnya?" Tanya Garfield lagi.


"Tidak ada tuan, setelah kami periksa ternyata CCTV banyak mengalami kerusakan sekitar satu Minggu ini, mohon maaf atas keteledoran kami tuan." Jawab Tommy dengan rasa bersalah


Garfield mengusap wajah nya dengan kasar. Ia merasa frustasi saat ini. Satu satu nya bukti yang paling kuat untuk mencari tahu kebenaran tentang insiden semalam sudah tidak bisa di harapkan lagi. Dan kali ini hanya tersisa satu bukti saja yaitu kalung gadis yang sudah ia tiduri.


Di sudut ruangan lain Stella yang sedang ber pura pura membersihkan sebagai perabot rumah sedang menguping pembicaraan Garfield dengan para pelayan pria. Ia merasa sangat senang setelah mendengarnya.


Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu yang juga berprofesi sebagai ART di rumah Garfield, memiliki sebuah ide baru yang sepertinya dapat menguntungkannya. Dan ini lah saatnya keuntungan itu ia dapatkan.


Di lain tempat, Sena masih dalam rasa kehancurannya. Ia sama sekali tidak mau bercerita tentang apa yang di alaminya pada bu Nurul bibi kandung nya.


Sena terlalu takut untuk menceritakan semua kejadian buruk yang telah di alaminya semalam, apalagi hal itu berkaitan dengan tuan muda nya.

__ADS_1


Di kamar pembantu yang tidak terlalu luas namun masih sangat layak untuk di tempati itu telah menjadi saksi bisa keterpurukan Sena. Rasa takut masih begitu mendera jiwanya saat ini. Hingga tanpa Sena sadari ada kehadiran Stella di dekatnya.


"Sena" panggil Stella


"Iya kak" jawab Sena sedikit terkejut dengan kehadiran Stella.


"Kamu dari tadi pagi ga keluar, membiarkan aku sama ibu kerja, enak banget kamu ya!" Ketus Stella sambil menjambak rambut indah milik Sena


"Ma-maaf kak, tolong lepasin sakit!" Sena meringis kesakitan.


"Maaf, maaf, kamu itu di ajak ke kota untuk bekerja! Bukan untuk bermalas malasan seperti ini." Ucap Stella lagi sambil melepaskan rambut Sena


"Maaf kak, Sena sedang kurang enak badan." Jawab Sena apa adanya.


Ya, akibat kejadian semalam tubuh Sena menjadi sakit sakit dan menyebabkan kurang bertenaga untuk beraktivitas.


Stella menyeringai, sekarang saatnya lah dirinya memulai semua rencananya.


"Sena, aku tau kenapa kamu bisa sakit seperti ini." Ucap Stella dengan senyum liciknya


Sena terkesiap, seketika itu tubuhnya menjadi menegang. Apa maksud dari perkataan saudara sepupunya itu?, Kalau dia tahu penyebab Sena sakit.


"Apa maksud kak Stella?" Tanya Sena yang merasa cemas.


"Ck.. Sena, Sena, iya. Aku sudah tahu kejadian semalam antara kamu dan tuan Garfield!" Ucap Stella lirih namun begitu mencekam bagi Sena.


Deg.....


"Kenapa Sena, yang aku katakan itu benar bukan? Antara kamu dan tuan Garfield telah terjadi sesuatu semalam." Ucap Stella lagi dengan mendekatkan dirinya ke arah Sena.


"Kak, da-dari mana kak Stella bisa tahu?" Tanya Sena dengan suara bergetar dan kedua mata nya yang mulai berkaca-kaca


"Ya, aku sudah tahu semua nya, bahkan aku sudah mendengar semuanya." Ucap Stella lagi dengan tersenyum puas.


Air mata yang sedari tadi menggenang akhirnya jatuh juga, rasa sedih, marah, kecewa, begitu mendera hati Sena, bagaimana tidak, saudara sepupunya sendiri telah mengetahui jika dirinya telah di lecehkan oleh Tuan Garfield, tetapi ia malah diam tanpa berniat menolong Sena.


"Kak hiks... Kalau kak Stella tahu, kenapa kakak tidak mencoba untuk menolong Sena pada saat itu kak.. hiks hiks.." tanya Sena kecewa dengan berurai air mata.


"Apa?, Menolong? Bukannya itu bagus, itu artinya kamu dapat kesempatan bermalam dengan Tuan Garfield, apa kamu tahu? Di luar sana banyak wanita yang tergila gila kepada tuan Garfield, bahkan mereka sangat ingin bermalam dengan tuan Garfield, jadi kamu itu beruntung Sena bisa dapat kesempatan bermalam dengan tuan Garfield." Ucap Stella tanpa memperdulikan kesedihan Sena.


"Kak, Sena tidak pernah ingin hal itu kak, hiks.."


