Terjebak Hasrat Tuan Muda

Terjebak Hasrat Tuan Muda
9.Meminta Restu


__ADS_3

"Baiklah, Garfield akan langsung berbicara pada intinya." Ucap Garfield.


"Bi Nurul." Seru nya.


"Pasti bibi bertanya tanya, mengapa Garfield dan kedua orang Tua Garfield menyuruh bibi untuk bergabung bersama disini, jadi seperti ini bi, Garfield dan juga orang Tua Garfield sudah memutuskan hal ini. Ingin meminta restu bibi, Garfield ingin menikahi Stella." Seru Garfield mengatakan Tujuannya.


Terkejut...


Bu Nurul begitu terkejut mendengar penuturan tuannya. Bagaimana bisa tuannya itu ingin menikahi putrinya, yang status nya hanya seorang pelayan.


"Tu-tuan, Apa maksud Tuan, Tuan Garfield ingin menikahi putri saya?." tanya Bu Nurul Tak percaya.


"Iya bi." Sahut Garfield.


"Ta-tapi bagaimana bisa tuan, putri saya hanya seorang pelayan di rumah ini?." Sahut Bu Nurul karna merasa tak pantas.


"Memangnya mengapa kalau hanya seorang pelayan bi?." Kali ini Bukan Garfield yang menjawab, melainkan Field sang mama.


"Keluarga kami tidak pernah memandang seseorang dari status nya mau pun dari latar belakang keluarga nya." Imbuh Field lagi.


"Benar itu bi Nurul, jika dengan menikahi seorang pelayan atau pun pembantu bisa membuat anak kami bahagia mengapa tidak?." Sahut Garzen yang menimpali perkataan istrinya.


Bu Nurul sangat terharu mendengar pernyataan Tuan dan nyonya nya.


Bu Nurul hanya diam. Ia melihat ke arah putri nya Stella yang sedari tadi hanya diam.


"Kalau untuk soal itu, biarlah putri bibi yang akan menjawabnya tuan. Karena biar bagaimanapun dia yang lebih berhak untuk memutuskan." Sahut Bu Nurul pada akhirnya.


Garfield tersenyum kecil...


"Bu Nurul, Garfield dengan Stella sudah sepakat ingin menikah. Dan sekarang, kami ingin meminta restu dari bibi." Sahut Garfield.


"Apa?, Jadi Tuan dan putri saya sudah menjalin hubungan?." Seru Bu Nurul membelalak tak percaya.


"Benar." Jawab Garfield dan juga kedua orang Tua nya.


"Jadi bagaimana bi?, Apakah bibi merestui Garfield dan Stella untuk menikah?." Seru Garfield lagi pada akhirnya.


Bu Nurul terdiam sesaat. Dipandangnya wajah putrinya itu. Dapat Bu Nurul lihat, tidak ada sanggahan atau pun penolakan dari putrinya itu. Dari sini dirinya bisa memahami jika putrinya memang menginginkan pernikahan ini.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada Tuan dan nyonya, karna selama ini sudah banyak menolong saya dan keluarga saya. Jika memang dengan Tuan Garfield menikahi putri saya Stella, bisa membuat Tuan Garfield dan juga putri saya Bahagia. Saya... Merestuinya." Ucap Bu Nurul merestui.

__ADS_1


"Terimakasih bi." Seru Garfield.


"Terimakasih bi, yasudah kalau begitu, kita harus menyegerakan tanggal pernikahannya." Seru Field bahagia dengan tidak sabar.


Lagi dan lagi, kemenangan berhasil Stella dapatkan. Tidak lama lagi dirinya akan menjadi istri dari seorang Garfield, dan menjadi ratu di rumah ini.


Flashback On


Stella keluar dari pintu gerbang halaman belakang di kediaman Garfield. Ia terus melangkah menjauhi area rumah mewah itu. Hingga Langkahnya terhenti di sebuah pertigaan jalan. Terlihat di sana sudah ada seorang pria yang tengah duduk di atas motornya.


"Adu sayang ku Stella. Aku merindukan mu sayang." Seru Eza dengan sedikit membuka kedua lengan kekarnya agar sang kekasih bisa memeluknya.


