
Di sebuah perusahaan yang cukup besar sedang terjadi kericuhan yang sangat genting. Hal ini di sebabkan karna tiba tiba saja para investor yang telah menanam saham di perusahaan itu mendadak menarik saham saham mereka.
Tentu saja hal itu membuat perusahaan yang bergerak di bidang industri itu mengalami goncangan yang sangat besar dan berakibat bisa mengalami kebangkrutan. Ya perusahaan itu adalah ERC Group. Yang merupakan perusahaan yang cukup terkenal milik Erick.
"Kenapa ini bisa terjadi hah?, Kenapa semua investor tiba tiba menarik semua saham nya Fazz?." Tanya Erick yang sudah marah tingkat dewa pada assisten nya.
"Saya juga tidak tahu Tuan. Mendadak mereka semua menarik sahamnya. Saya sudah mencobanya mengajak mereka membicarakan hal ini, tetapi mereka semua menolak tanpa ada yang mau memberitahu apa alasannya Tuan." Sahut Fazz.
"Sial!, Kalau begini perusahaan ku bisa bangkrut, brengs*k."
Pyaar... Pyaar...Pyaar..
Murka Erick mengamuk, dan membuat semua karyawan yang ada di ruangan meeting itu termasuk Angel sang sekretaris ketakutan melihat kegilaan tuan nya.
"Tu-tuan hanya ada satu cara agar perusahaan kita tidak mengalami kebangkrutan. Kita harus meminta bantuan G-Group...."
****
Dua hari sudah berlalu. Setelah mendapat restu dari Bu Nurul. Kini akad pernikahan Garfield dan juga Stella tinggal menghitung hari lagi.
Kebahagiaan begitu menyelimuti keluarga Saquelma. Sudah sejak lama Garzen dan juga Field ingin putra semata wayangnya itu menikah. Namun hal itu tidak pernah digubris Garfield.
Tapi sekarang sepasang suami istri itu tak perlu lagi bersusah payah, karena sebentar lagi putranya itu yang merupakan penerus dari keluarganya Saquelma akan segera melangsungkan pernikahan.
Meski tidak di pungkiri jika pernikahan ini di awali dengan sebuah kecelakaan yang tak di inginkan, tetapi hal itu tidak menjadi masalah yang berlarut. Mungkin ini adalah jalan dari Tuhan untuk mempertemukan Garfield dengan jodohnya.
"Pa, mama benar benar tidak sabar lagi melihat putra kita akan menikah." Seru Field yang sudah tidak sabar untuk yang kesekian kalinya.
"Iya ma, papa juga. Kenapa mama begitu tidak sabar sekali, mulai dari kemarin papa mendengar kalimat ini teruss." Sahut Garzen dengan tersenyum heran melihat antusiasme istrinya.
"Aduh, papa ini seperti tidak tahu saja. Tentu mama sangat tidak sabar melihat Garfield menikah, karena mama ingin segera memiliki cucu!." Seru Field.
"Ingin memiliki cucu?, Kenapa harus mengharapkan cucu?, Lebih baik kita buat lagi saja ma, papa bersedia kok ma kalau mama ingin punya anak lagi." Sahut Garzen dengan tersenyum jahil.
Plak...
__ADS_1
"Ih papa, kalau bicara suka yang aneh aneh deh, ingat pa sama umur." Sahut Field dengan memukul punggung suami nya pelan.
"Apa?, Memangnya kenapa dengan umur?, Seperti mama tidak tahu saja bagaimana kemampuan papa. Bukankah papah selalu membuat mama kewalahan di atas ranjang hemm.." Seru Garzen pada istrinya dengan menaik turun kan alisnya.
"Ih, papa ini apasih, sudah tua pah, ingat sama umur. Masak iya anak sudah berusia dua puluh lima tahun kita mau punya anak lagi?, Apa kata orang, malu pa sama anak kita." Sahut Field yang merasa tak suka.
"Kenapa harus malu, kan bagus ma kalau kita punya anak lagi, Garfield akan ada temannya." Sahut Garzen.
"Papa ini, semakin bertambah umur semakin gesrek ya. Pa sebentar lagi anak kita mau menikah, kalau kita punya anak lagi, yang ada kita malah saingan sama anak kita pa." Sahut Field yang sudah mulai kesal.
"Kan bagus ma, biar semua orang tahu kalau papa ini masih pria perkasa." Sahut Garzen dengan percaya diri.
Field memutar bola mata nya malas "terserah papah lah." Sahut Field yang sudah lelah berdebat dengan suami nya.
****
Waktu kini sudah memasuki pukul delapan pagi. Seperti biasa semua pelayan masih sibuk dengan aktivitasnya masing masing. Namun hal itu tidak lagi berlaku untuk Stella.