"Aduh aduh, Sena sudah ya tidak usah menangis!, Anggap saja antara kamu dan tuan Garfield tidak akan pernah terjadi apa apa. Dan perlu kamu tahu Sena, sebenernya ada yang lebih penting dari pada tangisanmu ini yang perlu aku beritahu pada mu" bentak Stella dengan menatap tajam ke arah Sena.


"Dengar kan ini baik baik Sena, jangan pernah kamu katakan pada semua orang kalau kamu sudah di nodai oleh tuan Garfield." Ucap Stella


"Apa maksud kak Stella bicara seperti itu?" Tanya Sena dengan tatapan nanar nya.


"Dengarkan ini baik baik ya Sena, kamu masih ingin bekerja disini bukan?, Kalau kamu masih ingin tetap bekerja disini maka jangan pernah mengatakan kepada siapapun kalau kamu sudah di lecehkan oleh tuan Garfield. Kamu tahu kan Eza, pacar ku di desa? Kamu ingat dengan ayah mu di desa?" Tanya Stella dengan senyuman devil nya.

__ADS_1


"Apa maksud kak Stella?, Kenapa kakak menanyakan ayah Sena dan pacar kakak?" Tanya Sena bingung dengan air mata yang sudah mulai surut.


"Dengar ya Sena yang oon, kalau kamu ingin ayah kamu baik baik saja, maka jangan pernah mengatakan pada siapapun tentang masalah ini. Karna kalau tidak, pacar ku Eza akan membuat ayah mu tidur selama lamanya!" Ancam Stella dengan tatapan tajam nya.


Deg...


Bak di hantam batu besar. Seketika itu juga tubuh Sena mematung, deru nafas nya terasa terhenti saat itu juga. Sena terkejut bukan main. Bagaimana bisa saudara sepupunya itu mengatakan hal yang begitu sangat keji, bahkan mengancamnya.


"Ma-maksud kak Stella kakak ingin mencelakai ayah ku?" Tanya Sena dengan rasa tak percaya


"Kalau itu sih tergantung dirimu Sena, kalau kamu mau mengikuti semua perintah ku, maka akan ku pastikan hidup ayah mu akan tetap aman." Ucap Stella santai


"Kak, bagaimana bisa kak Stella tega melakukan hal ini kepada Sena kak?" Tanya Sena lagi dengan suara yang sudah mulai bergetar.


"Kenapa Hem, kamu heran?, Asal kamu tahu ya! Aku itu sangat muak dengan mu, aku sangat membenci mu, karena apa?, Karena kakek dan ayah ku selalu membandingkan Banding kan aku dengan kamu!" Seru Stella dengan menunjuk Sena dengan telunjuk tangannya.


Hancur, sedih, tidak menyangka, dan kecewa, lagi lagi itu di rasakan oleh seorang Sena, saudara yang selama ini ia anggap sebagai peri penolongnya, ternyata itu hanyalah tipu muslihat nya saja untuk memperalat dirinya.


Jadi selama ini sikap baiknya hanya untuk memanfaatkan Sena saja.


"Jadi sekarang kamu sudah tahu aku bukan?, Jadi mulai sekarang ikuti perintah ku!" Perintah Stella.


Setelah ancaman Stella pada Sena. Tidak berselang lama dari itu Bu Nurul datang menghampiri Stella dan Sena.


"Yaallah Stella, ternyata kamu ada disini. Ibu cari cari kamu ternyata kamu ada di kamar Sena." Seru Bu Nurul yang sedang mencari Stella anaknya.


"Ada apa sih Bu?, Kenapa ibu tergesa- gesa seperti ini? " Tanya Stella pada ibunya.


"Ayo sekarang kita semua disuruh berkumpul di ruang utama dengan tuan Garfield, eh maksud ibu semua pelayan perempuan di suruh berkumpul di ruang utama oleh tuan Garfield." Ucap Bu Nurul memperjelas.


Sena yang mendengar penuturan bibinya pun menjadi takut. Pasti tuan Garfield nya itu ingin mencari tahu wanita semalam.


"Sena, Nak, apa kondisimu sudah membaik?" Tanya Bu Nurul lembut.


"Sepertinya belum Bu." Sahut Sena.


"Tapi nak, kita semua disuruh berkumpul oleh tuan Garfield, jadi kamu mau ya, biar nanti ibu yang bantu kamu, kalau kamu merasa lemas." Ucap Bu Nurul dengan mengelus kepala Sena lembut.


Bingung, takut, itu lah yang dirasakan oleh Sena, ia masih belum siap jika harus bertemu dengan tuan Garfield. Rasa trauma masih melekat kuat di hatinya.


"Ba-baik Bu" sahut Sena pada akhirnya.


Bersambung...


jangan lupa


Like


Komen

__ADS_1


Vote


dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️❤️


__ADS_2