
Hari ini adalah hari penentuan selama tiga tahun sekolah karna hari ini semua murid SMA melakukan ujian kelulusan.
waktu masih menunjukan pukul 06.20wib
halaman sekolah nampak sepi karna murid kelas X dan XI diliburkan karna ada ujian kelulusan untuk murid kelas XII.
banyak murid yang nampak belajar ditaman, kornidor dan kantin sekolahan untuk menyiapkan diri menghadapi ujian yang akan dihadapinya 30 menit lagi.
Kiara yang baru datang menghampiri Maya yang asik baca buku di kornidor depan kelas mereka.
"hoooyyyyyy, semalam apa gak belajar kok baru buka buku" ledek Kiara kepada Maya.
"enak aja belajar kok cuma takut ada yang kelupaan aja bacanya" jawab Maya iseng yang masih serius membaca buku yang dibawanya.
"kamu gak belajar?" sambungnya kepada Kiara yang meminum susu kotak coklat
"udah kok dan semua udah terekam disini" katanya sambil tangannya menunjuk dikepalanya.
tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang mengamati mereka berdua tepatnya mengamati Kiara sejak tadi.
__ADS_1
(suara bel sekolah berbunyi)
semua murid memasuki ruangan yang sudah diatur dengan panitia ujian. Kiara dan Maya pun berpelukan sebagai tanda semangat satu sama lain karna mereka tidak berada satu ruangan.
"semangat ya semoga bisa mengerjakan semua soalnya dengan baik" kata Kiara yang memberi semangat pada sahabatnya itu.
"aku gugup sekali nih, kamu juga semangat ya" jawab Maya sambil memeluk sahabatnya itu lagi.
dan mereka berdua pun masuk kedalam ruangan yang berbeda. dan saat kiara akan masuk kedalam kelas dia berpapasan dengan Zico.
sejenak mereka berpandangan dan jujur saya kalau kedua sahabat yang saling mendiamkan itu sebenarnya sama-sama kangen dengan kebersamaan mereka dulu.
Kiara pun yang pertama mengakhiri tatapan mereka dan saat Kiara akan melangkah tiba-tiba Zico memegang tangan Kiara untuk menghentikannya.
"maaf" kata Zico yang lalu melepaskan tangan Kiara
"aku hanya mau bilang semangat semoga sukses dan bisa ngerjain semua ya" sambungnya dengan jantung yang serasa mau copot.
Kiara pun tersenyum dan berkata "kamu juga ya, moga Isa ngerjain semuanya" mendengar itu Zico lega dan senang karna orang yang mati-matian dia berusaha melupakan ternyata masih care sama dirinya.
__ADS_1
ujian pun telah di mulai dengan lancar dan tenang.
60 menit sudah usai dan ujian dihari pertama pun telah selesai. para siswa keluar dari kelas dengan ekspresi yang bermacam-macam.
waktu Keisha keluar dan duduk di kursi depan kelas dia menghembuskan nafas lega sambil memejamkan matanya namun dia dikagetkan kedatangan Zico yang tiba-tiba mengajaknya bicara.
"gimana tadi ngerjainnya, bisa semua?" katanya sambil mendudukkan tubuhnya dikursi samping Kiara yang membuat Kiara kaget setengah mati.
"kamu nih ngagetin aja" jawabnya yang memang kaget karna kedatangan Zico.
"makanya gak usah ngelamun aja, ntar kesambet hlo" sambil menyentil hidung Kiara dia berusaha mencairkan suasana yang sudah lama tidak pernah bertegur sapa dengan Kiara.
"iya kesambet kamu" semburnya kepada Zico
"masak ada setan ganteng kayak gini" sifat lucunya dari dan narsisnya dulu gak berubah
"idih, penyakit kamu tu ya gak sembuh-sembuh dari dulu, kirain sekarang punya pacaran populer jadi sembuh tu penyakit PeDe nya eh taunya malah tambah parah" tawa mereka berdua pun pecah dan Zico melihat Kiara yang tertawa dengan lepasnya menjadi senang.
seperti daerah kekeringan yang tiba-tiba diguyur hujan rasanya adem banget melihatnya.
__ADS_1
"Ara makasih ya udah mau ngobrol sama aku" katanya dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba serius
Kiara yang mendengarnya pun jadi tercengang dan dia menarik gagas dalam-dalam dan waktu dia mau menjawab perkataan Zico namun Stella datang tiba-tiba membuat Kiara mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan unek-uneknya terhadap Zico.