"Aku juga merindukan mu sayang." Sahut Stella dan langsung memeluk Eza.


Cukup lama berpelukan...


"Adu Eza, lepaskan, jangan lama lama memeluknya, nanti kita bisa ketahuan." Seru Stella merasa agak kesal.


"Oke oke sayang, ayo cepat naik ke motor ku." Ujar Eza.


Mereka berdua pun pergi dari tempat itu. Eza terus mengendarai motornya dengan Stella yang setia memeluk nya dari belakang.


Hingga mereka telah sampai di tempat yang telah mereka tuju. Ya, saat ini mereka telah berada di sebuah rumah kontrakan kecil yang hanya terdapat dua kamar tidur di dalamnya. Stella dan Eza telah berada di ruangan itu.


"Aku juga sayang." Sahut Stella.


"Eza, ayo sudah meluknya, ada hal penting yang harus aku kasih tau sama kamu." Seru Stella lagi.


Eza pun melepaskan pelukannya.


"Ada hal penting apa sih sayang?." Tanya Eza.


"Aku akan menikah." Sahut Stella.


"Apa?, Menikah?." Sentak Eza.


"Jangan macam macam kamu Stella." Sahut Eza yang kini sudah memegang erat bahu Stella.


"Aduh Eza, lepaskan, sakit, kamu jangan marah seperti ini, aku melakukan semua ini untuk kebaikan kita, lepaskan dulu Eza." Seru Stella dengan sedikit menyentak di akhir kalimat nya.


Akhir Eza pun melepaskan cengkraman nya dari bahu kedua bahu Stella.

__ADS_1


Stella pun menceritakan bagaimana kejadian yang dialami Sena, termasuk rencana nya dalam memanfaatkan situasi ini.


"Benar seperti itu?." Tanya Eza menelisik.


"Iya sayang percaya lah, kalau aku sudah menikah dengan Tuan Garfield, aku akan dapat kekayaan nya, dan kamu akan mendapatkan nya juga sayang." Ujar Stella menjelaskan.


Eza terdiam sejenak. Sebuah senyuman kecil kini teramat di bibir ya.


"Aku akan membatu rencana mu lebih hebat lagi sayang." Serunya.


"Maksud kamu?." Bingung Stella.


"Kamu harus hamil anak ku." Ujar Eza.


"Apa hamil?!." Pekik Stella.


"Iya sayang, Coba kamu pikirkan, Tuan Garfield ingin menikahi mu karna rasa bersalah, belum tentu suatu hari nanti, Garfield akan jatuh cinta sama kamu, dan bisa jadi suatu hari nanti dia akan menceraikan kamu. Dengan kamu hamil dan melahirkan anak, akan membuat Garfield berfikir dua kali untuk menceraikan kamu sayang. Jadi, kamu bisa memanfaatkan anak kita untuk mendapatkan kekayaan yang sebanyak banyak nya dari Garfield." Ucap Eza panjang lebar dengan ide licik nya.


Stella terdiam. Dirinya mencoba mencerna perkataan kekasihnya itu. Setelah di pikir pikir ide nya sangatlah cemerlang. Memang benar dengan adanya anak diantara dirinya dan juga Garfield, akan membuat Garfield semakin terkait padanya.


"Aku setuju sayang dengan ide mu." Jawab Stella pada akhirnya.


"Jadi kita menunggu apa lagi?, Ayo kita lakukan sekarang. Kali ini aku tidak akan menggunakan pengaman lagi sayang." Seru Eza merasa senang.


Dan akhirnya mereka pun melakukan hubungan terlarang itu lagi.


Flashback off


Dan seperti ini lah akhirnya. Stella akan menikah dengan Garfield, sesuai dengan apa yang direncanakan nya.


"Lihat saja kamu Sena, kalau aku sudah menjadi istri Tuan Garfield, akan ku jadikan kamu seperti budak." Batin Stella tersenyum licik.


Bersambung...


jangan lupa


Like


Komen


Vote

__ADS_1


dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️❤️


__ADS_2