
"Ya allah jika memang dia yang engkau pilih untuk menjadi pendamping hidup ku , aku pasrah ya allah , namun jangan biarkan dia menyakiti atau pun menyiksa ku" Batin nisa
Setelah siap melakukan ritual mandi nya , arka pun keluar kamar , dengan memakai handuk dipinggang nya. Terlihat lah nya ternyata ketiduran dengan tangan yang diletakan dimeja rias dan kepalanya bertumpu dilengan nya. Arka melewati nya saja menuju lemari dan sengaja memakai baju ganti nya didepan nisa. Ia mengira nisa malu melihat dirinya , ia tidak menyadari bahwa nisa tertidur di meja rias tersebut. Arka pun berbaring ditempat tidur diatas tumpukan kelopak kelopak bunga mawar.
"Apa yang dilakukan gadis bodoh itu sampai menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut , tidak bisa dibiarkan. Enak saja dia menguasai selimut itu". Batin arka.
Arka : Hei gadis bodoh , apa kamu sakit ? Kenapa wajah mu kamu tutupi seperti itu , buang jauh jauh pikiran kotor mu , sudah saya bilang saya tidak akan selera dengan mu.
Namun nisa hanya diam , karna nisa sudah tidur jadi ia sama sekali tidak mendengar suara arka. Arka pun kesal.
Arka : Hei gadis miskin bodoh , apa lo tuli? Jangan buat saya bersikap kasar sama lo ya , kembalikan selimut itu. Jika lo tidak ingin tidur satu ranjang sama gue tidak masalah , karna malah bagus jadi tidur gue semakin nyenyak nggak nyium bau miskin lo. Tapi gue minta selimut gue , lo kira lo aja apa yang butuh kehangatan.
Melihat sikap nisa yang hanya diam , membuat arka penasaran. Arka pun mendatangi nisa dan menyolek nyolek kepala nisa. Namun sama saja nisa tetep tidur , karna merasa sangat lelah sampai sampai nisa tidur nya seperti mayat. Sekali lagi arka mencintai membangunkan nisa namun sia sia nisa tidur sudah sangat pulas.
"Dasar gadis bodoh bahkan tidur dengan posisi seperti ini pun lo dengan mudah nya tertidur dengan pulas hahahaha" Batin arka.
__ADS_1
Arka pun menggendong nisa dan membawa nya ke tempat tidur , ia merasa sangat kasian melihat nisa yang tertidur seperti itu. Setelah nisa sudah berada ditempat tidur , arka mercoba membuka balutan selimut yang melilit ditubuh nisa , tidak ada maksud apa apa arka hanya kasian melihat nisa yang sulit bergerak bila selimut itu melilit tubuhnya. Dan setelah sebagian dibuka arka , arka melihat tubuh nisa yang masih memakai handuk dan belum juga mengganti baju nya.
"Dasar gadis bodoh pemalas , bahkan lo tidur dengan masih bertubuh polos seperti ini. pantas saja lo pakai selimut , kenapa tidak memakai baju gadis bodoh? apakah lo sengaja mau merayu gue ya gadis bodoh. Hahahaha , lo memang gadis bodoh milik gue yang sangat lucu". Batin arka sambil mengusap usap rambut nisa dan menutup tubuh nisa kembali dengan selimut.
Arka penasaran mengapa nisa tidak memakai baju yang sudah disiapkan oleh mama , apa baju nya salah atau apa. Arka pun melihat lemari dan melihat baju nisa yang telah disiapkan mamanya.
"Hahahaha... dasar mama , pantas saja jika gadis bodoh ini tidak mau memakai nya karna sangat seksi begini , pasti ia takut gue nanti berfikiran kalau dia ingin menggoda gue , Dasar gadis bodoh". Batin arka.
Arka pun tidur diranjang yang sama dengan nisa dan ada guling pembatas yang sengaja diletakkan arka agar nisa tidak berfikiran buruk kepada arka.
Nisa : Aaaaaaaaaaaaaa.......Tidakkkkkk !!!!! Apa yang terjadi , apa yang telah kamu lakukan pada ku tuan muda (sambil menangis dan memukul mukul arka).
Arka : (Tersenyum kecut) Apa lo sudah gila , berani sekali lo usik tidur gue gadis bodoh.
Nisa : Lo yang yang gila , kenpa lo berani menyentuh tubuh gue , kenapa lo sangat lancang , dan kenapa lo melakukan semua nya disaat gue nggak sadar , kenapa lo tega tu...
__ADS_1
Arka : Diam bodoh , apa lo merasa sakit dibagian sensitif lo , apa lo merasan sesuatu semalam. Coba lo periksa dikamar mandi sana. Lo liat baik baik dan lo ingat baik baik baru lo ngomong. Dasar gadis bodoh.
Nisa pun merasa tidak ada yang berubah , dan nisa juga tidak merasa sakit dibagian area sensitif nya , nisa yang merasa malu langsung berlari menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi nisa melihat seluruh tubuh nya sampai tidak ada yang terlewat sambil mengingat kejadian semalam. Setelah menyadari nya nisa pun tersenyum senyum sambil memukul lembut kepala nya.
"Dasar ceroboh, kenapa gue mempermalukan diri sendiri dihadapan pria kasar itu. Malu nya gue , tunggu sebentar seingat gue kan gue duduk dikursi meja rias dan tertidur disana , mengapa gue bisa pindah ke tempat tidur , ini pasti ulah tuan muda itu , pasti dia sebelum itu dia juga telah melihat tubuh gue , ah sudahlah yang penting dia tidak menyentuh dan melakukan hak nya sebagai suami gue". Batin nisa.
Setelah selesai mandi , nisa pun menuju lemari dan mencari cari pakaian yang hendak dipakai nya. Namun sia sia , tidak ada pakaian disana yang bisa dipakai nisa , hanya ada baju tidur yang minim yang ia lihat semalam. Nisa pun berencana menelfon sahabat nya untuk mengantar pakaian. Nisa pun mengambil ponsel genggam miliki nya.
Nisa : (tut...tut...) Halo ca.
Caca : Ia nis , ada apa pengantin baru pagi pagi gini nelfon ya , apa mau baperin gue soal malam pertama lo ya nis.
Nisa : Lo apa apaan sih ca , gue mau minta tolong nih ? Lo datang kerumah gue dan minta ke ibu gue beberapa baju untuk gue pakai , soalnya kemaren nggak sempet gue bawa dan sekarang gue nggak ada baju.
Caca : Oh itu toh , Yasudah sebentar lagi gue sampai ya. Lo kirim aja no kamar lo , lo masih dihotel tempat lo nikah kemaren kan nis.
__ADS_1
Nisa : Ia , Ok gue kirim cepet ya ca.