
Nisa : Tuan bangun dong , saya lapar tuan. Biasanya jam segini saya sudah sibuk didapur bantuin ibu , ini malah sarapan aja belum.
Arka yang mendengar ocehan nisa bukan nya langsung bangun dan mandi , malah tangan nya meraba raba meja dan mengambil telpon hotel dan menghubungi resto hotel untuk mengantar kan breakfast ke kamar nya. Setelah selesai berbicara sama CS arka pun tidur kembali.
Nisa hanya bisa diam dan hanya duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya. Tak lama terdengar suara bel berbunyi menandakan bahwa pelayan hotel datang membawa kan breakfast untuk mereka. Dengan segera nisa membuka pintu.
Nisa pun menyantap sarapan nya dengan lah dan tak lupa meminum segelas susu dan hidangan penutup bubur kacang hijau pun disantap oleh nisa tanpa ada yang tersisa jatah sarapan milik nya. Setelah habis nisa pun kekenyangan , ia memilih bersandar disofa sambil menghidupkan televisi.
Arka : Kamu itu berisik sekali nisa , kenapa kamu selalu saja mengusik tidur ku.
Nisa yang mendengar kekesalan arka pun segera mematikan televisi , dan memainkan ponsel miliknya saja.
Arka : Jam berapa ini ?
Nisa : Jam 10 tuan.
Arka : Kenapa kamu diam aja , kenapa kamu tidak membangun kan saya nisa !
Nisa : Maaf tuan , bukan nya saya tadi sudah membangunkan anda tapi anda malah menelpon petugas hotel dan kembali tidur lagi.
Arka : Argh... Yasudah lah , kali ini keteledoran mu saya maafkan. Awas aja sekali lagi. Saya mau mandi , tolong siapkan air mandi yang hangat untuk saya.
Nisa : Baik tuan muda arka putra prasetyo.
"Dasar gadis bodoh yang lancang , berani sekali dia melawan ku dengan menyebut nama lengkap ku". Batin arka.
5 menit kemudian nisa pun keluar dari kamar mandi dan memberitahukan kepada arka bahwa air mandi nya telah siap. Arka pun segera menuju kamar mandi. Setelah selesai dan memakai pakaian arka segera mengajak nisa keluar menuju resto hotel.
Nisa : Maaf jika saya lancang tuan , itu sarapan anda sudah diantar dan sama sekali tidak saya sentuh.
Arka : Kamu memang lancang nisa , berenti memanggil ku dengan sebutan tuan. Dan apa kamu fikir saya bisa memakan makanan yang sudah dingin seperti itu. Kamu mau ikut atau tetap tinggal dikamar ini. Setelah sarapan saya akan pulang kerumah.
__ADS_1
Nisa : Ia tuan saya ikut.
Arka : Berenti memanggilku dengan sebutan tuan (Dengan nada yang tinggi) panggil aku arka atau apalah terserah asalkan jangan tuan , karna saya tidak mau jika mama dan papa mendengar itu. Jika kamu masih saja memanggil ku dengan sebutan itu kamu akan saya beri hukuman nisa.
Nisa : Baiklah , saya akan memanngil anda dengan sebutan mas arka.
Arka : ( Sambil menarik lengan nisa keluar kamar menuju resto) Begitu lebih enak didengar.
Setelah selesai , arka pun membawa nisa menuju kediaman rumah nya. Ketika mobil sampai ke parkiran halaman rumah yang terlihat seperti isatana itu , beberapa pengawal menyambut kedatangan mereka. Nisa yang merasa kedatangan nya dosambut seperti seorang putri merasa sangat risi. Nisa merasa takjub melihat rumah yang sangat besar dan luas.
Arka : Bersikap manis lah didepan keluarga ku , jangan bertingkah bodoh (Sambil menggandeng tangan nisa).
Nisa hanya bisa diam dan menuruti arka. Dalam difikiran nya menikah dengan arka tidak seburuk yang dibayangin nya selama ini.
"Tidak nisa jangan cepat percaya kepadanya , Disini lah drama nya akan dimulai". Batin nisa.
