Terjebak Hasrat Tuan Muda

Terjebak Hasrat Tuan Muda
3. Pengakuan Palsu Stella


__ADS_3

Happy reading 🙌


Deretan pelayan wanita di ruang utama Garfield kini sudah berjejer rapi. Dalam benak mereka bertanya-tanya, mengapa sang tuan rumah menyuruh untuk berkumpul. Namun hal itu berbeda oleh Sena.


Gadis itu kali ini sudah pucat pasi. Keringat dingin sudah hampir memenuhi bagian tubuhnya. Trauma, itulah yang di rasakan oleh Gadis kecil yang tak lain adalah Sena. Menunduk, itu lah yang bisa ia lakukan saat ini. Dirinya masih terlalu takut menatap tuan muda nya itu.


"Pasti kalian bertanya-tanya mengapa kalian di suruh berkumpul disini." Seru Garfield.


"Baiklah, aku akan langsung bicara pada intinya. Ingat, kalian harus menjawab dengan jujur, karena kalau sampai kalian berbohong, akan aku pastikan, kalian akan mendapatkan hukuman yang tidak akan pernah kalian bayangkan!." Ucap Garfield dengan tatapan tajamnya


Merasa takut, itulah yang dirasakan oleh hampir semua pelayan wanita yang ada di ruang utama itu. Pasalnya tidak biasanya tuan nya seperti ini, pasti ini adalah hal yang sangat penting. Sehingga tuannya hanya menginginkan kejujuran mereka.


"Apa kalian paham?!."


"Paham Tuan!." Jawab mereka bersamaan.


"Siapa pemilik kalung ini?." Tanya Garfield pada akhirnya. Dengan menunjukkan kalung putih yang cantik.


Para pelayan wanita menatap memperhatikan kalung itu. Namun mereka bertanya-tanya, karena mereka sama sekali tidak mengenali kalung yang di tunjukkan tuan Garfield.


Terkecuali Sena. Dia sudah tahu kalung itu, karena dia lah pemiliknya. Namun Sena tetap diam tak bergeming, ia masih teringat akan ancaman Stella. Tentu saja Sena tidak akan mengakuinya, karena kalau sampai dirinya mengaku, maka tuan Garfield akan mengetahui kebenarannya. Dan hal itu pasti akan berimbas pada keselamatan ayahnya di kampung.


"Kenapa kalian hanya diam, cepat mengaku padaku siapa pemilik kalung ini?, Kalau tidak aku akan menghukum kalian!." Ancam Garfield dengan tatapan membunuh nya.


Sampai sekarang masih belum ada yang menjawab.


"Masih belum ada yang mau mengaku?!." Tanya Garfield lagi dengan nada tegas.


"Sa-saya Tuan!." Ucap salah satu dari mereka. Tidak lain dan tidak bukan adalah Stella.


Semua pasang mata yang ada di ruangan utama itu mengarah pada Stella. Begitupun dengan Sena dan Garfield.


Deg..


"Kenapa kak Stella mengaku itu adalah kalungnya, apa maksud semua ini?, Kenapa kak Stella berbohong, bukankah itu adalah kalungku?." Batin Sena

__ADS_1


Seketika itu tatapan Garfield menjadi sendu. Rasa bersalah begitu menyeruak di dalam hatinya.


Dengan kondisi yang sengaja di buat sedih. Stella menunduk seolah seperti orang yang sedang ketakutan melihat musuhnya. Dan hal itu semakin membuat Garfield merasa bersalah.


Namun di balik pengakuan Stella, Ada yang menjadi tanda tanya besar di benak Bu Nurul saat ini.


Mengapa putrinya mengakui kalung yang di tunjuk oleh Garfield. Pasalnya putrinya itu tidak memiliki kalung seperti yang di tunjukkan oleh Garfield. Apa mungkin putrinya mendapatkan nya dari orang lain. Dan Bu Nurul tidak mengetahuinya.


Garfield memandang Stella. Dilangkahkannya kaki yang jenjang nan kokoh itu untuk mendekat ke arahnya. Hingga kini Garfield telah berdiri di hadapan Stella. Namun yang di pandang masih tetap menunduk.


"Kamu Stella kan?" Tanya Garfield lembut.


