
Jam 2 siang di Prancis Farhan tiba. Sesampainya disana farhan menghubungi rumah sakit tempat papa nya dirawat yang pasti sama orang diprancis mereka berdialog dengan bahasa prancis ya guys. Pihak airport dan rumah sakit dan beberapa lain nya telah bersekongkol sama pak rudi dengan bayaran yang sangat mahal.Jadi sangat mudah untuk pak rudi dan bu mirna untuk menjalan kan rencana nya dengan mulus dan seperti nyata. Dan semua nya diluar nalar farhan dan arka juga orang orang kepercayaan nya di indonesia.
Setelah mendapatkan alamat rumah sakit dan ruangan nya farhan pun segera meluncur kesana. Dan setelah tiba disana ia mendapati mama nya sedang tidur di tunggu ICU RS tersebut dengan muka pucat berkantung mata tebal bahkan seperti bukan penampilan mama nya seperti biasanya. Kondisi nya sangat memprihatin kan , seperti orang yang kehilangan semangat untuk hidup. Dengan mata berkaca kaca pun farhan memeluk lembut mama nya.
Farhan : Ma , yang sabar ya. Ada farhan disini untuk mama dan papa.
Seketika bu mirna pun terbangun. Sebelum nya mereka suka mendesain karakter wajah bahkan semua nya tanpa ada yang terkecuali , rencana mereka kali ini sangat sangat diacungi jempol.
Bu Mirna : (pura pura mengigau) Ia sus apa suami saya sudah sadar.
Farhan yang melihat kondisi mama nya sangat sangat terpukul. Walaupun farhan terkenal dingin arogan dan angkuh. Namun untuk kali ini dia benar benar seperti bukan dirinya.
Farhan : hiks.... ini farhan ma , tolong jangan seperti ini ma.
Mama : (pura pura kaget dan memasang wajah yang seperti tidak ada kejadian) Sayang , Kamu kok bisa disini nak. Ngapain kamu kesini nak. Mama lagi donor darah darah nak , udah dipanggil ya nama mama.
Farhan : Stop ma sandiwara sama farhan. Farhan udah tau semua nya. Kenapa mama sembunyikan masalah sebesar ini dari farhan kenapa mama menghadapinya sendiri , apa mama tidak menganggap farhan lagi anak mama , apa mama bisa dan mampir lalui ini semua tanpa farhan dan arka (sambil memeluk mamanya). Maafkan farhan bila selama ini farhan tidak pernah ada waktu untuk mama dan papa.
Seketika suasana pecah , terlihat ibu dan anak nya saling tangis menangisi keadaan.
Mama : Maafin mama nak , mama sengaja menyuruh rustam untuk menyembunyikan nya dan membayar senua awak media untuk tidak meng ekspos berita ini. Namun sayang , semua nya sudah terlanjur terbit. Mama sengaja mematikan ponsel mama dan papa. mama juga menyuruh rustam mematikan ponsel nya agar kalian sama sekali tidak mendapatkan kabar ini. Mama tidak mau kalian sedih dan mama nggak mau kalian seperti mama. Mama sudah tidak sanggup lagi hidup nak.
__ADS_1
Farhan : Udah ma stop. Mana mama farhan yang selalu ceria , selalu tenang jika ada masalah apapun. mana ma , mana !! Mama nggak sendirian ada farhan dan arka yang akan selalu ada buat mama. Dan yakin lah ma , papa pasti sembuh. Farhan akan membayar mahal kalau perlu farhan akan cari profesor yang mampu menangani papa.
Mama : Percuma nak , percuma. Uang kita tidak berlaku untuk tuhan nak. Tuhan berkehendak lain nak. Selama ini papa juga berbohong sama mama , papa sudah lama mengidap kanker otak nak. Tapi papa tidak pernah beritahu apa apa sama mama. Sampai mama dengar dari dokter bahwa papa , sudah 3 kali operasi pencangkokan otak disini. Dan kalau pun operasi yang ke 4 ini berhasil. Nyawa nya hanya bisa bertahan 3 bulan selebih nya hanya mukjizat yang kuasa.
Farhan sangat terpukul , farhan tidak bisa berkata apa apa selain hanya memeluk erat mama nya. Ia sangat tau perasaan mama nya. Bahkan ia juga menyalahkan dirinya sendiri karna sampai kesehatan papa nya ia juga tidak mengetahuinya. Karna ke egoisan nya ia ingin menjadi pengusaha muda no satu di dunia sehingga ia melupakan orang tua nya yang membesarkan menyanyangi bahkan yang membuat nama nya besar saat ini. Saat ini ia sangat membenci dirinya sendiri.
Tok...tok..tok..
"Masuk" ucap farhan.
"Maaf dengan keluarga Tuan Rudi , saya ingin memberitahu hal penting bahwa operasi Tuan Rudi berjalan dengan lancar. Dan saat ini nyonya , anak atau sanak keluarga lain nya boleh melihat kondisi pasien , namun hanya diperboleh kan satu satu orang saja ya. Karna ruangan steril sebelum memasuki ruangan harus memakai baju khusus yang sudah kami siap kan disebelah pintu utama ruangan pasien. Dan maaf sekali lagi mohon diminta tidak ada yang boleh menangis atau pun berkat yang membuat pasien merasa sedih. Mohon pengertian nya tuan dan nyoya. Terima kasih". Ucap suster.
Bu Mirna pun bersemangat dan mengusap usap air mata nya , dan mengambil tas nya untuk merias wajah nya agar penampilan nya tidak terlalu kusam dan murung didepan suaminya. Farhan yang melihat tingkah mama nya berusaha tersenyum namun sangat nyesek rasanya.
Mama : Ayo sayang kita temui papa , ingat kamu jangan sedih ya. Semangatin papa ya nak , Ingatin masa masa yang indah ke papa.
Farhan hanya mengangguk. Bu Mirna meminta izin kepada dokter nya untuk di izinkan masuk bersama putra sulungnya. Ia ingin memastikan putra nya tidak bersedih didepan suaminya.
Disisi lain di indonesia sudah berganti hari. Arka yang saat ini berada di rumah kediaman pak samsul menceritakan semua nya kepada beliau. Ia seperti hilang arah , dan ketika ia berbicara kepada pak samsul ntah kenapa ia merasa tenang karna keluarga pak samsul selalu menyambut nya dengan hangat.
Pak samsul : Nak , ayah minta tolong sama kamu boleh.
__ADS_1
Nisa : ( sambil menyusun rantang) Apa itu yah , untuk ayah apa yang nggak.
Pak samsul : Tugas kamu kan hampir selesai , ayah minta tolong. Selagi ayah menjalankan tugas ayah , kamu temani tuan muda arka didepan. Ajak dia ngobrol nak , kasian dia sedang tertimpa musibah.
Nisa : Tapi yah..
Pak samsul : Bisa kan nak.
Nisa : ia yah , ia tapi sama caca.
"Trus yang bantuin ibu beresin piring kotor siapa nak". Seru bu sukma.
[Kenapa lo yang terkena musibah gue yang jadi korban] Batin nisa.
Nisa : ia bu , yah bisa akan temani tuan muda itu , tapi lo ingat ca. Setelah selesai bantu ibu gue lo harus nyusul gue nemenin anak manja itu.
Hahahahahaha.... (tertawa kompak ibu ayah dan caca)
Pak samsul : Ayah berangkat ya. Assalamualaikum.
Walaikum salam , seru ibu nisa dan caca.
__ADS_1