Mama dan papa pun menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan penuh kasih sayang.
Papa : Hahaha... Namanya juga malam pertama ma. Wajar dong , seperti kita dulu.
Arka : Mama sama papa ini bicara apa sih , buat arka malu saja.
Mama : Oia sayang kamar kalian sudah siap dan nisa lemari khusus pakaian kamu hanya adar beberapa pakaian saja , nanti kalau nisa ada waktu kita shoping ya nak.
Nisa : ia ma , terima kasih banyak ma.
Mama : Ia sayang , ingat ya sayang kamu disini nggak usah sungkan sungkan lakukan apa yag kamu mau , karna ini rumah sudah rumah kamu juga.
Papa : Mama kamu benar nisa , dan bila suami mu menyakiti mu bilang sama papa biar papa yang akan mengurus nya.
Nisa : ( cengengesan ) Ia ma pa , mas arka nggak begitu kok. Mas arka sangat sayang sama nisa ma pa.
__ADS_1
Mereka sangat bahagia , apalagi bu mirna dan pak rudi rasanya hidup mereka sudah lengkap walaupun putra sulungnya masih betah dengan kesendirian nya.
Arka : Ya sudah ma pa , arka dan nisa ke kamar dulu ya. Arka ingin memberitahu nisa kamar kami.
"Ia sayang". Ucap mama papa bersamaan.
Sementara farhan yang saat ini berada dirumah sedang menghabis kan waktu libur nya dengan olahraga di ruangan fitnes.
Arka : Ini kamar kita , sebelah sana ruang itu ruang pakaian dan ruang ganti , dan yang itu kamar mandi.
Nisa : Baik mas.
Arka : Dan ini saya berikan kamu black cart , kamu bisa belanja apa saja yang kamu mau dengan ini. Terserah kamu.
Nisa : Tidak usah mas saya tidak membutuhkan nya , saya cuma.
Arka : Apa katakan.
Nisa : Jika boleh , saya cuma ingin melanjutkan studi saya dan masalah biaya saya cuma minta uang pendaftaran nya saja mas , yang lain lain biar saya sendiri yang membayar nya dengan tetap membantu bisnis catringan kecil kecilan milik orang tua saya.
Arka : Hahahaha.... Dasar gadis miskin sombong. Untuk apa kamu kuliah , bukan kah hidup mu sekarang sudah berubah bahkan apa yang kamu inginkan bisa saya berikan , rumah mobil atau kamu mau buka usaha.
Nisa : Justru karna saya miskin , saya tidak ingin menyusahkan mas. Saya ingin mencapai cita citq saya dan membuat orang tua saya bangga.
Arka : Nisa , nisa... kamu menikah dengan ku saja sudah membuat orang tuamu bangga , karna apa , karna derajat mereka naik ke lebe tinggi saat ini hahahaha...
Nisa : Cukup...!!! lo boleh hina gue sepuasnya tapi tolong jangan pernah lo hina keluarga gue. Apa segitu rendah nya kami dimata kalian , sehingga lo segitu mudah nya berbicara seperti itu. Bukan kah pendidikan anda sangat tinggi mengapa cara bicara anda sangat rendah.
(arka sangat kesal dan spontan tangan nya memegang dagu nisa dengan mencengkram nya sedikit kuat)
Arka : Apa... !!!! Beraninya lo berbicara seperti itu sama gue ! lo dengar ya nisa , gue nggak akan pernah ijinin lo buat kuliah ataupun kerumah orang tua lo lagi. Dasar tidak tau terima kasih , lo pikir lo siapa , lo itu rumput liar yang sebernarnya sama sekali nggak ada untung nya gue pungut , kalau nggak karna menyqngkut kesehatan papa gue , gue nggak akan mau nikah sama lo.
__ADS_1
Nisa hanya diam dan menangisi dirinya , sungguh menyakitkan sekali ucapan arka membuat nisa mengurungkan niat nya. Bahkan masalah perjanjian yang sudah dibuat nya pun sama sekali tidak dihargai dan sama sekali tidak ditepati arka.