
Arka pun mengantar kan pak samsul dan anak nya menuju kediaman keluarga pak samsul. Sesampainya dirumah mereka pun turun dan tak lupa pak samsul membawa semua belanjaan anak nya tersebut , melihat pemandangan yang menguntungkan itu arka tak tinggal diam , dia langsung menggantikan posisi pak samsul dan membawa semua belanjaan tersebut ke dalam rumah pak samsul. Sementara nisa langsung berlarian mencari sosok ibu nya , dan ingin sekali bercerita kejadian yang dialaminya tadi. Setelah sosok yang dicari nya ketemu ia langsung berhambur memeluk sambil menangis.
IBU : (Heran) Loh , lo ! ada apa nak , kok kamu nangis , Caca mana. Trus belanjaan nya mana.
Nisa : Maafkan nisa bu , ini semua salah nisa , Kasian ayah jadi kena imbas nya ( sambil menangis).
Pak Samsul : Kamu ini ngomong apa sih nak , kamu tidak usah mengkhawatir kan ayah. Kamu itu segala nya untuk ayah dan ibu , jadi apapun ayah akan lakukan demi kamu nak , Dan ayah juga tidak akan memaafkan diri ayah jika sampai terjadi apa-apa sama kamu. (sambil memeluk anak dan istrinya) Yasudah ayah minta tolong kamu buat kan minuman untuk tuan muda arka dan ibu ayo temeni ayah ngobrol sama tuan muda.
Bu Sukma hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak dan suami nya. Dan menuruti perintah suami nya. Sementara Arka yang sedari tadi masih duduk di sofa milik pak samsul , memikirkan rencana nya untuk segera mendapatkan nisa. Seketika saja muncul rencana picik nya untuk segera menikahi anak supir kakak nya tersebut. Karna ia sangat menyukai sosok nisa , menurut nya nisa adalah gadis kecil polos dan bodoh yang penurut.
Pak samsul dan istrinya pun menemui tuan muda arka , dan mereka menceritakan kejadian yang terjadi kepada bu sukma. Arka sangat ramah dan pandai untuk mencari simpati. Sehingga seperti keluarga saja percakapan mereka. Buk sukma langsung suka sama arka. Tidak seperti bos suaminya. Bu sukma sangat membencinya. Kemudian nisa datang membawa kan minuman. Setelah itu nisa langsung membersihakan dirinya , begitu juga dengan caca sahabat nya.
Setelah habis ngobrol , arka pun pamit. Menuju kantor nya. Terlihat bahagia sekali wajah arka saat ini. Seperti baru menemukan jalan hidup nya. Sesampainya dikantor dimas pun menyambut bos nya tersebut.
Dimas : Sore Tuan , ada gerangan apa Tuan muda sore begini ke kantor. Bukan nya tadi tuan bilang hari ini tidak enak badan tuan.
Arka : (tersenyum) Karna hari ini saya lagi bahagia , jadi saya tidak akan menutup mulut lancang mu itu. Dan bilang sama semua staff dan karyawan , segera ke kantin saya akan traktir kalian semua makan sepuas nya. ( Sambil tertawa ).
__ADS_1
Dimas : Ma... maaf tuan muda , maafkan kelancangan saya tadi tuan. Saya hanya khawatir sama kondisi fisik tuan kalau memang yang tuan bilang tadi benar , kalau tuan lagi tidak enak bad....
Arka : (memotong pembicaraan dimas) Ah.... Kamu jangan buat saya emosi ya , saya kan sudah bilang sekarang saya lagi bahagia. Jadi tolong laksanakan saja apa yang saya perintah kan. Paham !!
Dimas : Ba... baik tuan.
Dimas pun langsung bergegas meninggalkan tuan mudanya dan menyuruh semua staff dan karyawan berkumpul dikantin kantor untuk segera makan sepuas nya dan berkata tuan muda yang mentraktir.
Sementara dikediaman Farhan. Masih sibuk dengan semua meeting nya hari ini , sama sekali ia tidak memikirkan supir nya tadi , bahkan dia juga tidak mengingat nya. Farhan hanya fokus akan pekerjaan nya , farhan memang sangat profesional. Setelah semua pekerjaan nya selesai ia pun menemui yoga dan mengajak nya nongrong di kafe favorit nya.
Ke esokan harinya , Farhan dan Arka sarapan bersama. Dan seperti biasa arka selalu memulai percakapan untuk mencairkan suasana yang beku. Sekalian ia ingin kakaknya mengetahui rencana nya.
Arka : Kak , Apakah semalam kakak mimpi buruk ?
Farhan : uhuk...uhuk... Maksud kamu apa , Apa kamu tidak punya lagi etika ketika sedang makan.
Arka : hahahaha.... Kakak kenapa tensian sekali sih , aku ini adik mu loh. lagian kita juga sarapan yang ringan kan kak. Apa salah jika aku ingin berbicara sama kakak.
__ADS_1
Farhan : ( cih... seperti nya ada maunya ) apa keinginan mu.
Arka : (heran) Kakak kok tau aku menginginkan sesuatu.
Farhan : hahahaha.... dasar bodoh , ya jelas saja. Apa kamu pikir telinga dan mata ku tidak ada dimana mana. Aku juga tau tingkah konyol mu kemarin di kantor. Katakan...
Arka : (Manyun) Kakak.... Yasudah ia , ia aku ngaku kak. Arka ingin menikahi anak supir kakak.
Farhan : uhuk...uhuk...Apa aku sedang tuli , kenapa pendengaran ku pagi ini. ah.. seperti nya aku harus kedokter tht hari ini.
Farhan lansung meninggalkan arka , dan tidak menjawab apapun keinginan adiknya. Ia merasa permintaan adiknya terlalu konyol. Bagaimana mungkin keluarga prasetyo menikahi anak seorang supir.
Arka : Apa ada yang salah dengan kata kata ku kak. Mengapa kakak pergi begitu saja tanpa menjawab nya , kamu tidak tuli kak , yang kamu dengar barusan benar. Pokok nya aku ingin segera menikah dengan nisa. Aku tidak perduli jika kakak tidak menyetujuinya. Dan ingat kak , aku tidak ingin menjadi perjaka tua seperti kakak.
Mendengar perkataan arka , farhan hanya menghela nafas , melenggang begitu saja ke arah mobil pribadinya dan langsung melaju menuju kantor. Arka merasa prustasi , ia berharap kedua orang tua nya tidak bersikap seperti kakak nya ketika ia mengutarakan niat nya.
Sebelum ke kantor arka langsung menuju kediaman pak samsul , tak lupa ia juga sempat berhenti ke minimarket untuk membeli beberapa coklat dan makan ringan lainnya. Untuk mengambil hati nisa.
__ADS_1