"I-iya tuan" jawabnya dengan pura pura gugup agar rencana liciknya itu berjalan dengan lancar.


"Bolehkah aku berbicara berdua dengan mu?." Tanya Garfield lagi.


Bukan tanpa sebab Garfield ingin mengajak berbicara berdua, Setelah ketidak beradaan gadis yang sudah ia nodai semalam. Pasti gadis itu mencoba menutupi kejadian buruk yang di alaminya.


Stella tidak menjawab pertanyaan Garfield, seolah layaknya seperti seorang anak yang masih polos. Stella berhasil mengelabuhi Garfield.


"Bu Nurul, saya ingin bicara empat mata dengan putri anda Stella, apakah boleh?." Tanya Garfield dengan sopan


"Boleh Tuan, tentu boleh." Jawab Bu Nurul.


Rasa tak percaya begitu menyelimuti Hati Sena saat ini, ia sangat tidak menyangka jika saudara sepupunya sendiri telah mengelabuhi semua orang. Dan yang paling membuatnya sedih adalah dia yang masih bersaudara dengannya telah memanfaatkan kemalangan nya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Jadi ini kah alasannya kenapa kak Stella berbohong di depan Tuan Garfield, karena Kak Stella ingin bersamanya, kenapa Kakak begitu tega kepada ku?, Segitu bencinya kah kak Stella kepadaku?." Batin Sena bertanya tanya dengan Kedua matanya yang sudah berkaca kaca.


****


Di sebuah Ruangan mewah yang merupakan Favorit Garfield sukai setelah ruang kantor. kini telah ada dua anak manusia berbeda kelamin telah duduk tenang di sofa Yang harga nya sangatlah Fantastis.


"Stella." Panggil Garfield setelah cukup lama hening.


"iya Tuan." Jawab Stella dengan menunduk.

__ADS_1


"Stella, pasti kamu sudah tahu kan kenapa aku ingin bicara berdua dengan mu?." Ucap Garfield dengan menatap Stella.


Dan Stella menjawab dengan sebuah anggukan.


"Stella, sebelumnya aku minta maaf pada mu, karena aku telah melakukan perbuatann keji itu-" belum sempat Garfield menyelesaikan kata katanya Stella sudah menangis Sandiwara.


"Hiks.... Hiks... Hiks..." Suara tangisan Stella.


Garfield yang menyaksikan itu pun tidak bisa membendung rasa bersalahnya lagi. Pria berbola mata biru ke abu abuan itu langsung mendekat dan mencoba untuk menenangkan Stella.


"Stella, tolong maafkan aku Stella, bukan maksudku untuk melakukan perbuatann keji itu, itu semua terjadi di luar kendali ku Stella." Seru Garfield dengan penuh rasa bersalah.


"Tuan, saya sudah hancur Tuan! Hidup saya, semuanya, dan pasti setelah ini tidak ada lagi laki laki yang mau dengan saya Tuan Hiks.." Seru Stella tersedu sedu dengan Air mata kebohongannya.


Merasa bersalah dan bersalah itulah yang di rasakan oleh Garfield. Ia tidak tahu harus bersikap apa di depan Stella saat ini.


"Tuan, saya sudah memohon mohon agar tuan mau melepaskan saya.. tetapi apa hiks hiks.. Tuan dengan tanpa rasa iba, Tuan memaksakan kehendak hiks.. dan merenggut paksa kesucian saya, Hiks.. hiks.." Seru Stella dengan tangis yang begitu memilukan. Dan hal itu telah Berhasil memporak porandakan hati seorang Garfield.


Perkataan Stella benar benar sudah menyayat hati Garfield, betapa kejinya perbuatan dirinya itu.


"Dan tidak ada lagi laki laki yang mau menerima saya tuan Hiks.. hiks..." Seru Stella lagi.


Garfield terdiam. Di tatapnya wajah lusuh Stella. Garfield membuang nafasnya dengan kasar, diayunkannya kedua tangannya itu untuk menyentuh kedua bahu Stella dengan lembut.


"Kata siapa tidak ada laki laki yang mau menerima mu?, Masih ada laki laki yang mau menerima mu Stella. Aku akan bertanggung jawab padamu."


Bersambung...


jangan lupa


Like


Komen


Vote

__ADS_1


dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️❤️


__ADS_2