
"Akhh.."
Seketika itu Sena langsung memekik. Ia takut dirinya akan terjatuh. Tetapi tunggu dulu. Apa ini?, Kenapa badannya terasa seperti ada yang menahan.
Hingga tatapan nya kini mengarah pada sesuatu yang merangkul tubuh nya. Terlihat ada sepasang tangan kekar yang sedang merangkul tubuh mungil nya itu dengan begitu erat. Hingga pandangannya Sena arahkan pada sang pemilik tangan itu.
Mereka saling menatap. Ada rasa yang aneh di hati Garfield saat menatap wajah Sena. Bayang bayang akan dirinya di malam yang gelap gulita itu tiba tiba saja berkeliaran di otaknya.
Garfield teringat akan saat saat dimana dirinya dengan begitu teganya Telah mengkungkung seorang gadis dan menggagahi nya tanpa ampun, itu muncul begitu saja. Entah mengapa rasa bersalah begitu mencuat dengan begitu kuat di hati nya saat ini.
"Ya Tuhan, kenapa aku merasa bersalah pada gadis ini.." batin Garfield.
Setelah seperkian detik mereka saling menatap, Sena pun tersadar dari keterpakuannya. Dirinya langsung beringsut ingin di lepaskan dari sang pemilik sepasang tangan kekar itu.
"Ma-maafkan saya Tuan." Seru Sena dengan menunduk.
"Oh, em, iya, Tidak apa apa." Seru Garfield juga setelah sadar dari keterpakuannya.
Roy sang assisten yang menyaksikan sebuah tontonan live bak drama Korea itu, hanya bisa tercengang dan tak percaya.
Pasalnya meski hanya seperkian detik dirinya menyaksikan hal itu, Roy merasakan ada hal yang tak biasa pada diri Tuannya.
Ya, Roy, yang Notabene nya adalah seorang assisten yang memiliki pandangan yang tajam dan sangat mengenal Tuannya. Benar benar membuat situasi ini tidak bisa di hindari dari kemampuannya dalam mengenali masalah Tuannya.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Tuannya?. Roy merasa tuannya seperti menyembunyikan masalah dari nya.
"Sa-saya permisi dulu Tuan!." Seru Sena pada akhirnya dan berlalu pergi dari ruangan itu.
*****
Suara des*h*n dan erang*n begitu memenuhi sebuah ruang kamar yang tidak terlalu besar itu. Dua anak manusia yang melakukan hubungan percintaan itu benar benar telah larut dalam nikmatnya surga dunia.
Sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta itu seolah enggan untuk saling melepas. Tanpa meresa berdosa mereka melakukan hubungan terlarang itu, bahkan lebih parahnya lagi mereka sering melakukan nya jika saling bertemu.
Namun penyatuan yang dilakukan oleh mereka kali ini telah di balut dengan rencana licik mereka. Hingga hampir sekitar tiga jam lamanya sepasang kekasih itu baru selesai dengan kegiatan panasnya.
"Terimakasih sayang.. cup." Ucap Eza dengan mengecup kening Stella.
"Hem..." Dan hanya di jawab deheman oleh Stella.
__ADS_1
Dengan posisi tubuh Eza yang masih memeluk tubuh Stella.
"Sayang ingat ya, kalau kamu sudah hamil, kamu harus menjaga bayi kita." Peringat Eza.
"Iya sayang." Jawab Stella lirih.
"Sayang ingat ya, kalau rencana kita berjalan lancar, dan apa yang kita mau sudah tercapai, jangan lupa kamu juga harus membaginya untuk ku." Seru Eza.
"Iya sayang, tentu aku juga akan membaginya dengan mu, karna rencana kita bisa berjalan lancar juga karna kamu sayang." Sahut Stella.
"Mmmuachh... Terimakasih sayang, aku semakin cinta sama kamu." Seru Eza.
"Tapi ingat, kamu harus pantau terus bagaimana kabar paman Zerats, supaya si Sena itu tidak bisa macam macam." Peringatnya.
"Tentu sayang, kamu tenang saja." Sahut Eza.
****
Hari sudah hampir menjelang sore. Beberapa pelayan wanita sedang disibukkan dengan aktivitasnya.
Sena menyiram bunga bunga yang sedang tumbuh bermekaran di halaman belakang Rumah tuan Garfield. Hingga tanpa Sena sadari Bu Irma datang menghampiri nya dan ikut bergabung membantunya menyiram.
"Sena." Seru Bu Irma.
"Bibi bantu ya nak, biar cepat selesai kamu nyiram nya." Ujar Bu Irma.
"Iya boleh, terimakasih ya Bu." Ucap Sena.
"Iya sama sama, Hem... Kamu ini nak, pakai bilang terimakasih. Kita ini memang harus saling membantu nak." Gerutu Bu Irma sambil tersenyum.