Semenjak dirinya telah dilamar oleh Garfield Field melarang untuk bekerja sebagai pelayan lagi. Dan hal itu pun juga di peruntukkan untuk Bu Nurul.
"Bu Nurul, kenapa ibu masih bekerja?, Tuan Garfield kan sudah melarang ibu untuk berhenti melakukan pekerjaan ini, jadi biar saya saja Bu yang bekerja." Seru bu Ani.
"Aduh, terimakasih Bu Ani, Tidak apa apa saya masih mau bekerja di rumah ini lagi pula saya berada di rumah ini untuk bekerja Bu, ayo kita lanjutkan pekerjaan kita lagi." Sahut Bu Nurul.
Bu Ani hanya bisa menghela nafasnya panjang. Bu Ani merasa tak enak hati harus membiarkan calon mertua dari majikannya harus bekerja. Namun juga merasa bangga pada Bu Nurul, meski dirinya adalah calon mertua tuan Garfield, Bu Nurul tetap rendah hati dan masih mau bekerja. Dan mereka pun kembali fokus pada pekerjaan nya masing masing.
Di lain sisi Sena tengah berada di dekat kolam ikan. Ia sedang sibuk memberi makan ikan ikan Milik Tuan Garfield nya. Ikan ikan itu nampak begitu lahap menyantap makanan yang di lempar Sena ke kolam.
Dirasa sudah cukup memberi makan ikan ikan itu, Sena memutuskan untuk kembali ke dalam dan melakukan pekerjaan lain. Namun disaat tubuhnya berbalik dan hendak masuk, tiba tiba saja terhenti, karena keberadaan Stella yang sudah berdiri tegak menghadang dirinya.
"Hah.. kak Stella?." Ucap Sena terkejut
"Aku perhatikan sepertinya kamu baik baik saja." Seru Stella
"Maksud kakak?." Tanya Sena yang merasa bingung.
__ADS_1
"Hmm.. kamu memang benar benar bod*h ya Sena. Kamu sudah tahu bukan kabar ku tentang aku dan tuan Garfield yang akan segera menikah. Aku hanya mau mengingatkan lagi, dan ini adalah peringatan terakhir. Jangan pernah kamu katakan pada siapa pun kalau kamu lah wanita di malam itu, kalau kamu sampai mengatakannya kepada tuan Garfield, tamatlah riwayat ayahmu." Ancam Stella lagi dan kali ini penuh dengan penekanan.
Sedih, takut.. itulah yang Sena rasakan..
"Kak, kenapa kakak begitu tega nya berbuat sampai sejauh ini, kakak begitu tega kepada Sena dan mempertaruhkan ayah Sena, ayah Sena adalah paman kakak juga." Seru Sena.
"Paman?, Bodo amat! Sayang nya aku tidak pernah menganggap nya paman." Ucap nya sinis.
Hati Sena terasa mencolos mendengar perkataan sepupunya. Padahal ayah nya sangat menyayangi Stella.
"Sekarang aku merasa heran sama kamu Sena. Sepertinya kamu belakangan ini terlihat baik, pasti kamu merencanakan sesuatu kan?." Tanya Stella curiga.
"Maaf ya kak, sekarang Sena sudah tidak punya alasan lagi untuk larut dalam kesedihan. Ada banyak hal yang harus Sena lakukan untuk hidup dan juga ayah." Sahutnya santai namun penuh penekanan.
"Wow... Sekarang kamu sudah berani sama aku ya?." Sahut Stella.
"Kak Stella dengarkan ini, Sena sudah tidak perduli lagi dengan apa yang kakak lakukan. Terserah kakak jika ingin melanjutkan sandiwara ini. Jika dengan menikah dengan tuan Garfield bisa membuat kakak bahagia maka lakukanlah, Sena Tidak peduli, dan Hanya satu yang Sena inginkan, Tolong jangan ganggu Aku dan ayah ku, permisi." Seru Sena.
Dan Sena berlalu dari tempat itu meninggalkan Stella yang masih diam mematung mendengar apa yang di katakan Sena.
Sebenarnya di dalam lubuk hatinya Sena tetap merasa hancur, sedih, trauma dan takut.
Kejadian buruk yang di alaminya masih begitu membekas di hatinya. Bahkan mungkin akan tetap membekas seumur hidupnya. Di tambah lagi dengan ancaman dari kakak sepupu nya benar benar membuat dirinya tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi.
Mungkin dengan cara tetap mengikuti sandiwara ini lah satu satunya jalan agar semua nya tetap baik baik Saja.
Bersambung...
jangan lupa
Like
Komen
Vote
__ADS_1
dan juga tambahkan novel ini ke favorit kalian ya.. terimakasih☺️