Terjerat Cinta Segita

Terjerat Cinta Segita
Keputusan


__ADS_3

Farhan pun langsung membersihkan dirinya , melakukan ritual mandi nya berendam di betap untuk menyegarkan pikiran nya. setelah selesai ia pun merebahkan dirinya ke ranjang nya yang empuk dan nyaman itu. sementara di lantai bawah kamar utama. Pak rudi dan istrinya sedang berbicara .


Pak Rudi : Ma , bagaimana kalau kita ke Prancis saja. kita suruh raka pulang ke jakarta , biar papa saja yang mengurus pekerjaan disana. Papa punya rencana ma , agar rumah kita yang besar ini tidak sepi lagi.


Bu Mirna : Terserah papa saja , tapi kira-kira apa rencana nya pa , apa mama boleh tau pa?


Pak Rudi : (tersenyum) Mama tenang aja , nanti setelah sampai sana papa ceritakan semuanya ke mama.


Buk Mirna yang mendengar keinginan suami nya itu pun hanya bisa pasrah dan mendukung rencana suami nya. Padahal ia tidak tau sama sekali rencana tersebut. Yang ada dihati nya saat ini hanya satu semoga rencana suami nya berhasil. anak kedua nya memang saat ini sedang berada diluar negeri karna urusan thander penting , dan itupun atas arahan dari sang papa. Tanpa berfikir panjang pak rudi pun langsung menghubungi raka.


(tut....tut....)


Raka : Hallo pa.


Pak Rudi : Hallo nak , bisakah kamu pulang nak , seperti nya perusahaan kita yang disini lebih membutuhkan kamu nak. masalah thander itu biar papa saja yang mengurus nya.


Raka : (wah , tidak seperti biasanya , mencurigakan sekali) batin nya. Tapi pa , 2 hari lagi udah kelar kok pa , lagian bukan nya perusahaan kita yang disana udah kak farhan yang menghandel dan bahkan semua nya berjalan dengan lancar. apa ada masalah pa.


Pak Rudi : Udah tidak apa-apa nak , biar papa saja yang mengurus , kamu serah kan saja dulu semua nya sama rustam (meneger kepercayaan keluarga ini diperancis). rencana sore ini papa sama mama mau terbang kesana. bahkan papa sudah boking tiket pesawat nya.


(*Bau-bau mencurigakan) batin arka.


Raka : Yasudah terserah papa , besok arka pulang. nanti arka boking tiket nya.

__ADS_1


Pak Rudi : Baik lah nak , kamu hati hati ya , jangan lupa makan. papa dan mama sangat menyanyangi kamu*.


Panggilan pun berakhir. Papa begitu senang. Sedangkan arka disana tidak bisa tinggal diam , arka sangat menghawatirkan keluarga nya. Ia menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyelidiki perusahaan dan keluarga nya.


Arka mengirimkan pesan " Tolong selidiki 2 perusahaan papa dijakarta , 3 di surabaya dan 2 di tanggerang. Dan jangan lupa kediaman rumah saya , jika ada masalah secepat nya kamu kabari saya. Saya butuh informasi ini kurang dari 5 jam dari sekarang.


Dimas yang mendapatkan pesan dari bos nya tersebut pun merasa kebingungan dalam waktu kurang dari 5 jam ia harus mendapat informasi dari beberapa kota. Dengan sigap dimas pun segera menjawab " Baik tuan , akan saya laksanakan".


Tak lama kemudian handphone arka berbunyi menandakan ada pesan masuk. kemudian arka segera membuka dan membaca nya. Arka pun membalas nya " Ingat jangan sampai kak farhan atau papa mama tau ".


Sementara dikediamaan keluarga pak samsul. Nisa sedang sibuk membantu ibu nya menyusun lauk pauk dan nasi ke dalam rantang.


IBU : Nak kamu pergi mandi dan siap-siap saja sana , kebetulan hari ini ada kamu , jadi ibu minta tolong , kamu yang mengantarkan catringan nya ke alamat masing-masing.


IBU : Sudah siap-siap saja sana , yang rapi dan sopan. Karna kita menjual makanan jadi harus berpenampilan yang bersih dan rapi. Jangan buat konsumen ibu kecewa ya nak. Nanti setelah selesai , kamu langsung antar kan ke alamat nya masing-masing. Setiap rantang akan ibu tulis nama dan alamat nya.


Nisa : Baik bu.


Nisa pun segera bergegas mandi dan melaksanakan tugas dari ibu nya tersebut. ada 15 rantang yang harus ia antarkan. Nisa pun menyusun semua rantang ke kotak yang sudah ditempah ibunya di kereta metik ibunya itu. setelah selesai nisa pun langsung mengantar satu persatu , hingga tersisa 1 rantang lagi. Tapi , nisa bingung mau ngantar kemana , karna hanya ada tulisan Yoga dan kontak ponsel. Dengan menghela nafas pun nisa akhirnya terpaksa mengambil ponsel nya di tas kecil milik nya dan segera menelpon pemilik rantang terakhir.


Nisa : Halo selamat siang , ini saya....


Yoga :Tolong antar ke jalan XXX , kantor Royal Prima prasetyo , Lantai 2 belok kanan. (tut...tut...) terputus.

__ADS_1


Nisa pun merasa kesaldan langsung memasukkan kembali ponsel nya kedalam tas kecilnya. [*Dasar tidak sopan , dia pikir dia siapa , mentang-mentang orang kaya bisa seenak nya saja]. Batin nisa.


5 menit kemudian , akhirnya nisa sampai ke alamat tersebut. Namun nisa lupa lantai berapa. Nisa yang bingung pun langsung menemui satpam di kantor tersebut dan minta tolong diantarkan ke ruang kerja Yoga. Satpam pun mengantar nisa sampai depan ruangan asisten direktur tempat ia bekerja tersebut.


tok...tok...(Masuk) terdengar suara pria dari dalam. Nisa yang mendengar suara itu pun langsung membuka pintu dan masuk. Kemudian menyerahkan rantang tersebut kepada yoga. Namun yoga hanya diam saja. Karna ia terpesona melihat kecantikan alami diraut wajah gadis remaja yang imut dan sangat menggemas kan itu menurut nya. Timbul niat usil yoga untuk menjahili nya.


Yoga : Duduk , dan letakkan rantang itu dimeja. Apa kamu tidak lihat saya sangat terlihat sibuk , tangan saya tidak sempat memasukan makanan itu kedalam mulut saya. Jadi saya harap kamu tidak keberatan untyk menyuapi saya.


[Apa dia sudah gila? Menyuruh ku seperti bos saja. Apa dia selalu bertingkah seperti ini kepada ibu. ah... sudahlah aku tidak ingin membuat ibu kecewa] Batin nisa.


Setelah selesai menyuapi yoga , Nisa pun ingin bergegas keluar.


Nisa : Terima kasih tuan sudah mau jadi pelanggan setia kami*.


Nisa yang berjalan melenggang keluar pun tertahan karena , tangan kanan nya tiba-tiba dipegang oleh yoga.


*Yoga : Tunggu , Maafkan kanakalan saya tadi. Kamu gadis kecil yang baik dan penurut. Bahkan wajah imut kamu sangat msnggemaskan. Apakah benar kamu anak nya buk sukma?


Nisa yang menurut nya mendapat perlakuan kurang ajar pun segera melepaskan tangan nya dari tangan yoga.


Nisa : Maaf tuan , Saya rasa anda tidak perlu tau pribadi saya. Anda sopan kami segan.


(seolah kata terahir yang dilontarkan nisa bermaksud untuk menyindir yoga*).

__ADS_1


__ADS_2