"Nak tadi kamu di panggil sama Tuan Garfield, memangnya tuan Garfield membicarakan apa nak?." Tanya Bu Irma yang penasaran.
Sena terdiam sesaat...
"Emm, anu Bu, tadi Tuan Garfield hanya bertanya tentang latar belakang Sena. Mungkin karena bibi Sena yang mengajak Sena bekerja disini, sehingga Tuan Garfield tidak sempat meng interview, jadinya Sena di panggil tadi." Sahut Sena menjelaskan.
"Oh begitu, ya memang Tuan Garfield itu adalah orang yang tidak terlalu banyak bicara dan terlihat dingin. Tapi sebenarnya tuan Garfield itu orang yang sangat baik nak. Buktinya saja kami berempat itu dulunya hidup susah, tapi semenjak bertemu dengan tuan Garfield, hidup kamu menjadi lebih baik. Dengan rasa keperdulian nya yang tinggi terhadap orang orang kecil, kami di ajak Tuan Garfield untuk bekerja disini nak. Dan seperti inilah kami sekarang bisa mendapatkan penghasilan dan hidup yang lebih layak." Seru Bu Irma dengan rasa kekaguman nya pada Tuan Garfield.
Sena hanya sedikit mengangguk mendengar ucapan Bu Irma. Dalam hatinya ia merasa miris. Memang benar jika tuan nya itu adalah orang yang sangat baik. Tetapi mengapa pada malam itu tuannya begitu tega melecehkan dirinya. Itu yang membuat Sena tidak habis pikir.
__ADS_1
Meski pada akhirnya tuannya itu mau mencari wanita yang sudah ia tiduri tetapi tetap saja perbuatannya itu sangat lah keji. Namu apalah daya Sena, sudah tidak mau memikirkan nya lagi. Meski pada kenyataannya dirinya masih belum bisa menghilangkan rasa trauma nya, ia sudah memutuskan untuk ikhlas dalam menjalani semua ini. Mungkin seperti inilah takdir hidupnya, harus kehilangan mahkota sebelum dirinya menikah.
Setelah malam kelam itu, tidak sedikitpun bagi Sena berharap akan ada seorang laki laki yang mau menerima dirinya kelak, karena dirinya sadar sangat sulit akan ada seorang laki laki yang mau menerima nya setelah apa yang dirinya alami.
Dan yang ingin Sena lakukan saat ini hanya satu hal yaitu bekerja untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan hidupnya bersama sang ayah.
Setelah hampir semua tanaman bunga mereka berdua siram, terdengar suara gerbang pintu di halaman belakang terbuka. Sena dan Bu Irma menoleh ke sumber suara. Dan terlihat sosok Stella disana yang baru masuk.
Tanpa ada niat untuk menyapa Sena dan Bu Irma. Stella terus melangkah masuk dan melewati Sena Dan Bu Irma begitu saja.
"Dari mana anak itu?, Malah nyelonong masuk aja, hemm.... Tidak sopan. Bibi heran Sena, kenapa Sifat Stella itu sangat berbeda dengan Bu Nurul." Ujar Bu Irma yang merasa kurang suka dengan sifat Stella.
Sena hanya tersenyum menanggapi Bu Irma.
"Sena, apa jangan jangan sewaktu kamu baru lahir kamu dengan Stella tertukar, makanya sifat kamu lebih mirip Bu Nurul." Tanya Bu Irma.
Sena tersenyum ia menggeleng gelengkan kepalanya mendengar gerutuan Bu Irma.
"Pffftt... Bibi ini ada ada saja. Bagaimana mungkin Sena tertukar dengan kak Stella. Kak Stella itu lebih dulu lahir dari Sena bi, jadi mana mungkin kami tertukar." Sahut Sena dengan menahan tawanya.
"Oh iya ya, kamu benar nak, kok bibi bisa lupa ya." Sahut Bu Irma dengan menepuk jidatnya sendiri.
****
Malam pun telah Tiba. Sepasang suami Istri yang sudah tidak muda lagi itu, namun masih tetap tampan dan juga cantik di usianya, kini tengah berada di kediaman putra semata wayangnya Garfield Saquelma.
Ya, mereka berdua adalah Tuan Garzen Saquelma dan Nyonya Field Saquelma yang tengah duduk dengan kewibawaannya di ruang utama Garfield, sang Putra.
Tak Lupa di ruangan mewah Itu sudah ada Stella, Bu Nurul dan Garfield.
Dalam hati Bu Nurul bertanya-tanya mengapa dirinya dan juga sang putri di suruh ikut bergabung dengan keluarga utama di keluarga ini.
Bersambung...
jangan lupa
Like
Komen
__ADS_1
Vote
dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️❤️